TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
RINDU ATAU BAWAAN BAYI?


__ADS_3

Satu minggu berlalu, selama itu Ilyas tidak pernah menemui Maysa ataupun sekedar meneleponnya. Ia benar benar ingin memberikan waktu kepada Maysa untuk sendiri.


Pagi ini Maysa sedang sarapan bersama kedua orang tuanya. Mereka nampak makan dengan khidmat. Sampai tiba tiba...


" Mommy."


Maysa menoleh ke asal suara. Nampak Kavin berlari menghampiri Maysa sambil merentangkan tangannya.


" Sayang." Ucap Maysa.


Grep ..


Kavin memeluk Maysa dengan erat.


" Kamu kesini sama siapa sayang?" Tanya Maysa menatap Kavin.


" Om Papi." Sahut Kavin.


Maysa menghela nafasnya pelan. Ia merasa kecewa karena bukan Ilyas yang mengantarnya. Jujur.. Maysa merasa merindukan sang suami tercinta. Ia berharap bisa melihat Ilyas, walaupun sekedar mengantarkan Kavin saja.


" Tapi om papi tidak mampir karena harus ke sekolahan untuk mempersiapkan acara perpisahan katanya. Om papi minta maaf pada kalian semua." Ucap Kavin.


" Tidak masalah sayang." Sahut nyonya Melodi.


" Kenapa muka Mommy seperti kecewa begitu? Apa Mommy merindukan daddy? Apa Mommy berharap kalau daddy yang mengantar Kavin?" Tanya Kavin menatap Maysa membuat kedua orang tua Maysa menatap ke arahnya.


" Benarkah itu May?" Tanya nyonya Melodi memastikan.


" Tidak Ma, aku hanya merasa kecewa saja karena mas Ilyas tidak melakukan usaha apa apa. Ia bahkan tidak menanyakan kabarku sama sekali walau hanya lewat telepon saja." Ujar Maysa.


" Mommy, apa Mommy tahu? Daddy juga sangat merindukan Mommy sampai sampai setiap malam daddy pergi." Ucap Kavin.


" Pergi?" Maysa mengerutkan keningnya.


" Iya Mom, daddy pergi di malam hari terus nanti pulangnya pagi." Sahut Kavin.


" Kemana mas Ilyas pergi sampai tidak pulang begitu? Atau jangan jangan dia pergi ke rumah Karina? Apa mungkin mereka melakukan pernikahan di belakangku? Benar benar menyebalkan. Jika sampai itu terjadi maka aku akan pergi meninggalkannya selamanya." Ujar Maysa dalam hati.


" Apa kamu tahu kemana daddy ku pergi?" Tanya Maysa.


" Tidak Mom, Kavin tidak tahu." Sahut Kavin.


" Ya sudah, sekarang kita tidak perlu memikirkan daddymu. Kita makan saja karena menjalani kegiatan sehari hari membutuhkan banyak tenaga." Ujar Maysa.


" Kavin belum makan kan." Tebak Maysa di balas gelengan kepala oleh Kavin.


" Baiklah sekarang ayo kita makan! Mommy akan mengambilkan makanan untukmu." Sambung Maysa.


Mereka melanjutkan makan sambil mendengarkan ocehan Kavin. Selesai makan Maysa dan Kavin ke kamarnya. Mereka bersantai dengan duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


" Mommy, apa dedek bayi tumbuh dengan baik di sini?" Tanya Kavin mengelus perut Maysa yang mulai terlihat membuncit.

__ADS_1


" Iya sayang, dia tumbuh dengan baik. Sepertinya dedek bayinya kangen sama Bang Kavin." Sahut Maysa.


" Really?" Tanya Kavin menatap Maysa.


" Ya." Sahut Maysa menganggukkan kepalanya.


Kavin meletakkan ponselnya lalu menempelkan telinganya ke perut Maysa.


" Halo dedek bayi? Bagaimana kabarmu di dalam sini? Apa benar kata mommy kalau dedek merindukan Abang? Abang juga rindu sama dedek bayi, sudah satu minggu lebih kita tidak bertemu. Cepat sehat ya biar mommy kembali lagi ke rumah daddy. Kasihan daddy, daddy pasti sangat merindukanmu." Ucap Kavin.


" Kavin, apa daddy mengatakan sesuatu tentang kepergian Mommy kepadamu?" Tanya Maysa menatap Kavin dengan tatapan menyelidik.


" Daddy bilang Mommy sedang sakit, dan daddy tidak bisa mengurus Mommy dengan baik. Itu sebabnya Mommy tinggal di sini." Sahut Kavin.


" Sebenarnya Kavin mau ikut tinggal di sini sama Mommy, tapi kata daddy, Mommy tidak boleh di ganggu karena harus istirahat total. Makanya Kavin tidak berani ke sini menemui Mommy tanpa ijin dari daddy." Sambung Kavin.


" Berarti daddy tahu kalau kamu ke sini?" Tanya Maysa.


" Iya." Sahut Kavin sambil mengelus perut Maysa.


" Apa daddymu yang akan menjemputmu nanti?" Maysa kembali bertanya.


