TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
SURAT PERPISAHAN


__ADS_3

Setelah kepergian Raka, Aksa dan Yura di sidang oleh tuan Frans. Semua anggota keluarga Wilson berkumpul di ruang tamu kecuali Kavin karena ia masih kecil. Aska, Rega, Ilyas, Maysa dan kedua orang tua Aksa menatap mereka berdua. Tidak lupa, tuan Frans meminta Aska untuk merekam perbincangan mereka secara diam diam.


" Sekarang katakan apa yang sebenarnya terjadi! Dan ada hubungan apa kalian berdua sampai sampai kau berani membawa dia kemari dan mengaku kalau kalian saling mencintai di depan Ercha, Aksa!" Titah tuan Frans dengan tegas.


Aksa menatap Yura begitupun sebaliknya.


" Kami tidak ada hubungan apa apa Pi." Sahut Aksa tegas membuat semua orang bernafas lega.


" Awalnya aku merasa kecewa dengan Ercha karena dia berencana melenyapkan anak di dalam kandungannya jika benar kalau dia hamil. Dia pergi ke klinik, aku menyusulnya ke sana. Sampai di sana aku melihat Ercha menangis, aku pikir dia akan berubah pikiran saat tahu jika dia benar benar hamil. Tapi saat aku bertanya padanya, dia tetap pada tujuan awalnya. Aku marah padanya, aku merasa aku dan anakku tidak ada artinya sama sekali dalam hidup Ercha. Aku pergi meninggalkan dia begitu saja. Saat Ercha tidak pulang ke rumah aku merasa dia sedang bersembunyi dari kalian semua setelah menggug*rk@n kandungannya. Aku semakin marah dan kecewa padanya Pi. Tau tanpa aku tahu jika ternyata Ercha menggagalkan rencananya. Saat itu aku berpikir anakku telah tiada."


" Sampai aku pergi mengurus papa, di sana aku memikirkan keputusan apa yang harus aku lakukan untuk kebaikan kami berdua. Aku memutuskan untuk berpisah dari Ercha karena aku tahu jika Ercha tidak mencintaiku. Aku tidak mau memaksakan seseorang yang tidak mencintaiku untuk tetap bersamaku karena dia tidak akan mendapat kebahagiaan dariku. Walaupun sebenarnya sangat berat bagiku melakukan semua ini, tapi demi kebahagiaan Ercha aku siap melakukan apapun." Terang Aksa mengusap keringat di dahinya.


" Aku berpikir jika aku menceraikan Ercha tanpa alasan pasti dia tidak akan menerimanya. Aku meminta Yura untuk membantuku dengan berpura pura menjadi kekasihku dengan imbalan yang besar. Karena membutuhkan uang, Yura pun mau. Dan akhirnya aku melakukan kebohongan di depan Ercha dengan mengatakan hal yang sangat menyakitkan di depannya. Aku menyesal Pi.. Aku sangat menyesal karena membuat keputusan yang salah." Sambung Aksa.


" Apa itu artinya kau sama sekali tidak mengkhianati Ercha?" Tanya nyonya Alexa memastikan.


" Tidak Mi, aku tidak pernah mengkhianatinya. Jangankan mengkhianatinya, berpikir untuk mengkhianatinya saja aku tidak pernah. Hubunganku dengan Yura hanya sebatas rekan kerja saja." Sahut Aksa.


" Apa benar begitu suster Yura?" Tanya nyonya Alexa menatap Yura.


" Iya Nyonya, saya minta maaf jika saya salah karena telah membantu tuan Aksa. Seperti yang tuan Aksa bilang tadi kalau saya memang sangat membutuhkan uang." Sahut Yura tanpa ragu.


" Baiklah saya terima alasan dan maafmu." Ucap nyonya Alexa.


" Terima kasih Nyonya." Ucap Yura di balas anggukkan kepala oleh Nyonya Alexa.


Nyonya Alexa kembali menatap Aksa.


" Lalu kenapa kau mematikan ponselmu selama ini? Kenapa kau tidak memberi kabar kepada kami? Bahkan nomer papa juga tidak aktif." Tanya Ilyas menatap Aksa.


" Aku sengaja mematikan ponsel karena aku tidak mau di ganggu oleh siapapun terutama Ercha. Selama papa di rumah sakit, aku fokus pada pekerjaan papa di perusahaan. Aku khawatir tidak bisa menahan diriku untuk menemui Ercha jika aku mendengar suaranya. Padahal saat itu aku harus menyelesaikan semua pekerjaan papa dalam waktu satu bulan." Sahut Aksa.


