
" Karena mami akan sakit dan terpuruk jika mami kehilangan salah satu putranya. Jadi kami berdua, baik aku dan bang Aska tidak akan meninggalkan rumah ini sampai kapanpun demi mami. Aku harap kamu mau mengerti." Ujar Aksa.
" Lhah itu bang Ilyas tidak tinggal satu rumah dengan mami tidak apa apa, kita bisa cari rumah dekat dekat sini juga nggak apa apa. Yang jelas kita tinggal di rumah sendiri dan hanya berdua." Ucap Ercha.
" Itu beda lagi ceritanya sayang." Sahut Aksa.
" Mami pernah mengalami stress karena kehilangan bang Ilyas sewaktu dia kecil. Mami seperti orang depresi selama bertahun-tahun lamanya, sampai aku dan bang Aska pindah ke sini. Karena tidak bisa jauh dan kehilangan putranya lagi, mami ikut pindah ke sini. Dan ternyata mami bisa menemukan bang Ilyas di sini. Sejak saat itu mami sangat bahagia Ercha. Mami tidak lagi menangis setiap malamnya seperti yang mami lakukan selama puluhan tahun. Itu sebabnya kami bersumpah tidak akan meninggalkan mami sampai kapanpun." Terang Aksa.
" Apa kau tahu nama bang Ilyas yang sebenarnya?" Tanya Aksa menatap Ercha yang saat ini menggelengkan kepalanya.
" Namanya Aksa. Aksa Wilson." Ucap Aksa membuat Ercha terkejut.
" Terus?" Ercha menunjuk Aksa.
" Untuk menghilangkan rasa rindu dan kesedihan di dalam hati mami, mami memberiku nama Aksa saat kami lahir. Aska dan Aksa, entah mami menganggapku sebagai diriku sendiri atau sebagai bang Aksa yang telah hilang aku sendiri tidak tahu. Yang jelas kesedihan mami sedikit terobati sejak kehadiran kami." Ucap Aksa.
" Tapi kalau di lihat lihat kamu tidak mirip dengan mereka Mas, atau jangan jangan kamu bukan.... " Ercha menjeda ucapannya. Ia merutuki kebodohannya karena telah berbicara seperti itu pada Aksa.
" Bukan anak kandung mami dan papi maksudmu?" Selidik Aksa menatap Ercha.
" Maaf jika aku salah bicara." Ucap Ercha.
Aksa melempar senyuman manisnya menatap Ercha, ia menggenggam tangan Ercha dengan erat.
" Aku memang bukan anak kandung mereka."
Jeduarrr....
Ercha nampak terkejut mendengar semua itu termasuk Aska yang saat ini sedang berdiri di depan pintu.
" Apa maksudmu Aksa?" Tanya Aska masuk ke dalam. Ia berdiri di depan Aksa menatap Aksa dengan tatapan menyelidik.
" Iya Bang. Kita bukan saudara kembar dan kita tidak punya hubungan darah sama sekali."
" Apa?" Pekik Aska.
" Darimana lo punya pemikiran seperti itu Aksa, kalau sampai mami mendengarnya pasti mami akan sedih dan kecewa banget sama lo. Kita itu saudara, lo anak mami dan papi. Lo saudara kembar gue dan adik dari kak Ilyas. Apa lo nggak lihat di surat surat kelahiran kita hah? Di sana tercatat nama lo dan nama gue sebagai anaknya mami Alexa dan papi Frans." Ucap Aska tidak terima.
__ADS_1
" Awalnya gue berpikir seperti itu Bang, tapi gue curiga kenapa setiap kita merayakan ulang tahun papa Arian selalu datang? Padahal dia tidak ada hubungan saudara dengan kita. Dia hanya teman papi dan mami tapi bisa sedekat itu. Apalagi saat ulang tahun kita yang ke tujuh belas tahun, kenapa papa Arian memberikan perusahaannya kepadaku saja, bukan kepadamu? Tidak mungkin kan seorang teman biasa memberikan semuanya kepada kita? Sejak saat itu gue merasa curiga kepadanya Bang. Gue...
" Itu karena dia sayang kepadamu. Perilakunya memng tidak pernah membedakan kita Aksa, namun hatinya mungkin lebih memilih lo. Dia lebih menyayangi lo karena lo anaknya pendiam. Tidak seperti gue yang selalu bikin ulah." Ucap Aska memotong ucapan Aksa.
" Tidak Bang, gue sudah membuktikannya sendiri."
" Apa maksud lo hah?" Selidik Aska.
" Saat ulang tahun kita yang ke delapan belas, diam diam gue melakukan tes DNA."
Prang.....
Mereka bertiga menoleh ke asal suara.
Deg...
Jantung mereka berdetak sangat kencang saat melihat nyonya Alexa yang berdiri di depan pintu. Pecahan gelas berserakan dimana mana, niatnya ingin mengantar jus buat Aksa malah mendapat kejutan yang luar biasa.
