
Pyar...
Lampu roftoop menyala dengan terang, Rega mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tiba tiba..
Deg...
Jantung Rega terasa berhenti berdetak. Ia menatap ke depan lalu...
" Pak Askaaaaaa.... " Teriak Rega. Tiba tiba ia berjongkok sambil menutup wajahnya. Ia merasa kesal karena telah di kerjai oleh Aska, jauh jauh dia datang ke sini dengan perasaan was was nggak tahunya malah kena prank.
Ya... Situasi di rooftoop saat ini adalah dimana keluarga Aska berkumpul di sana yang satu ini sedang menatapnya, terdapat meja meja makan yang di hiasi indahnya cahaya lilin. Entah kapan lilin lilin itu menyala. Dekorasi mewah membuat rooftoop nampak begitu indah di hiasi lampu kelap kelip. Entah ada acara apa saat ini Rega tidak tahu.
Aska berjalan mendekati Rega.
" Bangun sayang!" Aska menarik pelan bahu Rega membuat Rega bangun dan berdiri di depannya.
Rega menatap Aska yang terlihat sangat tampan malam ini. Celana denim di bawah lutut dan kaos polos berwarna hitam membuat kulit cerahnya bercahaya.
" Aku benci Bapak." Ucap Rega.
" Aku tidak mau kamu benci, aku maunya kamu sayangi dan kamu cintai." Sahut Aska.
" Tidak mau, Bapak sudah keterlaluan karena melakukan semua ini. Apa Bapak tidak tahu bagaimana takutnya aku saat dalam perjalanan ke sini? Jantungku terus berdetak dengan kencang, aku takut Bapak kenapa napa. Aku bahkan berlari dari keluar cafe, turun dari taksi dan saat menaiki tangga supaya aku tidak terlambat menyelamatkan Bapak. Aku berpikir kalau Bapak bunuh diri beneran. Tapi apa yang Bapak lakukan? Bapak malah membuat lelucon seperti ini. Bapak mempermainkan aku lagi, mau sampai kapan Bapak mempermainkan aku seperti ini? Aku benci pak Aska." Ucap Rega dengan kesal.
Aska menyentuh kedua bahu Rega.
" Rega bukan begitu maksudku, aku merencanakan semua ini untuk meminta maaf padamu. Malam ini aku ingin melamarmu di depan keluargaku. Kau memintaku untuk tidak menemuimu, jadi aku melakukan cara agar kau yang menemuiku. Maaf jika aku telah membuatmu khawatir. Tapi aku senang mendengarnya, itu tandanya kamu punya perasaan yang sama padaku. Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku. Aku minta maaf dan sekarang terimalah lamaranku." Ucap Aska menatap Rega dengan penuh cinta.
" Heh lamaran." Rega menepis tangan Aska sambil tersenyum sinis.
" Aku tidak peduli dengan lamaranmu ini, aku tidak mau menerima pria plin plan sepertimu yang hanya akan membuat aku sakit hati, karena aku yakin suatu hari nanti Bapak akan permainkan perasaan aku lagi." Ucap Rega dengan jelas.
__ADS_1
" Kemarin kau memungut ku dengan berjanji di depan ibuku untuk menikahi, mencintai dan membuatku bahagia. Setelah itu kau mengoperku kepada adikmu. Dan setelah aku menolak kalian berdua, kau malah mengejarku. Aku tidak bisa menerima semua ini, semua yang Bapak lakukan padaku membuatku sadar jika aku tidak pantas bersanding dengan pria kaya sepertimu. Aku memang mencintaimu, tapi aku lebih memilih berada di tempat dimana aku di hargai, bukan di cintai tapi tidak di hargai seperti yang Bapak lakukan. Lebih baik Bapak cari wanita lain saja, maaf aku harus pergi." Ucap Rega membalikkan badannya.
Saat ia hendak melangkah tiba tiba...
Grep...
Aska memeluknya dari belakang.
" Lepas!" Tekan Rega.
" Aku tidak akan melepaskanmu Rega. Aku benar benar mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Bukan karena janjiku pada mendiang ibumu tapi karena diriku sendiri. Aku tidak mau kehilanganmu dan jauh darimu. Aku mohon maafkan kesalahan yang telah aku lakukan padamu. Aku akui aku bodoh, dengan mudahnya aku memberikanmu pada Aksa tanpa memikirkan perasaanmu. Jujur, aku juga sakit saat mengatakan itu Rega, hatiku tidak rela. Tapi aku harus bagaimana? Adikku juga mencintaimu, dari kecil apapun yang dia minta ku selalu memberikannya dan itu terbawa sampai kami dewasa. Maafkan aku Rega, aku mohon jangan tinggalkan aku!" Ucap Aska.
