TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
SIKAP ILYAS


__ADS_3

Setelah Maysa memanggil dokter, dokter segera memeriksa Satya.


" Tuan Satya, apa anda ingat apa yang anda lakukan terakhir kali?" Tanya dokter memastikan sesuatu.


Satua nampak sedang mengingat sesuatu.


" Ya.. Terakhir kali aku berjanji pada kekasihku untuk menikahinya, aku berencana untuk bertemu dengan orang tuanya dan melamarnya dalam waktu dekat ini." Ucap Satya menggenggam tangan Maysa. Maysa masih mencoba memahami apa yang terjadi pada Satya.


" Setelah itu apa pagi yang anda ingat?" Tanya dokter lagi.


" Aku tidak ingat apa apa lagi, tiba tiba saat aku membuka mata aku berada di sini. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku."


Jeduarrrr...


Bagai di sambar petir di siang bolong, Maysa benar benar terkejut mendengar ucapan Satya. Bagaimana bisa Satya hanya mengingat kejadian setahun yang lalu? Pikir Maysa.


" Kapan kejadian itu berlangsung Nona?" Tanya dokter menatap Maysa.


" Satu tahun lalu." Sahut Maysa lirih. Dokter menganggukkan kepalanya.


Maysa menyentuh lengan Satya sambil menatapnya.


" Satya apa kau tidak ingat apa yang terjadi setelah itu? Apa kau tidak ingat jika kau sudah bertemu dengan kedua orang tuaku dan tentang hubungan kita yang tidak di restui oleh papaku? Apa kau tidak ingat semua itu? Apa kau juga lupa kalau aku sudah menikah dengan orang lain?" Tanya Maysa menatap Satya. Sontak Satya nampak terkejut mendengar ucapan Maysa.


" Me... Menikah? Kamu menikah dengan orang lain?" Tanya Satya memastikan. Maysa menganggukkan kepalanya.


" Iya Sat, aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu." Sahut Maysa.


Satya mencoba mengingatnya namun ia tidak bisa mengingat apapun. Tiba tiba..


" Awh." Pekik Satya memegangi kepalanya.


" Awh sayang, kepalaku sakit sekali. Ya Tuhan rasanya mau pecah." Ucap Satya mencengkeram rambutnya sendiri berharap rasa sakit itu akan berkurang.


" Jangan di paksakan tuan Satya!" Ucap dokter.


" Satya kamu kenapa?" Tanya Maysa cemas. Maysa menatap dokter.


" Dokter apa yang terjadi pada Satya? Apa mungkin Satya mengalami amnesia?" Tanya Maysa memastikan.


" Iya Nona, sepertinya tuan Satya memang kehilangan ingatan tentang memori barunya, ia hanya bisa mengingat kenangan lama saat dia bersama anda Nona." Terang dokter.


" Ya Tuhan... Kasihan sekali kamu Sat." Gumam Maysa.

__ADS_1


" Maysa sayang kepalaku sakit banget, Arghh.... ." Ucap Satya menggenggam erat tangan Maysa.


" Aku harus apa Sat untuk mengurangi rasa sakit itu?" Tanya Maysa bingung. Ia tidak tega melihat Satya yang kesakitan seperti itu.


" Elus kepalaku sayang! Mungkin rasa sakitnya akan hilang." Ujar Satya.


" Baiklah." Sahut Maysa.


Maysa tidak hanya mengelus kepala Satya tapi ia juga memijatnya dengan pelan, perlahan Satya tidak merintih lagi, sepertinya ia tertidur dengan lelap atau mungkin tidak. sadarkan diri.


" Dokter apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi permasalahan ini?" Tanya Maysa meminta saran.


" Saya sarankan untuk tidak memaksanya untuk mengingat memorinya Nona, itu bisa berakibat fatal untuknya bahkan jika tuan Satya tidak kuat, bisa berakibat kematian Nona." Ujar dokter.


" Apa itu artinya saya harus membiarkan Satya menganggapku sebagai kekasihnya?" Tanya Maysa lagi.


" Iya Nona. Saat ini ingatan tuan Satya hidup dalam waktu satu tahun yang lalu, saya yakin lambat laun ingatannya akan pulih karena saya melihat amnesia yang di alami tuan Satya bukan amnesia permanen. Masih ada harapan untuknya sembuh Nona. Saya akan memberikan obat terbaik untuk mengurangi rasa sakit yang akan di timbulkan akibat masalah ini." Terang dokter.


Maysa terlihat mengangguk anggukkan kepalanya.


" Sepertinya aku akan terlibat jauh dengan kondisi Satya saat ini. Apa Mas Ilyas akan mengijinkan aku untuk tetap menjaga Satya sampai dia sembuh? Aku rasa tidak.. Dia pasti akan marah jika mengetahui ini. Seandainya dia setuju pasti akan ada drama panjang kali lebar kali tinggi. Hah... Sepertinya aku harus berusaha keras untuk membujuknya." Ujar Maysa dalam hati.


" Baiklah Nona kalau begitu saya permisi." Ucap dokter.


" Silahkan dok, terima kasih." Ucapan Maysa.


