TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
THE LAST BONCHAP


__ADS_3

Satu tahun berlalu, ketiga menantu keluarga Wilson telah melahirkan anak anak yang lucu. Maysa melahirkan seorang putra yang bernama Evano Zayn Lambyyan yang saat ini berusia enam bulan. Ercha melahirkan seorang putri yang bernama Fara Adina Wilson yang berusia lima bulan. Sedangkan Rega melahirkan seorang putri yang baru berusia tiga bulan yang bernama Mahira Wilson. Ketiga menantu Wilson selalu berkumpul membiarkan anak anak mereka bermain bersama walaupun masih guling guling di atas kasur busa saja.


Pagi ini di dalam kamar Ercha terjadi keributan lagi seperti hari hari sebelumnya, apalagi jika bukan masalah babby Fara.


" Mas Fara pup nih, buruan gantiin popoknya." Teriak Ercha.


" Iya sayang tunggu sebentar lagi." Sahut Aksa dari dalam kamar mandi.


" Buruan Mas!! Keburu Fara tidak nyaman nanti." Ujar Ercha kembali berteriak.


" Iya iya."


Ceklek...


Aksa segera keluar dari kamar mandi menghampiri Fara di ranjang.


" Sayang seharusnya kamu juga harus belajar mengganti popok Fara, jadi kamu tidak perlu menelepon aku kalau aku nggak di rumah." Ujar Aksa membuka popok yang di pakai Fara.


" Nggak mau, kalau dia pipis aku masih mau tapi kalau pup aku nggak mau. Aku jijik Mas." Ucap Ercha menekan hidungnya. Ia segera keluar dari kamarnya.


" Selalu saja begitu." Gerutu Aksa menghentikan langkah Ercha


" Nggak usah menggerutu, dia anakmu kan? Katanya kamu mau andil mengurusnya, sekarang anggap saja kamu sedang melakukan itu." Ucap Ercha yang masih berdiri di depan pintu.


" Iya iya sayang, maaf." Ucap Aksa.


Aksa membawa Fara ke kamar mandi, dengan telaten ia menceboki Fara sampai bersih.


" Sekarang anak papi sudah bersih, sudah wangi juga. Tinggal pakai diapers yang baru." Ujar Aksa menggendong Fara.


Setelah selesai memakaikan diapers kepada Fara, Aksa membawa Fara turun ke bawah menyusul Ercha yang sedang duduk bersama Rega di ruang tengah.


" Udah Mas?" Tanya Ercha.


" Udah." Sahut Aksa.


" Bersih nggak?" Tanya Ercha memastikan.


" Ya bersihlah sayang, kalau tidak percaya tanya Rega. Dia pasti tahu bersih dan tidaknya." Ujar Aksa.


" Jadi maksudmu aku tidak tahu mana yang bersih atau tidak begitu?" Selidik Ercha menatap Aksa.


" Bukan begitu sayang, tapi...

__ADS_1


" Sama aja." Cebik Ercha cemberut.


" Enggak sayang, kamu juga tahu jika hanya hal itu. Sekarang aku mau berangkat kerja dulu, kamu jagain Fara dengan baik." Ucap Aksa memberikan Fara pada Ercha.


Cup...


Aksa mencium kening Ercha.


" Hati hati! Pulangnya jangan kesorean, nanti tidak ada yang mandiin Fara." Ujar Ercha mencium punggung tangan Aksa.


" Iya sayang tenang saja! Jangan khawatir!" Sahut Aksa.


" Papi berangkat dulu ya sayang." Ucap Aksa mencium pipi Fara


" Mahira Papi berangkat dulu ya." Ucap Aksa mencium pipi Mahira.


" Oke Papi, hati hati." Ucap Rega.


Aksa berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Sayang Papa berangkat dulu, hari ini Papa pulangnya agak sore ya karena ada rapat menjelang evaluasi akhir semester." Ucap Aska menghampiri mereka.


" Iya Mas hati hati." Sahut Rega menyalami Aska dengan takzim.


" Siap Pa." Sahut Rega.


Aska beralih mencium pipi Fara.


" Papa kerja dulu ya sayang, nanti sore kita main bersama sama lagi." Ujar Aska menoel pipi gembul Fara.


" Oke Pa. Dadah... " Sahut Ercha.


