
" Sebelumnya aku minta maaf, bukan karena aku tidak mau memahami keadaan kalian berdua tapi aku punya alasan sendiri untuk semua ini." Ercha menghela nafasnya pelan.
" Sebenarnya aku baru di tinggal kekasihku."
Deg...
Ucapan Ercha membuat mereka bertiga terkejut. Mereka menatap Ercha sambil melongo, begitupun dengan Aksa. Jantungnya terasa berdetak sangat kencang. Ia tidak menyangka jika Ercha pernah memiliki kekasih.
" Samuel pria yang menjadi kekasihku selama tiga tahun telah berkhianat dengan sahabatku sendiri. Saat aku bertanya apa alasannya mengkhianatiku, dia mengatakan karena dia muak dengan sifatku. Dia tidak menyukai sikapku yang childish, manja dan keras kepala. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku punya sifat seperti itu. Sejak aku di tinggal kedua orang tuaku, aku merasa membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang yang aku sayang. Dan aku menemukan semua itu dari dalam diri Samuel." Ercha kembali menghela nafasnya pelan.
" Awalnya aku percaya dengan alasannya karena aku menyadari memang itulah sifatku, tapi setelah aku selidiki ternyata dia mendekatiku hanya karena uangku saja. Selama ini dia tidak benar benar mencintaiku. Dia hanya menjadikan aku mesin ATM untuk membelikan apa yang kekasihnya mau."
Aksa nampak menganggukkan kepala. Mereka bertiga tidak ada yang berani menyela ucapan Ercha.
" Saat aku tahu semua itu aku langsung memutuskan hubungan dengannya. Saat itu dia menolak, dia tidak mau putus denganku tau aku tetap pada pendirian ku. Hal itu membuatnya sangat marah dan dia mengatakan hal yang sangat melukai harga diriku. Dia bilang kalau tidak akan ada pria yang mau menerimaku, dia bilang aku tidak akan pernah menikah selamanya jika tidak dengannya. Perkataannya membuat teman teman menertawakan aku, dan aku bersumpah di depan mereka semua kalau aku pasti akan mendapat pria itu. Pria yang bisa menyayangi dan mencintaiku apa adanya, pria yang selalu sabar menghadapi sikapku dan pria yang akan selalu memberikan perhatian dan waktunya untukku. Itulah sebabnya aku ingin acara pesta yang mewah agar aku bisa menunjukkan kepada mereka semua bagaimana seseorang bisa mencintaiku dengan sepenuh hati dan menerimaku apa adanya." Ucap Ercha.
" Mas Aksa." Ercha menatap Aksa begitupun sebaliknya.
" Aku memang memanfaatkan kesempatan ini dengan menerima pernikahan ini, tapi perlu kau tahu kalau aku tidak akan pernah memanfaatkanmu. Aku akan berusaha untuk serius dalam hubungan ini, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu walaupun aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya atau tidak. Untuk itu aku mohon bimbinganmu untuk menuntun aku menjadi manusia yang baik dan mandiri." Ucap Ercha.
" Tentu saja aku akan melakukannya untuk kita berdua. Kau jangan khawatir! Aku akan menjadi pasangan sesuai apa yang kamu mau. Tapi bagaimana mengenai perasaanmu pada mantan kekasihmu itu?" Tanya Aksa menatap Ercha.
Ercha tersenyum manis kepada Akaa membuat hati Aksa seperti tersihir.
" Saat ini aku tidak punya perasaan apa apa untuknya, baik itu perasaan cinta ataupun benci. Dia sudah lagi memengaruhi hidupku seperti dulu lagi. So dont worry!" Sahut Ercha.
Entah kenapa Aksa nampak begitu lega mendengar jawaban Ercha.
" Sekarang aku tahu perasaanmu Ercha, kalau begitu aku akan mendukungmu. Kita akan buat perhitungan untuk pria yang telah menyakitimu. Aku akan ikuti konsep pertunangan darimu. Mari kita bertunangan dan menikah di hari yang sama." Ucap Rega menatap Ercha.
__ADS_1
" Terima kasih sudah mengerti aku, tapi untuk memberikan pelajaran pada Samuel, aku rasa kau tidak perlu terlibat dalam hal ini. Aku bisa mengatasinya sendiri karena aku tidak mau sampai Samuel menyakitimu." Ujar Ercha.
" Tidak Ercha, sebagai saudara aku akan tetap membantumu. Aku akan membantumu jika kamu dalam kesulitan." Ucap Rega.