" Mami awas!" Teriak Aksa berlari menghampiri nyonya Alexa.
Aksa langsung menggendong maminya supaya tidak terkena pecahan gelas. Aksa menurunkan nyonya Alexa di atas ranjang, nyonya Alexa hanya menatap Aksa tanpa berkedip. Ia benar benar syok mengetahui fakta jika putra yang sangat ia sayangi mencari tahu kebenaran silsilah keluarganya.
Air mata menetes begitu saja di pipi nyonya Alexa. Aksa dan Aska berlutut di depan maminya sambil menggenggan tangan nyonya Alexa satu satu.
" Mami jangan menangis!" Ucap Aksa dan Aska bersamaan.
" Maafkan kami." Sambung mereka berdua.
Selalu ini yang mereka lakukan saat membuat mami mereka bersedih. Aska dan Aksa mengusap air mata di pipi mami tercintanya.
" Mami aku tahu kalau aku melakukan kesalahan besar, aku telah lancang mencari kebenaran tentang diriku yang sebenarnya. Aku...
" Jawab pertanyaan Mami." Ucap nyonya Alexa.
" Baik Mi." Sahut Aksa.
" Apa pengaruh setelah kamu mengetahui fakta yang sebenarnya?" Tanya nyonya Alexa.
__ADS_1
" Tidak ada." Sahut Aksa.
" Lalu kenapa kau melakukannya?" Tanya nyonya Alexa kembali.
" Maafkan aku Mi." Ucap Aksa.
" Apa kesalahanmu bisa di maafkan?" Nyonya Alexa bertanya lagi.
" Memaafkan atau tidak itu hak Mami, jika Mami mau menghukumku, aku siap." Ucap Aksa.
" Aku juga siap kena hukuman karena aku tidak pandai menjaga adikku sehingga dia melakukan semua ini Mi." Ujar Aska.
Ercha merasa terharu dengan apa yang ia lihat di depannya saat ini. Walaupun seandainya benar mereka bukan saudara kembar, tapi sikap mereka menunjukkan kasih sayang saudara kandung. Dimana mereka akan menanggung kesalahan bersama.
" Jujur Mami merasa sangat kecewa kepadamu Aksa. Kenapa kamu bisa melakukan itu? Apa kau meragukan kasih sayang Mami? Apa kau meragukan cinta dan ketulusan Mami selama ini padamu?" Tanya nyonya Alexa mengusap air matanya.
" Tidak Mi, aku sama sekali tidak meragukan mami dan papi selama ini. Kalian orang tua terbaik di dunia ini." Sahut Aksa.
" Lalu apa alasanmu melakukan semua ini tanpa sepengetahuan Mami?" Tanya nyonya Alexa.
" Aku juga tidak tahu Mi. Mungkin itu hanya rasa penasaran sesaat saja. Bukankah kata Mami di usia segitu rasa keingintahuan kami masih besar besarnya? Mungkin itu yang aku rasakan saat itu Mi." Sahut Aksa.
" Tapi percayalah Mi, aku sangat menyesal setelah mengetahui semuanya. Aku menyesal karena aku merasa telah mengkhianati Mami. Untuk itu aku mencoba melupakan semua itu. Aku bersikap seolah aku tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya." Ujar Aksa.
" Tapi hari ini, aku memberitahu semuanya pada istriku. Aku merasa istriku harus tahu siapa aku, aku tidak mau dia merasa aku menyembunyikan sesuatu darinya. Kemarin aku sudah berbuat curang kepadanya dengan membohonginya. Dan kali ini aku berpikir untuk tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Maafkan aku Mi." Ucap Aksa.
" Ya Tuhan... Gara gara aku keluarga mereka jadi berselisih seperti ini. Apa yang aku katakan tadi pada mas Aksa? Seandainya aku tidak mengatakan hal bodoh itu pasti semua ini tidak akan terjadi. Bodoh lo Ercha, lo benar benar bodoh. Karena ucapan lo membuat tiga orang ini bersedih." Batin Ercha merutuki kebodohannya.
" Mami maafkan aku juga! Secara tidak sengaja aku yang menyebabkan semua ini terjadi. Aku membuat kalian semua menjadi sedih, maafkan aku Mi!" Ucap Ercha berlutut di samping Aksa.
" Mami memaafkan kalian semua. Semua sudah berlalu, tapi Mami harap tidak akan ada yang berubah setelah ini. Kalian bertiga tetap anak anak Mami yang Mami sayangi dan Mami cintai. Begitupun dengan Rega, Mami juga menyayanginya. Sekarang lupakan masalah ini! Kita harus hidup bahagia selamanya." Ucap nyonya Alexa.
" Terima kasih Mi." Ucap mereka bertiga.
Nyonya Alexa mengelus kepala mereka bertiga bergantian.
Yang udah baca novel " Terhanyut dalam perasaan terlarang" pasti tahu ceritanya kan?
__ADS_1
Yang belum bisa baca ya... Terima kasih...
TBC.....