" Sekarang masalah ini tambah runyam karena perbuatanmu ini. Apa yang akan kau lakukan untuk memperbaiki hubunganmu dengan Ercha?" Tanya tuan Frans.


" Aku akan meminta maaf dan menjelaskan semuanya padanya Pi. Aku berharap Ercha mau menerima penjelasanku dengan baik dan mau menerimaku kembali sebagai suaminya." Ucap Aksa.

__ADS_1


" Ercha wanita yang keras kepala, aku tidak yakin Ercha mau memaafkanmu begitu saja." Ucap Aska.


" Iya kau benar, aku juga tidak yakin itu." Sahut Aska.


" Kalian berdua harus sama sama mengakui kesalahan dan menjelaskan semuanya di depan Ercha." Ujar nyonya Alexa.


" Iya Mi."


" Baik Nyonya." Sahut keduanya.


" Jadikan masalah ini sebagai pelajaran untukmu, dan Mami harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Itu berlaku untuk kalian bertiga." Ucap nyonya Alexa.


" Baik Mi." Sahut ketiga putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu minggu sudah Aksa bolak balik ke rumah Raka namun tidak sekalipun Ercha mau menemuinya. Aksa nampak begitu terpuruk menyesali perbuatannya. Ia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar saat ini. Bahkan sudah satu minggu Aksa tidak makan apapun.


" Aksa makanlah sesuatu Nak! Kalau kamu tidak makan, kamu bisa sakit Nak. Bagaimana kamu mau membujuk Ercha kalau kamu sakit hmm?" Ujar nyonya Alexa duduk lantai di samping Aksa.


" Biarkan aku sakit Mi, mungkin jika aku sakit Ercha mau menemuiku." Sahut Aksa.


" Mau bagaimana lagi Mi? Aku sudah tidak punya cara lain. Aku sudah berusaha untuk menjelaskan semuanya tapi Ercha sama sekali tidak peduli denganku." Ujar Aksa.


" Sabarlah sayang! Mungkin Ercha butuh waktu untuk menenangkan diri dulu." Ujar nyonya Alexa.


" Iya Mi." Sahut Aksa.


Tok tok...


Pintu di ketuk dari luar.


" Masuk." Ucap nyonya Alexa dari dalam.


Ceklek...

__ADS_1


Bi Endah masuk ke dalam menghampiri Aksa dan nyonya Alexa.


" Maaf Den Aksa, ada kiriman surat dari pengadilan agama."


Deg...


Jantung Aksa berdetak sangat kencang.


" Mana Bi?"


Bi Endah memberikan surat itu kepada nyonya Alexa lalu segera berlalu dari sana. Aksa merebut surat itu, ia membukanya dengan tangan gemetar dan...


Jeduarrr....


" Tidak... Ini tidak mungkin, aku tidak mau... Aku tidak mau." Teriak Aksa panik.


" Aksa tenangkan dirimu Nak!" Ucap nyonya Alexa memeluk Aksa seolah memberi ketenangan di sana.


" Aku tidak mau bercerai dengan Ercha Mi. Aku tidak mau hiks... " Isak Aksa.


Nyonya Alexa membaca lembaran surat pernyataan perceraian yang sudah di tanda tangani oleh Ercha. Hatinya sedih melihat hubungan putra dan menantunya berakhir.


" Aku mohon bantu aku Mi! Bantu aku menjelaskan masalah ini kepada Ercha hiks.. Aku tidak mau kehilangan Ercha dan anakku Mi. Ya Tuhan... Jangan biarkan aku kehilangan semuanya, aku menyesal. Aku menyesal telah menyakiti istriku sendiri hiks.. Mami aku mohon!" Aksa terus menangis. Ia benar benar takut kehilangan Ercha dan bayinya.


" Tenanglah sayang! Mami akan membantumu dengan doa, jika usaha harus kamu sendiri yang melakukannya." Ujar nyonya Alexa.


" Aku harus menemui Ercha sekarang juga, aku tidak mau sampai masalah ini terus berlanjut. Apalagi jika sampai berakhir perpisahan, aku tidak mau." Aksa mengusap air matanya. Ia berlari meninggalkan kamarnya menuju mobilnya.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang.


" *Ya Tuhan semoga Ercha mau menemuiku kali ini."


Mau nggak nih? Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya ya..


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U All*...


TBC...


__ADS_2