TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
PERNYATAAN SAMUEL


__ADS_3

Samuel meninggalkan ballroom hotel dengan perasaan kacau. Jujur.... Samuel jatuh cinta pada Ercha selama ini. Tapi ia tidak bisa mengingkari janjinya pada mendiang kedua orang tua Lupi yang akan selalu menjaga Lupi dan akan menikahi Lupi.


Ya Lupi, Samuel dan Ercha dulunya bersahabat dekat. Namun Ercha tidak tahu tentang hubungan Lupi dan Samuel yang sebenarnya.


Samuel berjalan tanpa arah di ikuti Lupi dari belakang.


" Samuel lo mau kemana?" Tanya Lupi mencekal tangan Samuel.


" Lepasin tangan gue!" Ucap Samuel dingin.


" Lo kenapa pergi gitu aja sih? Apa lo tidak rela melihat Ercha menikah dengan laki laki itu hah!" Bentak Lupi merasa cemburu.


" Ya.. Lo benar. Gue nggak rela Ercha menikah dengan orang lain. Andai saja gue tidak terikat janji dengan mendiang orang tua lo pasti saat ini gue yang ada di sana Lupi." Bentak Samuel menyentak kasar tangannya.


" Apa??? Jadi selama ini lo jatuh cinta sama Ercha? Si gadis manja dan childish itu." Selidik Lupi.


" Ya... Gue jatuh cinta padanya. Benar kata Aksa, Ercha bersikap seperti itu karena dia menganggap gue istimewa. Dia bergantung hidup pada gue karena dia sayang sama gue. Dia mencintai gue dan tidak mau kehilangan gue. Tapi apa yang gue lakukan padanya? Gue justru mengkhianatinya dengan berhubungan denganmu." Teriak Samuel.


" Apa kau menyesal telah berhubungan denganku dan kehilangan Ercha?" Lupi bertanya lagi.


" Kau menyesal Lupi, aku sangat menyesal. Jangan ikuti gue! Atau gue tidak akan kembali selamanya." Ucap Samuel.


Samuel berlari secepat mungkin membuat Lupi tidak bisa mengejarnya.


" Arghhhhh siallll." Teriak Lupi menarik kasar rambutnya.


Samuel terus berlari, saat melewati club malam ia masuk ke dalam sana lalu duduk di depan meja bartender.


" Berikan gue minuman!" Ucap Samuel.


Bartender memberikan satu gelas minuman kepada Samuel. Satu gelas, dua gelas, tiga gelas hingga Samuel berhasil menghabiskan tiga botol minuman dalam waktu singkat membuatnya mabuk berat. Kepalanya pusing, kesadarannya mulai berkurang setengah. Ia menyangga kepalanya di atas meja.


" Ercha sayang... Maafkan aku! Kembalilah padaku Ercha! Aku akan membuang Lupi sejauh jauhnya jika kau mau kembali padaku." Racau Samuel.


Samuel menatap bartender pria yang terlihat tampan itu. Ia membuka ponselnya lalu menunjukkan fotonya bersama Ercha kepada bartender tersebut.


" Lihatlah kekasihku! Dia sangat cantik kan?"


" Iya Tuan." Sahutnya.


" Tapi sayangnya aku membuat kesalahan padanya, aku mengkhianatinya dengan menjalin hubungan dengan sahabatnya yang juga menjadi sahabatku. Awalnya aku mendekatinya karena ingin bermain main dengannya saja dan ingin menguras semua uangnya. Tapi lama lama aku jatuh cinta padanya. Aku benar benar jatuh cinta padanya. Aku tidak mau kehilangannya. Aku ingin kembali padanya."


" Tapi sayangnya kami tidak bisa bersatu karena janji sialan yang aku buat dengan orang tua Lupi. Hingga sekarang dia bertunangan dan akan menikah dengan pria lain. Hiks.... Hatiku hancur berkeping-keping, ingin sekali aku kembali padanya dan mengatakan yang sebenarnya, tapi bagaimana dengan janjiku pada orang tua Lupi? Bagaimana kalau mereka datang terus mencekikku karena aku tidak jadi menikahi anaknya. Aku belum mau mati." Samuel terus meracau.


Samuel merasa marah pada dirinya sendiri, tiba tiba ia memecah botol lalu menancapkan pecahan botol yang runcing itu tersebut di tangannya membuat tangannya mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


" Tuan apa yang kau lakukan?" Bartender itu nampak panik.


Ia berusaha mengambil pecahan botol itu dari tangan Samuel namun tidak berhasil. Samuel kembali menekan botolnya hingga ujungnya yang runcing menancap di pergelangan tangannya.


" Ya Tuhan jangan sampai pria ini mati kehabisan darah di sini, aku harus menelepon kekasihnya." Ujar bartender.