Begitulah keseharian keluarga Wilson yang nampak sangat harmonis. Mereka selalu bersatu dalam segala hal. Mereka juga tidak membeda bedakan anak anak mereka. Jika Aska, Aksa ataupun Ilyas membelikan mainan untuk kandung mereka, maka mereka juga akan membelikan mainannya untuk kedua anak mereka yang lainnya.


Rumah keluarga Wilson nampak ramai dengan suara tawa dan tangis anak anak. Nyonya Alexa dan tuan Frans benar benar merasa bahagia.


" Assalamu'alaikum." Ucap Maysa masuk ke dalam sambil menggendong Babby Vano.


" Wa'alaikumsallam, halo bang Vano." Ucap Ercha.


" Hallo dedek Fara, halo dedek Hira." Sapa Maysa.


" Mam... Mam... Mam... " Celoteh Vano.

__ADS_1


" Abang Vano mau mamam?" Tanya Rega.


" Iya maunya sih gitu, kalau pegang apa apa langsung di masukin ke mulut. Tapi nanti nunggu tujuh bulan baru aku kasih makan." Ujar Maysa.


" Iya Kak, selama enam bulan lebih baik di beri asi saja. Biar kekebalan tubuhnya bagus, apalagi sekarang banyak penyakit aneh." Ucap Rega.


" Iya." Sahut Maysa.


Maysa ikut duduk di lantai beralaskan kasur lantai. Ia mendudukkan Vano lalu memberikan mainan lunak padanya.


" Mam.. Mam.. Mam.. " Vano menggigir gigit mainan karetnya.


" Aaahhh." Teriak Fara tiba tiba sambil menggejolkan kakinya.


" Apa sayang hmm? Kamu juga mau ikut ngomong seperti bang Vano?" Ercha menatap Fara. Fara tersenyum memamerkan gusinya yang baru mulai tumbuh gigi.


Nyonya Alexa yang baru turun dari kamarnya ikut bergabung dengan mereka.


" Duh cucu cucu Oma sudah besar sekarang. Sebentar lagi Vano bisa melangkah, terus di susul Fara. Dan Hira bisa tengkurap sendiri. Tidak terasa nanti satu tahun lagi mereka susah bisa berjalan sambil berlari lari." Uajr nyonya Alexa.


" Iya Mi, semoga kita bisa selalu bersama seperti sekarang ini. Besok kalau mereka sudah dewasa, kita berkumpul dengan membawa cucu ha ha ha. Aku tidak bisa membayangkannya Mi." Ujar Ercha.


" Dan saat itu tiba, mungkin Mami sudah tiada." Ucap nyonya Alexa membuat semuanya diam.


" Walaupun Mami sudah tiada, Mami selalu berharap kalian bisa menjaga keutuhan keluarga kita. Jangan sampai keluarga kita terpecah belah suatu hari nanti. Buatlah keluarga kita tetap utuh seperti sekarang dengan anggota keluarga yang lebih banyak dari ini. Tetap jaga silahturahmi walaupun suatu hari nanti kalian akan terpisah karena harus pindah ke suatu tempat misalnya." Tutur nyonya Alexa.


" InsyaAllah kami akan menjaganya Mi. Aku sebagai menantu tertua akan berusaha memberi contoh dan membimbing adik adikku agar kami tidak terpisahkan." Sahut Maysa.


" Bagus Maysa, jika suatu hari nanti ada masalah yang menimpa keluarga kita, Mami harap kalian bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan dan mengembalikan keutuhan keluarga kita." Ucap nyonya Alexa.


" Iya Mi." Sahut mereka bertiga.


Begitulah nyonya Alexa mendidik putra putrinya, sejatinya silahturahmi itu sangat penting. Sebuah keluarga akan terpecah tanpa adanya silahturahmi yang baik, jika itu terjadi mereka akan hidup menjadi diri sendiri tanpa memikirkan saudara mereka. Apakah salah satu saudara mereka membutuhkan bantuan atau tidak, mereka tidak akan peduli. Begitulah pemikiran nyonya Alexa. Oleh sebab itu ia selalu berusaha untuk menyatukan keluarga anak anaknya.


...TAMAT ...


Author sudah menyiapkan karya baru untuk kalian semua dengan judul " Terpaksa Menikahi Pria Tua". Dimana seorang gadis berusia dua puluh tahun di paksa menikahi pria berumur empat puluh tahun. Bagaimana keseruan pernikahan beda usia itu?


Jangan lupa mampir di sana ya...


Bye... Bye....


__ADS_1


__ADS_2