
" Bantuin apa Bang?" Tanya Aska menatap Ilyas.
Ilyas menggandeng Aska masuk ke rumah Aska, mereka duduk di sofa ruang tamu.
" Bang tinggal bilang kenapa? Lo bikin gue penasaran aja." Ujar Aska.
" Sekarang lo telepon Maysa, terus bilang kalau gue sakit."
" Hah???" Aska terbengong.
" Udah buruan cepat!" Titah Ilyas.
" Tapi kan lo nggak sakit Bang, kenapa mesti berbohong?" Tanya Aska.
" Gue sakit Aska, sakit mala rindu. Udah deh lo anak kecil tahu apa, ini itu sebuah trik dan cara supaya kita tahu apakah pasangan kita cinta atau tidak pada kita. Kalau dia khawatir itu berarti dia cinta sama kita kalau tidak datang berarti dia tidak mencintai kita." Ujar Ilyas.
" Bang yang jadi guru itu gue, kenapa lo yang mergurui gue? Ini bukan soal ujian cinta tapi ini lebih kepada kebohongan. Gimana kalau Maysa tahu lo berbohong lagi padanya Bang? Apa dia nggak akan tambah marah? Sekarang dia pergi ke rumah orang tuanya, nah kalau lo bohongin lagi bisa bisa Maysa kabur ke luar negeri Bang. Emang mau lo kaya' gitu Bang?" Tanya Aska menatap Ilyas.
" Iya lo bener As. Terus gue mesti gimana? Apa gue mesti sakit beneran ya biar Maysa mau pulang ke rumah?" Ujar Ilyas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Lo tuh ngomong apa sih Bang! Ya jangan sampai sakit lah, kasihan Maysa kalau harus ngurus bayi gedhe kaya' lo gini. Yang ada bukan suruh merawat tapi lo pasti banyak maunya." Ujar Aska.
Tap tap tap
" Lagi ngomongin apa sih Bang? Kelihatannya serius banget." Ucap Aksa bergabung dengan mereka.
" Ini Bang Ilyas, dia lagi mikirin cara biar Maysa mau balik ke rumah. Biar Bang Ilyas nggak sendirian lagi katanya." Sahut Aska.
" Caranya dengan minta maaf lah Bang, minta maaf yang tulus, bujuk dengan sesuatu yang romantis. Gimana sih!" Ujar Aksa.
" Emang lo tahu cara makhluk ini cewek? Lo aja sampai sekarang belum punya cewek." Ujar Ilyas.
" Gue tahu lah Bang cara membuat hati cewek berbunga bunga, cuma ya itu. Masih teori kalau prakteknya belum." Sahut Aksa sambil nyengir.
" Emangnya gimana caranya biar permintaan maaf kita terlihat romantis?" Tanya Ilyas menatap Aksa.
" Yang pertama lo kirim bunga setiap pagi Bang, dan tulis memo juga. Misalnya im sorry my lovely wife. Kalau tidak ya, sorry sayangku. Atau apa lah gitu yang bisa membuat hati Maysa tersentuh." Ujar Aksa.
__ADS_1
" Hari kedua kirim cokelat, tulis memo gini. Hariku terasa pahit karena yang manis di bawa pergi olehmu." Timpal Aska.
" Hari ke tiga kirim boneka yang besar banget. Tulis memo, kalau kau merindukan Mas, peluk erat boneka ini sayang. Kalau rindumu belum terobati, pulanglah! Aku akan memelukmu sampai kerinduanmu terobati." Ucap Aksa.
" Hari ke empat kirim es krim, tulis memo sayang aku mohon pulanglah... Rasa manis yang semula padat kini mulai mencair, lama lama aku akan kehilangan rasa manis dalam hidupku ini tanpa kehadiranmu. Aku mohon pulanglah sayang, aku masih ingin menikmati manisnya hidup bersamamu." Ujar Aska.
" Hari ke lima gue kirim apa?" Tanya Ilyas menatap kedua adiknya.
" Surat cerai." Sahut Aska cepat.
Pluk....
Aska mendapat geplakan di kepalanya dari Ilyas dan Aksa.
" Yang bener kalau ngasih saran donk! Masa' kirim surat cerai gimana sih." Gerutu Ilyas.
" Kalau sudah hari ke lima Maysa masih belum mau pulang, itu tandanya dia tidak mau memaafkan lo Bang. Udah lah nyerah aja! Lepaskan Maysa maka aku akan merebutnya darimu." Ujar Aska.
