TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
THE LAST


__ADS_3

" Kemana Mas? Apa kau melakukan kesalahan lagi sehingga kau tidak bisa menjawab pertanyaanku?" Selidik Maysa.


" Se... Sebenarnya kalau malam Mas tidur di sini."


" Apa?" Tanya Maysa mengerutkan keningnya.


" Tidur di sini dimana maksudmu Mas?" Maysa bertanya lagi.


" Ya di sini, di kamar ini dan di kasur ini." Sahut Ilyas.


" Di kamar ini? Bagaimana bisa? Jangan mengarang cerita yang tidak masuk akal Mas, aku tidak akan mempercayainya." Ucap Maysa ketus.


" Bukankah mama selalu melarangmu untuk mengunci pintu dengan alasan supaya mama bisa masuk sewaktu waktu untuk memastikan keadaanmu?" Ujar Ilyas menatap Maysa. Maysa menganggukkan kepalanya.


" Lalu?" Tanya Maysa.


" Sebenarnya mama sengaja memberi jalan untuk Mas, bukan untuk mama sendiri. Mas yang setiap malam masuk ke kamarmu setelah kamu tidur, Mas tidur sambil memelukmu. Sesekali Mas berbicara dengan anak dalam kandunganmu dan Mas akan pulang dini hari sebelum kamu bangun." Terang Ilyas.


Maysa melongo membuka sedikit mulutnya. Ia tidak menyangka jika Ilyas dan mamanya telah memperdayainya selama ini.


" Bagaimana bisa Mas Ilyas berbuat curang seperti ini? Pantas saja dia tidak pernah meneleponku untuk sekedar menanyakan kabarku ataupun mengatakan rindu padaku, ternyata dia tidak menahan rindu seperti aku menahannya selama ini karena dia telah melihatku setiap malam." Ujar Maysa dalam hati.


Maysa naik ke atas ranjang berbaring di samping Kavin memunggungi Ilyas. Ilyas mengikuti Maysa, ia berbaring di belakang Maysa sambil memeluknya dari belakang.


" Maaf sayang Mas membuat kesalahan lagi." Ucap Ilyas menyusupkan wajahnya di tengkuk Maysa.


" Mas tidak kuasa menahan rindu di dalam hati Mas untukmu, Mas tidak punya cara lain selain menyusup ke kamarmu. Sebenarnya Mas ingin menemuimu langsung tapi Mas tidak mau membuatmu semakin marah pada Mas. Maafkan Mas, Mas telah mencurangimu." Ucap Ilyas mengeratkan pelukannya.


Maysa diam saja, ia bingung mau berbicara apa. Sejujurnya ia merasa senang bisa sedekat ini dengan Ilyas. Rasa rindu yang membuncah di dalam hatinya selama satu minggu ini seolah terobati sudah.


" Jawab pertanyaan Mas dengan jujur sayang! Apa kamu juga merindukan Mas selama satu minggu ini?" Tanya Ilyas merapikan anak rambut Maysa ke telinga. Maysa tidak bergeming, ia terlalu malu untuk jujur pada Ilyas.


" Kenapa diam saja hmm? Apa kamu malu untuk mengakuinya?" Tanya Ilyas.


" Baiklah tidak perlu di jawab, Mas sudah tahu jawabannya. Mas tahu jika kamu juga merindukan Mas. Mas sangat merindukanmu sayang." Ucap Ilyas menciumi kepala Maysa.


" Sekarang tidurlah! Mas akan memelukmu malam ini seperti malam malam selanjutnya. Sepertinya kamu benar benar merindukan Mas sampai sampai kamu tidak bisa berbicara apa apa. Kita akan melanjutkan obrolan kita besok pagi. Selamat malam, semoga mimpi indah." Ucap Ilyas.


...****************...


Maysa mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk ke kamarnya melalui celah celah korden. Ia menatap ke sisi kanan dan kirinya yang nampak kosong.

__ADS_1


" Kemana mas Ilyas dan Kavin? Apa semalam hanya mimpi saja?" Gumam Maysa menyandarkan punggungnya pada headboard.


Ceklek....


" Pagi menjelang siang sayang." Sapa Ilyas masuk ke dalam menghampiri Maysa sambil membawa nampan berisi makanan.


Maysa menatap jam yang menempel pada dinding yang menunjukkan pukul sepuluh pagi.


" Astaga aku kesiangan." Ujar Maysa.


" Karena terlalu nyaman kamu tidur di pelukan Mas, kamu sampai bangun kesiangan dan melewatkan sarapan. Tapi tidak apa apa, Mas sudah membawakan sarapan untukmu." Ucap Ilyas duduk di tepi ranjang.


" Kemana Kavin Mas?" Tanya Maysa menatap Ilyas.


" Kavin sedang jalan jalan bersama mama dan papa. Sekarang cuci muka dulu, terus sarapan. Setelah itu kau bisa langsung mandi." Ujar Ilyas.


