TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
CARA JITU MELULUHKAN ILYAS


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, waktunya Maysa menjemput Kavin. Ia menatap Satya yang saat ini sedang menjalankan therapi pada kakinya di pandu oleh dokter.


" Satya aku harus pulang sekarang, aku harus segera melakukan pekerjaanku kalau tidak pasti aku akan di pecat oleh bosku." Ucap Maysa.


" Tidak bisa kah kau tinggal lebih lama lagi?" Tanya Satya menatap Maysa.


" Maaf aku tidak bisa." Ucap Maysa sambil menggelengkan kepalanya.


Satya menghela nafasnya pelan, ingin sekali ia menghabiskan waktu lebih lama bersama Maysa.


" Aku mohon kamu mengerti, lagian sudah menjadi kesepakatan kita kan kalau aku hanya bisa menemanimu sampai jam sepuluh saja. Kalau ada apa apa kau bisa mengabari aku, akan aku usahakan untuk kemari." Ujar Maysa.


" Baiklah sayang aku tidak akan memaksamu lagi, aku mengijinkanmu pergi sekarang daripada kamu tidak mau menemaniku lagi." Ucap Satya.


" Itu baru Satyaku." Ucap Maysa tersenyum.


" Sejak kemarin aku tidak mendengarmu memanggilku sayang, aku merindukan panggilan seperti itu darimu. Bisakah aku mendengarnya dari bibirmu saat ini sebelum kau pergi?" Tanya Satya.


Maysa menatap dokter begitupun sebaliknya, dokter menganggukkan kepalanya.


" Baiklah sa.. Sayang. Aku pulang dulu." Ucap Maysa gugup.


" Terima kasih, kau harus hati hati. Aku tidak mau sampai kamu kenapa napa." Ucap Satya di balas anggukkan kepala oleh Maysa.


Maysa keluar dari ruangan Satya, ia berjalan menuju parkiran mobil. Maysa melajukan mobilnya menuju sekolah, sampai di pertengahan jalan ia terjebak kemacetan karena sedang ada perbaikan jalan.


" Hah pakai macet segala, mana ini sudah jam sepuluh kurang lima menit lagi. Keburu nggak ya, atau aku telepon Mas Ilyas aja buat jemput Kavin. Tapi dia kan lagi marah, nanti malah dia tambah amrah lagi. Udah lah terlambat sedikit saja tidak masalah. Pasti Kavin masih menunggu di pos satpam." Monolog Maysa.


Hingga sepuluh menit berlalu Maysa baru bebas dari kemacetan. Ia melanjutkan perjalanan menuju sekolah Kavin. Sampai di sekolah, sekolah sudah sepi. Ia turun dari mobil lalu menuju pos satpam.


" Pak maaf, apa bapak lihat Kavin?" Tanya Maysa kepada pak satpam yang bertugas.


" Den Kavin sudah di jemput sama tuan Ilyas Nyonya soalnya tadi pulang lebih awal, ibunya pak kepala sekolah meninggal dunia jadi para guru pergi takziyah." Sahut pak satpam.


" Bukankah sudah di share di grup wali murid Nyonya?" Tanya pak satpam.


" Oh maaf saya tidak tahu Pak, dari tadi saya belum buka HP. Kalau begitu terima kasih Pak, saya permisi." Ucap Maysa.


" Silahkan Nyonya." Sahut pak satpam.


Maysa masuk ke dalam mobilnya, ia membuka ponselnya dan benar saja, banyak pesan masuk di aplikasi whatsapp nya.


" Ya Tuhan... Bagaimana aku bisa lalai seperti ini? Aku yakin Mas Ilyas pasti tambah marah sama aku. Aku akan menyusul mereka, aku yakin mereka ada di kantor." Ujar Maysa kembali melajukan mobilnya menuju kantor Ilyas.


Lima belas menit kemudian Maysa sampai di kantor Ilyas. Ia segera masuk ke dalam menuju ruangan Ilyas. Sampai di depan ruangan Ilyas, Maysa mendengar Ilyas sedang berbicara dengan keras kepada Kavin.


" Kavin jangan merengek seperti anak kecil! Cepat makanlah!" Ucap Ilyas.

__ADS_1


" Kavin tidak mau makan, Kavin maunya sama Mommy." Sahut Kavin.


" Mommymu sedang sibuk bekerja Kavin, jadi menurutlah. Setidaknya untuk kali ini saja." Ujar Ilyas.


" Kavin mau mommy Daddy, dari kemarin Kavin tidak bertemu mommy. Kavin mau di suapin sama mommy." Ujar Kavin.


" Bagaimana kalau Tante suapin, pasti akan terasa lebih nikmat." Ucap seorang wanita yang Maysa yakini sekretaris Ilyas.


" Kavin tidak mau, Kavin maunya sama mommy titik." Kukuh Kavin.


" Terserah kamu mau makan atau tidak, Daddy banyak pekerjaan." Ucap Ilyas.


" Resi lanjutkan pekerjaanmu, nanti kalau Kavin lapar pasti dia makan sendiri." Ucap Ilyas.


" Baik Pak." Sahut Resi.


Maysa yang mendengar ucapan Ilyas hanya bisa menghela nafasnya dalam dalam. Ia tahu jika Ilyas dalam keadaan emosi saat ini, itu sebabnya ia membiarkan Kavin begitu saja.


Ceklek...