" I don't know Mom." Sahut Kavin.


Maysa menghembuskan nafasnya kasar.


" Kenapa Mom? Apa Mommy ingin bertemu dengan daddy? Kalau Mommy mau, nanti Kavin akan menelepon daddy untuk ke sini. Mungkin dedek bayi juga merindukan daddy." Ujar Kavin.


" Kenapa om papi yang mengantarmu? Kemana daddymu sekarang?" Tanya Maysa.


" Daddy sedang menyelesaikan pekerjaannya Mom." Sahut Kavin di balas anggukkan kepala oleh Maysa.


" Ya sudah tidak masalah, sekarang gimana kalau kita main game saja. Game menyusun angka dengan bola. Nanti angka yang sama di gabungkan ya." Ujar Maysa membuka aplikasi game di ponselnya.


" Oke Mom." Sahut Kavin.


" Yang bisa mengumpulkan point paling banyak, dia yang jadi pemenangnya." Ucap Maysa.


Mereka bermain game dengan senang. Sesekali mereka bersorak jika bisa mendapatkan point tambahan. Karena saking keasyikan membuat mereka lupa waktu hingga hari menjelang siang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai makan malam, Maysa membawa Kavin ke kamarnya. Malam ini Kavin ingin tidur bersama Maysa, alhasil ia menginap di sini.


Tok tok...


Maysa menatap Kavin begitupun sebaliknya.


" Sebentar ya sayang, Mommy buka pintunya dulu." Ucap Maysa turun dari ranjang.


Ceklek...

__ADS_1


Maysa membuka pintunya, ia tertegun saat melihat Ilyas yang saat ini berdiri di depannya. Ingin sekali ia memeluknya namun Maysa menahan dirinya sekuat mungkin.


" Malam sayang, bagaimana kabarmu dan anak kita? Apa kalian baik baik saja?" Tanya Ilyas menatap Maysa dengan penuh kerinduan.


" Seperti yang kau lihat." Sahut Maysa berjalan menuju ranjang.


Ilyas masuk ke dalam mengikuti Maysa dari belakang.


" Daddy." Ucap Kavin.


" Kebetulan Daddy ada di sini, Kavin mau kita tidur bertiga seperti saat di rumah." Ujar Kavin menatap kedua orang tuanya.


Maysa dan Ilyas saling melempar pandangan.


" Tentu sayang, sekarang kamu tidurlah lebih dulu! Ada yang ingin Daddy bicarakan dengan momny kamu." Ujar Ilyas.


" Oke Dad, good night." Ucap Kavin.


" Night sayang." Sahut Ilyas dan Maysa bersamaan.


Kavin memejamkan matanya di balik selimut.


" Ada yang ingin Mas bicarakan sama kamu sayang, Mas harus menyelesaikan permasalahan ini. Cukup sudah Mas memberikan waktu kepadamu selama ini, tapi kali ini Mas tidak akan membuang buang waktu lagi." Ucap Ilyas menarik tangan Maysa menuju sofa. Keduanya duduk berdampingan.


" Mas dengar Karina dan papanya sudah menjelaskan semuanya kepadamu." Ucap Ilyas.


" Apa yang coba mereka jelaskan adalah kebenaran sayang. Sekarang mereka sudah tidak menganggu Mas sama sekali. Dan saat ini Mas ingin hidup damai bersamamu dan anak anak. Mas mohon maafkan Mas, kembalilah bersama Mas dan kita pulang ke rumah. Selama kamu di sini, Kavin nampak begitu sedih. Dia merasa sangat kesepian, setiap hari dia nampak murung karena merasa kehilanganmu sayang. Mas mohon sudahi pertikaian ini! Dan Mas usahakan untuk ke depannya tidak akan ada lagi kesalahpahaman dan kebodohan yang terjadi seperti ini. Mas mohon!" Ucap Ilyas menggenggam tangan Maysa.


Maysa nampak diam saja.


" Mas tahu kesalahan Mas mungkin tidak mudah untuk di maafkan, apalagi Mas membuat calon anak kita dalam bahaya. Tapi demi anak anak kita sayang, kembalilah pada Mas. Mas akan melakukan apapun keinginanmu asalkan kamu mau kembali ke rumah bersama Mas." Ujar Ilyas menatap Maysa.


" Bagaimana?" Tanya Ilyas saat melihat Maysa yang diam saja sedari tadi.


Ilyas mengheoa nafasnya pelan.


" Bagaimana Maysa? Jika kau tidak kasihan pada Mas, maka lakukanlah demi anak anak kita. Pikirkanlah baik baik tentang psikis Kavin sayang! Kau bisa melukai Mas tapi tolong jangan lukai Kavin! Mas mohon padamu." Ucap Ilyas mencoba membujuk Maysa.


" Kalau malam tiba, kemana kamu pergi Mas?" Tanya Maysa membuat Ilyas terkejut.


" Jawab Mas! Kau kemana berkeliaran setiap malam?" Selidik Maysa.


" Ma.. Mas.. Mas... "


Kemana hayooo...


Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya ya...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2