TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
MULAI POSSESIF


__ADS_3

Saat Maysa membuka kamarnya tiba tiba ia melihat Kavin yang sedang merajuk. Ia duduk cemberut sambil melipat kedua tangannya di dadanya menatap keluar jendela. Maysa masuk ke dalam berjalan menghampirinya


" Kavin kenapa Mas?" Tanya Maysa menatap Ilyas.


" Dia marah karena merasa kau tidak mau mengurusnya, dia berpikir kalau kau tidak menyayanginya." Sahut Ilyas.


Maysa menghela nafasnya pelan, ia mendekati Kavin lalu berlutut di depannya.


" Mommy minta maaf sayang." Ucap Maysa sambil menarik kedua telinganya sendiri.


" Kamu tahu kan kalau Mommy tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya, jadi Mommy merasa sungkan. Bukan karena Mommy tidak sayang sama Kavin." Ucap Maysa.


" Tapi mulai sekarang Mommy akan belajar mengurusmu dengan baik, Mommy akan belajar dari Daddymu. Gimana? Tapi Kavin harus memaafkan Mommy dulu." Ujar Maysa menatap Kavin.


Kavin menurunkan tangan Maysa. Ia memeluk Maysa dengan erat.


" Kavin yang seharusnya minta maaf sama Mommy. Kavin berjanji tidak akan nakal lagi, tapi Mommy juga harus berjanji tidak akan meninggalkan Kavin lagi." Ucap Kavin.


Maysa menatap Ilyas yang menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Mommy berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Mommy akan berusaha untuk selalu bersamamu. Apa kau senang?" Maysa melepas pelukannya, ia menangkup wajah Kavin dengan kedua tangannya.


" Kavin senang Mommy, terima kasih. Kavin sayang Mommy." Ucap Kavin kembali memeluk Maysa.


" Mommy juga sayang Kavin." Sahut Maysa.


Maysa mengelus punggung Kavin. Entah mengapa Maysa merasa sangat menyayangi Kavin.


" Daddy nggak di peluk juga nih." Ujar Ilyas.


" Tidak." Sahut Maysa dan Kavin bersamaan.


" Kompak sekali." Ucap Ilyas terkekeh.


" Ya sudah sekarang ayo kita sarapan! Mommy harus berangkat ke sekolah tepat waktu." Ucap Maysa.


" Iya Mom, kalau Kavin hari ini libur. Kavin mau bermain sama Oma sama Opa di rumah." Sahut Kavin.


" Benarkah? Kamu mau tinggal di sini?" Tanya Maysa memastikan.


" Iya Mom." Sahut Kavin.


" Alamat tidur sama Kavin lagi nanti malam." Batin Maysa.


Mereka menuju meja makan dimana di sana sudah ada tuan David dan nyonya Melodi.


" Pagi Oma, Opa." Sapa Kavin.


" Pagi sayang." Sahut tuan David.


" Pagi cucu Oma, tampan bener sih. Bikin Oma gemes deh." Ujar nyonya Melodi.


Kavin tersenyum memamerkan deretan giginya.


Nyonya Melodi mengambil makanan untuk suaminya, sedangkan Maysa mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


" May ambilkan calon suami dan putramu makanan!" Titah nyonya Melodi.

__ADS_1


Maysa menatap Ilyas dan Kavin bergantian.


" Kenapa tidak ambil makanan sendiri? Ambil sendiri aja Mas." Ucap Maysa menatap Ilyas.


" Tidak baik berbicara seperti itu sama calon suami Maysa. Kau harus mulai belajar melayaninya dengan baik." Ucap tuan David.


" Tapi Pa...


" Sayang... " Tekan tuan David.


" Baiklah." Sahut Maysa.


Maysa mengambilkan makanan sepiring penuh untuk Ilyas.


" May ini terlalu banyak." Ujar Ilyas.


" Biar kenyang, jadi nanti kamu tidak perlu makan siang karena kamu masih kenyang." Sahut Maysa membuat kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya.


" Berdua sama Kavin Dad." Ucap Kavin duduk serong menghadap Ilyas. Ia tidak tega melihat daddynya makan sebanyak itu.


" Tidak sayang, itu pedas. Mommy ambilkan kamu makan sendiri ya." Ujar Maysa mengambilkan makanan untuk Kavin.


" Tapi kasihan Daddy Mom, kalau Daddy menghabiskan semua makanannya, pasti perut Daddy sakit. Terus bagaimana Daddy bisa bekerja Mom jika perutnya sakit?" Ujar Kavin.


" Kalau begitu biarkan Mommymu yang membantu menghabiskannya, biar ini Oma yang makan." Ucap nyonya Melodi mengambil piring makanan Maysa.


" Tapi Ma..


" Kau tidak boleh membuang makanan, ingat kepada mereka yang tidak bisa makan seperti kita." Ucap tuan David.


" Baik Pa." Sahut Maysa.


Maysa nampak kikuk makan berdua dengan Ilyas, sedangkan Ilyas merasa senang.


" Seumur umur baru kali ini gue makan sepiring berdua, mana sama seorang pria lagi. Papa benar benar keterlaluan. Niat hati memberikan pelajaran padanya malah gue sendiri yang kena batunya. Nasib nasib punya suami sholeh, belum bertindak sudah dapat karmanya." Gerutu Maysa dalam hati.