" Baiklah." Sahut Maysa turun dari ranjang.


" Mas bantu." Ucap Ilyas.


" Tidak usah Mas, aku bisa sendiri." Ujar Maysa.


" Mas tidak mau kamu kenapa napa." Ucap Ilyas.


Setelah itu Ilyas kembali menuntun Maysa kembali ke ranjang.


" Di sofa aja Mas." Ucap Maysa.


" Baiklah." Sahut Ilyas.


Maysa duduk di sofa, Ilyas mengambil makanan yang ia letakkan di atas ranjang.


" Sekarang makanlah supaya dedek bayinya dan kamu sama sama sehat." Ucap Ilyas menyodorkan sesendok makanan ke mulut Maysa.


" Aku bisa sendiri Mas." Ucap Maysa.


" Biarkan Mas menyuapimu, sekarang makanlah!" Sahut Ilyas.


Maysa membuka mulutnya menerima suapan Ilyas. Ia mengunyah makanan sambil menatap Ilyas.


" Kenapa menatap Mas seperti itu? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? Kalau ada katakan saja!" Ucap Ilyas menatap Maysa.

__ADS_1


" Tidak ada Mas, aku tidak mau mengatakan apa apa." Sahut Maysa kembali menerima suapan dari Maysa.


" Baiklah jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan, Mas menganggap jika kamu sudah memaafkan Mas dan mau kembali menjadi istri Mas seutuhnya." Ucap Ilyas.


" Terserah apa yang kau pikirkan Mas. Yang jelas saat ini aku tidak mau memikirkan apapun. Akan aku jalani kehidupan ini sesuai jalan takdir Tuhan." Ujar Maysa.


" Baiklah, nanti malam ikut pulang ke rumah sama Mas." Ucap Ilyas.


" Baiklah." Sahut Maysa membuat Ilyas menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.


" Terima kasih Tuhan, Engkau telah meluluhkan hati istri hamba. Semoga setelah ini tidak akan ada lagi batu sandungan dalam. rumah tangga kita sayang." Ujar Ilyas dalam. hati.


" Semoga keputusanku sudah benar, bagaimanapun aku adalah istrinya. Aku harus kembali pada keluarga kecilku. Lagian semua permasalahan sudah jelas, jadi aku tidak perlu mengikuti egoku lagi. Aku harus memikirkan Kavin dan anak dalam kandunganku ini. Semoga ke depannya kami bisa hidup bahagia tanpa adanya masalah yang kembali menghadang dalam rumah tangga kami. Amin." Batin Maysa.


Maysa makan dengan lahap, entah karena lapar atau karena di suapin oleh Ilyas.


" Masih mau makan lagi?" Tawar Ilyas setelah Maysa menghabiskan makanannya.


" Sudah Mas, aku sudah kenyang." Sahut Maysa.


" Apa selama ini kau tidak makan dengan baik?" Tanya Ilyas menatap Maysa.


" Bagaimana dengan Mas? Apa Mas Ilyas bisa makan dengan baik selama kepergianku?" Maysa balik bertanya.


" Tidak sayang, Mas tidak makan dengan baik. Mas tidak bisa lagi tidur dengan nyenyak. Mas tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, Mas tidak bisa lagi merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam kehidupan ini selama kepergianmu. Selama ini Mas merasa dunia Mas hancur, kebahagiaan Mas runtuh begitu saja. Mas benar benar menyesali kebodohan Mas yang telah membuatmu menderita." Ucap Ilyas.


Ilyas menggenggam tangan Maysa lalu menciumnya.


" Maafkan Mas yang selalu menyakiti hatimu, baik itu Mas sadari ataupun tidak Mas sadari. Mas berjanji tidak akan melakukan hal tanpa sepengetahuanmu lagi. Maafkan Mas sayang." Ucap Ilyas.


" Aku memaafkanmu Mas, tapi aku berharap kau bisa menepati janjimu. Aku tidak mau lagi ada perdebatan di antara kita ke depannya. Aku ingin kita hidup bahagia selamanya." Ucap Maysa.


" Mas berjanji sayang, terima kasih telah memberikan Mas kesempatan lagi. Mas menyayangimu." Ucap Ilyas menarik Maysa ke dalam pelukannya.


" Aku juga menyayangimu Mas." Sahut Maysa


Keduanya nampak begitu bahagia bisa kembali bersatu seperti impian mereka selama ini. Mereka akan menjadikan semua masalah yang pernah menimpa rumah tangga mereka sebagai ujian hidup yang menghiasi hubungan mereka.


...THE END... ...


Author ucapkan banyak banyak terima kasih kepada kalian semua yang telah menemani author dari awal hingga akhir. Terima kasih atas dukungannya, terima kasih atas waktunya dan terima kasih atas doa kalian semua. Salam sehat dan sukses selalu dari author....

__ADS_1


Bye bye....


Miss U all....


__ADS_2