Maysa membuka pintunya, Kavin menoleh ke arahnya.


" Mommy." Pekik Kavin berlari menghampiri Maysa.


Ilyas dan Resi menoleh ke pintu.


" Mommy juga kangen sama kamu sayang, maafkan mommy yang telah mengabaikanmu selama dua hari ini." Ucap Maysa menciumi wajah Kavin.


Maysa menggandeng Kavin menuju sofa. Keduanya bersebelahan duduk di sana.


" Mas aku...


" Resi ayo kita ke ruang rapat, rapat segera di mulai." Ucap Ilyas beranjak dari kursi kebesarannya.


" Iya Pak." Sahut Resi.


Ilyas berjalan menuju pintu di ikuti Resi di belakangnya.


" Mas aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Maysa.


Ilyas tidak bergeming, ia membuka pintu tanpa menghiraukan Maysa.


" Satu langkah Mas maju, maka Mas akan kehilangan aku untuk selamanya."


Ucapan Maysa berhasil membuat Ilyas menghentikan langkahnya.


" Kau pergilah dulu! Saya akan menyusul." Ucap Ilyas menatap Resi.

__ADS_1


" Baik Pak." Sahut Resi keluar ruangan.


Ilyas berjalan menghampiri Kavin dan Maysa. Ia duduk di depan Maysa sambil terus menatapnya.


" Kavin istirahatlah di kamar daddy, ada sesuatu yang ingin mommy bicarakan pada daddymu." Ujar Maysa menatap Kavin.


" Oke Mom." Sahut Kavin tanpa bantahan. Ia masuk ke kamar pribadi Ilyas lalu menutup kembali pintunya.


" Setelah kau membuat Mas kesal sekarang kau berani mengancam Mas." Ucap Ilyas melipat kedua tangan di depan dadanya.


" Aku terpaksa karena aku tidak suka Mas abaikan." Sahut Maysa.


" Lalu bagaimana dengan yang kau lakukan pada Mas dan Kavin? Kau sibuk mengurus pria lain hingga kau lupa dengan suami dan putramu. Bahkan wali kelas Kavin sampai menelepon Mas untuk menjemputnya karena beliau meneleponmu tapi kamu tidak mengangkatnya. Kemana ponselmu itu Maysa?" Tanya Ilyas penuh penekanan.


" Aku minta maaf, aku memang tidak membuka ponselku dari pagi dan kebetulan ponselku aku silent. Tapi aku berusaha untuk menjemput Kavin ke sekolah meskipun itu terlambat. Walaupun aku menemani pria lain tapi aku tidak lupa dengan anak dan suamiku." Ujar Maysa menatap Ilyas.


" Aku akan tetap menjadi istri dan ibunya Kavin sepenuhnya. Aku hanya memberikan waktu senggangku kepada Satya karena aku berniat untuk membantunya. Demi rasa kemanusiaan aku harap Mas tidak keberatan akan hal itu. Kau juga akan berusaha untuk tidak terlalu dekat dengannya. Jika kondisinya sudah memungkinkan aku akan memberitahu dia yang sebenarnya. Apa Mas tidak keberatan akan hal ini?" Tanya Maysa.


" Sepertinya pendapat Mas tidak di perlukan di sini, bukankah kamu sudah membuat keputusan sendiri? Jadi lakukan apa yang menurutmu benar." Ucap Ilyas cuek membuat Maysa merasa kesal.


Maysa mendekati Ilyas, ia duduk di pangkuan Ilyas membuat jantung Ilyas berdebar sangat kencang. Maysa mengalungkan tangannya ke leher Ilyas. Keduanya saling melempar pandangan.


" Mas kalau cemburu tambah ganteng deh, mirip seperti ABG." Ucap Maysa mengelus pipi Ilyas.


Ilyas memejamkan matanya saat gelenyar aneh menjalar di hatinya.


" Aku suka Mas yang seperti ini. Akan aku buat Mas cemburu setiap harinya." Ucapan Maysa sontak membuat Ilyas membuka matanya.


" Tidak mau. Yang ada nanti Mas akan kelihatan cepat tua sayang." Ujar Ilyas.


" Memang Mas udah tua kan? Nggak nyadar apa." Cibir Maysa.


" Akan Mas tunjukkan apa itu tua yang sebenarnya." Ucap Ilyas.


" Bagaimana caranya?" Tanya Maysa menantang.


Ilyas menahan tengkuk Maysa, ia mengecup bibir Maysa dengan lembut. Maysa membuka sedikit mulutnya membuat Ilyas leluasa mengekspos setiap inchinya. Suara decapan memenuhi ruangan Ilyas.


Ingin memberi kejutan pada Ilyas, Maysa membalas ciuman Ilyas. Ia menggigit pelan bibir bawah Ilyas. Ilyas nampak tersenyum, keduanya saling membelitkan lidah membuat ciuman mereka kali ini terasa begitu indah.


Amarah yang terpendam di hati Ilyas kini luruh sudah. Hatinya menjadi berbunga mendapat perlakuan manis dari Maysa. Tak terasa ada yang tegak di bawah sana.


" Sayang kau harus bertangung jawab karena telah membuat adek kecil Mas bangun, Mas tunggu nanti malam." Bisik Ilyas.


" Akan aku berikan." Sahut Maysa.


Keduanya kembali berciuman menikmati indahnya di mabuk cinta.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2