Selesai makan Maysa dan Ilyas pamit berangkat kerja dan ke sekolah. Ilyas melajukan mobilnya menuju sekolah Maysa terlebih dahulu.


" Mulai besok tidak usah pakai rok itu! Itu terlalu pendek buat kamu." Ucap Ilyas tiba tiba saat melihat rok yang di pakai Maysa menampakkan bagian atas lututnya.


" Kenapa? Semua teman temanku juga pakai rok segini. Lagian mau lulus juga jadi nggak perlu ganti, sayang kan uangnya." Ujar Maysa.


" Mas tidak suka kau memperlihatkan bagian tubuhmu kepada pria lain." Sahut Ilyas.


" Dih belum juga jadi suami udah main ngatur ngatur aja." Cibir Maysa.


" Maysa, kau bukan hanya akan menjadi seorang istri dalam hubungan ini. Tapi kau juga akan menjadi seorang ibu, berilah contoh yang baik untuk putramu nanti." Ujar Ilyas menatap Maysa sekilas.


" Bukankah kau bilang kalau kau tidak akan menuntutku untuk menjadi ibu yang baik? Lalu kenapa sekarang kau menyuruhku untuk bersikap baik?" Tanya Maysa mulai terbawa emosi. Ilyas menghela nafasnya pelan.


" Bukan begitu maksudku Maysa, tapi alangkah lebih baiknya kalau kau mengganti rokmu itu. Ini juga demi keamanan dan keselamatanmu karena tanpa sadar kau memamerkan bagian tubuhmu kepada mereka. Bagaimana kalau mereka memiliki niat jahat padamu? Kan kamu sendiri yang rugi." Terang Ilyas sabar.


" Sudahlah tidak perlu membahas itu! Kau membuat moodku hancur saja. Nggak di rumah, di jalan maupun di sekolahan. Kau benar benar ajaib Mas, dalam sekejap kau membuat hidupku berantakan." Ucap Maysa menyandarkan punggungnya dengan kasar. Ia menatap keluar kaca.


" Baiklah, Mas minta maaf!" Ucap Ilyas mengalah. Jika di teruskan akan terjadi perang Dunia ke dunia di dalam mobilnya.


Sesampainya di sekolah, Maysa segera membuka pintu mobilnya namun Ilyas menahannya membuat tubuh mereka begitu dekat. Maysa menatap wajah tampan Ilyas dengan jantung yang terasa berdebar kencang.

__ADS_1


" Biasakan berpamitan dengan baik kepada suamimu." Ucap Ilyas. Entah menatap gerakan bibir Ilyas nampak seksi di mata Maysa.


" Apa kau lupa kalau aku belum punya suami?" Tanya Maysa sambil tersenyum.


" Lalu kau anggap Mas ini apa hmm? Sejak cincin tunangan kita melingkar di jarimu, Mas menganggap kau adalah istriku. Jadi mulai sekarang kau harus menuruti apa perintahku." Ujar Ilyas.


" Mana bisa begitu? Jangan memaksaku untuk melalukan hal yang tidak aku inginkan! Karena aku..


Tok tok tok...


" Maysa buka!" Ucap Nara mengetuk kaca mobil.


" Mas buka! Temanku sudah menungguku." Ucap Maysa sedikit khawatir jika teman temannya melihat ia sedang bersama Ilyas.


" Lakukan dulu apa yang Mas minta." Sahut Ilyas.


" Baiklah aku akan melakukan apa yang kau mau." Ucap Maysa mengalah.


Ilyas tersenyum menatap Maysa, ia menyodorkan tangannya ke arah Maysa. Maysa justru mengerutkan keningnya.


" Menyalami suami dengan takzim." Ucap Ilyas.


Tok tok tok...


Nara kembali mengetuk kaca mobilnya.


Maysa menyalami Ilyas dengan takzim. Tiba tiba...


Cup...


Maysa melongo membulatkan matanya sambil membuka sedikit mulutnya saat Ilyas mencium keningnya. Ia mendongak menatap Ilyas yang menyunggingkan senyumannya.


" Semangat pagi." Ucap Ilyas.


Maysa membuka pintunya lalu keluar dari mobil.


Blummm...


Maysa menutup pintunya dengan kasar membuat Ilyas berjingkrak kaget. Ilyas terkekeh melihat kepergian Maysa bersama temannya.


" Kenapa aku main nyosor gitu aja ya? Melihat wajah Maysa membuatku tidak bisa menahan nafsu." Ucap Ilyas terkekeh. Ia segera melajukan mobilnya kembali menuju kantornya.


Di dalam kelas Desi dan Nara menatap tajam ke arah Maysa yang sedang duduk di kursinya, ia seperti seorang terdakwa yang sedang di introgasi oleh pihak penyidik.


" Bagaimana bisa lo bertunangan tanpa mengundang kami?" Selidik Nara berkacak pinggang.


" Gue juga tidak tahu." Sahut Maysa.


" Bagaimana bisa lo tidak tahu? Ini acara lo kan? Apa lo sudah tidak menganggap kami sebagai teman lo lagi?" Tanya Desi.


" Bukan begitu, acaranya sangat mendadak. Gue sendiri juga kaget guys. Tiba tiba dia mengantar gue ke rumah dan di rumah audah menyiapkan acara untuk pertunangan kami." Jelas Maysa.


" Lalu kapan acara pernikahanya?" Tanya Nara.


" Satu minggu lagi."


" What???"

__ADS_1


TBC..


__ADS_2