Rega diam saja, sejujurnya ia juga mencintai Aska namun ia tidak terima dengan Aska yang seperti anak kecil memberikan mainannya pada temannya. Rega menghela nafasnya pelan, ingin rasanya ia memaafkan Aska namun hatinya masih kesal apalagi di tambah dengan kebohongan Aska.
" Kalau kamu tidak mau memaafkan aku ataupun menolak lamaranku, aku akan lompat dari gedung ini." Ancam Aska.
" Kalau begitu lompat saja! Aku tidak peduli."
" Tunggu apa lagi? Mau lompat kan? Lompat saja! Aku ingin melihat bagaimana kau membuktikan ucapanmu pak Aska. Kau sudah membual di depan mendiang ibuku dan kau juga membohongiku hingga membuat aku sampai di sini. Aku tidak ingin kau membual lagi sekarang. Buktikan jika ucapanmu bisa di percaya." Tantang Rega.
Semua keluarga Aska saling melempar pandangan. Maysa mendekat ke arah Rega.
" Rega apa yang kau katakan? Jangan gila hanya karena amarah di hatimu! Atau kau akan menyesal. Kak Aska bisa melakukan apapun demi orang yang di cintainya Ga. Aku mohon jangan lakukan ini pada kak Aska!" Ucap Maysa mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
" Tidak apa apa Maysa, aku akan membuktikan pada Rega jika aku benar benar tidak bisa hidup tanpanya. Jika kematianku membuat dia bahagia, aku rela melakukannya." Ucap Aska.
Aska berjalan menuju pagar pembatas, ia berdiri di atas sana sambil merentangkan kedua tangannya.
" Aska jangan gila Nak!" Ucap nyonya Alexa.
" Aska turunlah! Kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik baik. Jangan seperti anak kecil! Jangan terbawa emosi!" Ujar Ilyas.
__ADS_1
" Kau hebat Aska, kau berani melakukan apapun demi membuktikan cintamu. Walaupun papi tahu sebenarnya kau tidak berani melakukannya, tapi setidaknya kau sudah menunjukkan keseriusanmu padanya." Batin tuan Frans tersenyum simpul.
" Ya Tuhan semoga Rega menghentikan aku sebelum aku melompat. Aku tidak mau mati dalam keadaan tidak beriman seperti ini." Batin Aska.
" Ya Tuhan benarkah apa yang aku lihat ini? Pak Aska rela kehilangan nyawanya hanya untuk gadis miskin sepertiku? Apakah aku begitu berarti baginya? Apakah cintaku begitu penting untuknya? Aku tidak boleh membiarkan dia melakukan semua ini, atau aku akan di cap sebagai pembunuh." Ujar Rega dalam hati.
Rega menghampiri Aska, begitupun dengan Aksa.
" Turunlah Pak! Kau sudah terlalu jauh membuktikan cintamu padaku. Walaupun aku tahu kau tidak akan melompat dari sini dengan sia sia." Ujar Rega.
" Apa itu artinya kau memaafkan aku dan mau menikah denganku?" Tanya Aska.
" Ya aku memaafkanmu, dan aku menerima lamaranmu. Tapi untuk menikah, aku tidak mau menikah sekarang. Tunggu aku lulus!Aku akan memberimu kesempatan terakhir untuk hidup bersamaku, tapi jika kau mengulangi kesalahan lagi aku tidak akan memaafkanmu. Jadi gunakan kesempatan ini dengan baik." Ucap Rega.
Aska tersenyum lebar mendengar ucapan Rega. Ia tahu Rega tidak akan membiarkan dirinya melakukan hal ini.
" Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi, aku berjanji padamu." Ucap Aska.
" Turunlah!" Ucap Rega.
Aska membalikkan badannya, saking senangnya ia tidak hati hati sampai...
Blugh...
" Aska!!! " Teriak semua orang.
Nah loh kenapa ya? Tekan like koment dan kasih 🌹yang banyak dulu buat author... Terima kasih...
Mohon maaf kemarin tidak update karena asam lambung author kambuh, author hanya bisa up date dua novel saja. InsyaAllah hari ini author double sebagai ganti kemarin ya..
Miss U All....
__ADS_1
TBC.