Tak lama tuan Hendra masuk ke dalam.


" Maysa, Om lihat dokter baru keluar dari sini. Apa terjadi sesuatu dengan Satya?" Tanya tuan Hendra berdiri di samping ranjang.


" Iya Om, terjadi sesuatu pada Satya." Sahut Maysa. Maysa menatap wajah pucat Satya.


" Kenapa kamu mengelus elus kepala Satya? Apa..." Tuan Hendra menjeda ucapannya.


" Iya Om, baru saja Satya sadar dari komanya."


" Alhamdulillah." Ucap tuan Hendra.


" Satya mengalami amnesia Om, dia kehilangan ingatan barunya. Yang dia ingat kejadian satu tahun lalu saat dia masih bersamaku."


Ucapan Maysa membuat tuan Hendra sangat terkejut.


" A.. Amnesia?" Tanya tuan Hendra memastikan jika pendengarannya tidak salah.

__ADS_1


" Iya Om. Dia mengira aku masih menjadi kekasihnya, saat aku coba memberitahu semuanya dia malah mengeluh sakit pada kepalanya. Dokter menyarankan untuk tidak memaksanya mengingat semuanya dulu." Ujar Maysa.


" Dengan begitu Om akan semakin merepotkanmu Maysa." Ujar tuan Hendra.


Maysa menghela nafasnya pelan.


" Aku sih tidak masalah Om, tapi bagaimana dengan suami dan putraku? Mereka pasti tidak mau di tinggal terlalu lama." Ujar Maysa.


" Kau tidak perlu khawatir! Kau bisa ke sini saat ada waktu saja. Om akan memberi pengertian pada Satya, mungkin kamu bisa beralasan sedang kerja atau kuliah kepada Satya. Yang jelas Om tidak mau karena masalah ini hubunganmu dengan suami dan putramu menjadi renggang. Om juga akan menemui suamimu untuk meminta bantuannya supaya dia mau mengijinkanmu membantu Om sampai Satya mengingat semuanya, atau kalau tidak sampai keadaan Satya pulih dan siap mendengar kebenarannya." Ujar tuan Hendra.


" Iya Om aku akan mengajaknya kemari besok. Akan aku rundingkan dulu masalah ini dengannya, setelah itu Om bisa bertemu dengannya." Ucap Maysa.


" Terima kasih Maysa, kau telah banyak membantu Om." Ucap tuan Hendra.


" Sama sama Om." Sahut Maysa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam delapan malam Maysa baru sampai rumah. Sebenarnya Ia mau pulang sejak sore tapi Satya tidak mengijinkannya dengan alasan sangat merindukan Maysa dan tidak mau di tinggalkannya. Ia masuk dalam kamarnya, nampak Ilyas sedang duduk di sofa berkutat dengan laptopnya.


" Mas maaf aku pulang kemalaman, tadi Satya..


" Tidak perlu minta maaf! Lakukan saja apa yang kamu mau. Bukankah Mas tidak boleh melarangmu?" Ucap Ilyas memotong ucapan Maysa.


Maysa duduk di samping Ilyas.


" Mas kondisi Satya saat ini sangat memprihatinkan. Dia mengalami amnesia, dia tidak mengingat apa apa kecuali hubungan kami. Dia..


" Wow... Hebat juga dia, dia hanya mengingat hubungan kalian. Sepertinya dia sangat mencintaimu sehingga dia tidak bisa melupakanmu." Lagi lagi Ilyas memotong ucapan Maysa. Maysa menghela nafasnya pelan.


" Mas aku...


" Kau mau meminta ijin kan? Mas sudah bilang lakukan apa yang kamu mau. Mas tidak akan melarangnya." Sahut Ilyas memancing emosi Maysa. Maysa merasa Ilyas bersikap seperti anak kecil.


" Mas tidak bisa memahamiku bahkan Mas tidak bisa menghargai kejujuranku. Setidaknya aku jujur dan meminta ijin darimu untuk melakukan semua ini. Tidak sepertimu yang justru membohongiku dengan alasan aku tidak akan mengijinkannya saat kau membantu mantan istrimu. Kamu egois Mas." Ucap Maysa membuat Ilyas terkejut.


Ilyas menatap Maysa yang beranjak dari kursinya.


" Kau bilang lakukan apa yang aku mau, aku anggap itu sebagai ijinmu untuk apa yang akan aku lakukan ke depannya untuk membantu Satya. Terima kasih." Ucap Maysa berjalan menuju kamar mandi.


Brak..


Maysa menutup kasar pintu kamar mandinya membuat Ilyas berjingkrak kaget. Ia baru menyadari jika sikapnya membuat Maysa marah.

__ADS_1


" Ya Tuhan apa yang aku lakukan sih. Kenapa aku malah berbicara seperti itu? Gini nih kalau efek cemburu, aku tidak bisa mengendalikan diriku. Inginnya aku yang marah dan di bujuk ini malah jadi kebalikannya. Nasib jadi orang tua selalu salah dan harus mengalah pada yang lebih muda." Gerutu Ilyas mengacak acak rambutnya.


TBC.....


__ADS_2