Beruntung ponsel Samuel masih menyala, ia segera membuka aplikasi hijau lalu mencari kontak Ercha.


" Cintaku." Gumam bartender.


" Ya pasti ini nomer kekasihnya, siapa tadi namanya? Ercha... Ya kalau nggak salah namanya Ercha." Bartender tersebut langsung menekan ikon telepon ke kontak itu.


Di lain tempat, Ercha dan Aksa sedang duduk bersama keluarganya. Tiba tiba ponselnya berdering.


" Samuel." Gumam Ercha melirik layar ponselnya yang menyala. Ercha tidak berniat untuk mengangkatnya.


" Siapa Cha? Kenapa tidak di angkat?" Tanya Aksa menatap Ercha. Semua orang menatap ke arahnya.


" Samuel Mas." Sahut Ercha.


" Di angkat saja, siapa tahu itu penting." Ujar Aksa.


Ercha menatap nyonya Alexa yang di balas anggukkan kepala olehnya.


Ercha segera menerima panggilan dari Samuel.


" Halo Nona, apa ini nona Ercha?" Tanya bartender panik.


" Iya ada apa ya?" Tanya Ercha.


" Begini Nona, kekasih anda yang punya ponsel ini mabuk di club kami dan dia melakukan tindakan di luar jangkauan kami Nona. Dia melukai tangannya dengan pecahan botol, kami takut dia akan kehabisan darah Nona."


" Apa???" Pekik Ercha refleks langsung berdiri.


" Share lokasi Samuel sekarang juga, saya akan segera ke sana." Ucap Ercha.


" Baik Nona." Sahutnya menutup telepon.


" Kenapa Cha?" Tanya Aksa.


" Sa... Samuel mabuk di club dan melukai tangannya sendiri Mas. Aku harus ke sana sebelum terjadi sesuatu dengan Samuel. Apa kau mengijinkannya?" Pertanyaan Ercha membuat Aksa terharu. Di balik sikapnya yang arogant ternyata Ercha bisa menghargainya.


" Aku akan mengantarmu." Ucap Aksa.


Setelah berpamitan kepada keluarganya, mereka berdua meninggalkan hotel menuju club xx dengan mengendarai mobilnya. Sampai di sana Aksa menggandeng tangan Ercha masuk ke dalam menghampiri Samuel yang saat ini menjadi tontonan para pengunjung lainnya.

__ADS_1


" Minggir!!!" Teriak Samuel mengacungkan pecahan botol ke arah mereka.


Ercha menyusup dari kerumunan pengunjung.


" Samuel."


Samuel menoleh ke arah suara.


" Sayang... Benarkah ini kamu?" Tanya Samuel memastikan.


" Ya ini aku." Ucap Ercha.


Ercha menatap tangan Samuel yang nampak mengeluarkan banyak darah. Perlahan Samuel berjalan mendekati Ercha, ia menatap Ercha dengan berlinang air mata.


" Ercha maafkan aku!" Ucap Samuel menangkup wajah Ercha.


" Ercha, aku mencintaimu."


Deg...


Jantung Ercha berdetak sangat kencang mendengar ucapan Samuel.


" Selama ini aku benar benar mencintaimu, aku terpaksa mengkhianatimu karena janjiku pada mendiang orang tua Lupi. Aku mohon maafkan aku! Aku sangat mencintaimu." Ucap Samuel.


Samuel memeluk Ercha dengan erat, tiba tiba ia tidak sadarkan diri dalam pelukan Ercha.


" Samuel." Ercha menopang tubuh Samuek. agar tidak terjatuh.


" Aku bantu." Aksa membopong Samuel menuju mobilnya di ikuti Ercha dari belakang.


Setelah masuk mobil, Aksa segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Di dalam perjalanan Ercha nampak diam saja. Ucapan terakhir Samuel berhasil mengusik hatinya.


" Apa kau kepikiran dengan ungkapan cinta Samuel?" Tanya Aksa fokus pada kemudinya.


" Iya. Tapi bukan dengan kata kata cintanya melainkan dengan kata katanya yang berjanji kepada mendiang orang tuan Lupi." Sahut Ercha jujur.


" Aku rasa ada kesalahpahaman di sini antara kau dan Samuel. Kalau seandainya Samuel tidak sengaja menyakitimu dan dia memintamu kembali padanya, apa yang akan kau lakukan dengan statusmu saat ini?" Tanya Aksa menatap sekilas ke arah Ercha.


Ercha nampak sedikit berpikir lalu ia menatap Aksa.


" Aku akan lebih memilih.....


Siapa hayo????


Gantung lagi thor??? Biar kalian penasaran ha ha...

__ADS_1


Terus dukung author sampai akhir nanti ya... Terima kasih...


TBC


__ADS_2