" Baiklah terserah kau saja, dan aku ucapkan terima kasih sebelumnya." Sahut Ercha.
" Sekarang masalah kita sudah clear, berarti kita sama sama mengadakan pesta pertunangan minggu depan." Ucap Aska.
" Oke." Sahut Ercha.
" Berbahagialah kita. Ayo kita bantu Abang dan kakak ipar memasak!" Ajak Aska.
" Tapi aku tidak bisa." Ucap Ercha.
" Aku akan mengajarimu, kau pasti bisa. Ayo!" Aksa menarik tangan Ercha menuju dapur.
Hari ini tiba hari pertunangan si kembar dan pasangannya. Pertunangan di langsungkan di sebuah ballroom hotel ternama di kota itu. Banyak tamu undangan yang datang dari dua belah pihak keluarga membuat suasana pertunangan kali ini terlihat meriah. Aksa dan Aska berdiri di depan dengan pasangan masing masing. Para tamu bergantian mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
Sampai tatapan Ercha tertuju pada Samuel dan teman temannya yang berjalan menghampirinya. Melihat wajah Samuel, Ercha mengepalkan erat tangannya.
" Apa ini Ercha? Apa kau sengaja mengundang kami untuk memperlihatkan jika kau telah menemukan pria yang bisa mencintaimu dan menerimamu apa adanya?" Tanya Samuel menatap sinis ke arah Ercha.
" Sebagai seseorang yang pernah menjadi donatur dalam hidupmu, setidaknya aku bisa menghargaimu kan? Aku tidak menaruh kebencian ataupun dendam kepadamu setelah apa yang kau lakukan padaku." Sahut Ercha tak kalah sinis.
" Baiklah aku ucapkan terima kasih dan selamat atas pertunanganmu ini." Ucap Samuel.
" Kembali kasih karena telah memenuhi undanganku." Ucap Ercha menatap Samuel yang saat ini menggenggam tangan Lupi. Sahabat yang menusuk Ercha dari belakang.
Samuel menepuk bahu Aksa.
__ADS_1
" Dengarkan aku bro!" Samuel menatap Aksa.
" Kau akan lelah menghadapi sifat dan sikapnya. Aku beri tahunya, sebagai wanita dia terlalu cerewet dan manja, dia selalu bersikap ke kanak kanakan membuat semua pria muak kepadanya." Ucap Samuel.
" Aku justru menyukai sifatnya yang seperti itu." Sahut Aksa membuat Samuel melongo.
" Jika dia cerewet itu pertanda dia menunjukkan perhatiannya padaku, jika dia bersikap manja itu pertanda dia membutuhkan perhatianku. Jika dia bersikap childish itu tandanya dia membutuhkan kasih sayangku. Dan semua itu dia lakukan karena dia ingin menghargai kehadiranku dengan bergantung padaku. Dia menjadikan aku istimewa dengan menjadikan aku orang nomer satu dalam hidupnya. Itulah sifat wanita yang aku cari selama ini." Ucap Aksa membuat Ercha terharu.
" Sepertinya kau terlalu terburu buru menyimpulkan arti sikapnya kepadamu selama ini hingga kau salah mengartikannya. Harusnya kau beruntung sebagai pria yang dia cintai bung, dia hanya membutuhkan waktu, cinta, perhatian dan kasih sayangmu bukan membutuhkan harta ataupun uangmu seperti para wanita sekarang ini." Ucap Aksa melirik Lupi.
Skak mat...
Samuel di buat mati kutu oleh ucapan Aksa.
" Tapi apapun yang kau simpulkan aku tidak peduli. Aku justru berterima kasih karena kau telah menyia-nyiakan gadis seperti Ercha sehingga aku bisa menemukannya. Aku tidak hanya menerimanya apa adanya tapi aku akan mencintai dan menyayanginya segenap jiwa dan raga karena bagiku Ercha begitu istimewa." Ucap Aksa.
" Sekali lagi terima kasih, silahkan nikmati pesta dan hidangannya. Aku harap kalian tidak pergi dengan perut kosong." Sambung Aksa.
Samuel pergi meninggalkan mereka dengan kesal. Ia merasa semua ucapan Aksa ada benarnya. Selama ini Ercha tidak pernah mengeluhkan uang padanya.
" Terima kasih Mas kau telah membalas hinaannya kepadaku." Ucap Ercha.
" Tidak perlu berterima kasih, sudah kewajibanku untuk melindungimu." Ucap Aksa.
Ercha tersenyum bahagia.
" Semoga aku akan hidup bahagia bersamanya."
TBC....
__ADS_1