" Sialan lo!" Umpat Ilyas.
" Ujung ujungnya itu mulu' yang lo pikirin. Lama lama lo bakal nikung istri gue dari belakang ini. Gue harus waspada biar istri gue tetep aman." Ucap Ilyas.
" Bener bener adik nggak akhlak lo, mau gue gibeng?" Tawar Ilyas menatap tajam ke arah Aska.
" Jangan Bang! Peace!" Aska mengangkat dua jarinya.
" Anak Mami lagi pada ngapain sih? Tumben banget ngumpul di sini. Mana rame banget lagi." Ujar nyonya Alexa menghampiri ketiga putranya.
" Ini Mi lagi menghibur duda sementara biar nggak kesepian." Sahut Aska.
" Bener bener lo ya." Ilyas menjewer telinga Aska.
" Awh sakit Bang! Lepasin ih! Kaya' anak kecil aja di jewer." Ujar Aska.
" Makanya jangan ngledekin gue mulu." Cebik Ilyas.
" Kamu kesepian Bang?" Tanya nyonya Alexa menatap Ilyas.
__ADS_1
" Iya Mi. Biasanya ada Maysa dan Kavin yang selalu menghiasi malam malamku, sebelum tidur pasti ada aja drama yang menggemaskan dari Maysa, setiap pagi juga pasti ada aja hal hal yang membuat suasana rumah jadi sangat ramai. Aku merindukan mereka berdua tapi aku tidak berani menemuinya Mi. Aku takut jika aku nekat menemuinya, Maysa malah akan semakin marah padaku. Aku bingung harus bagaimana Mi? Dulu saat kehilangan Maurene aku tidak merasa seperti ini, tapi baru kehilangan Maysa satu hari saja rasanya seperti satu bulan." Ujar Ilyas.
" Ini namanya efek bucin Bang, itu tandanya lo cinta mati sama Maysa. Mulai sekarang lo harus hati-hati dalam bertindak supaya lo tidak kehilangan dia, kalau sampai lo kehilangan Maysa gue jamin lo bisa gila Bang. Kan malu maluin kalau ada berita seorang CEO perusahaan ternama bernama Ilyas Lambyyan Wilson mendadak menjadi gila karena di tinggalkan oleh istri tercinta ha ha ha." Ucap Aska tertawa lepas sambil memegangi perutnya.
" Sialan lo ya As." Ilyas mendekati Aska lalu Ia menggelitik perut Aska membuat Aska tertawa terpingkal pingkal.
" Ampun Bang! Hentikan! Geli gue Bang ha ha ha." Ucap Aska.
Nyonya Alexa dan Aksa menggelengkan kepala melihat keduanya. Memang hubungan darah lebih kental dari apapun.
" Kamu tidak mau bergabung dengan kebahagiaan mereka sayang?" Tanya nyonya Alexa menatap Aksa.
" Tidak Mi, aku melihatnya saja sudah bahagia. Bang Ilyas benar benar abang yang baik buat Aska." Ujar Aksa.
" Lalu bagaimana denganmu? Apa Ilyas tidak memperlakukanmu dengan baik?" Selidik nyonya Alexa.
" Bukan gitu Mi, Bang Ilyas juga baik kok sama aku. Cuma kami jarang ketemu saja jadi kami tidak sedekat seperti Bang Ilyas dengan Bang Aska." Sahut Aksa.
" Udah ah Bang! Gue mau tidur." Ujar Aska duduk di samping maminya.
" Kalau lo berani godain gue lagi, gue bakal gelitikin perut lo sampai melembung kaya' balon." Ancam Ilyas.
" Ya jangan Bang! Nanti kalau perut gue buncit, nggak laku gue Bang. Emangnya mau punya adik jadi bujang lapuk?" Ujar Aska.
" Lha emang sekarang apaan? Bujang lapuk juga kan? Umur dua puluh tiga tahun belum nikah. Boro boro nikah punya cewek aja belum." Cibir Ilyas.
" Sebenarnya abang yang jahat di sini." Sahut Aska.
" Kok gue?" Ilyas mengerutkan keningnya.
" Gue baru ngerasain rasanya jatuh cinta Bang. Gue jatuh cinta pada pandangan pertama sama Maysa, saat gue mau memperjuangin dia e malah ternyata dia istri orang. Dan yang lebih ngenes lagi, dia istri abang gue sendiri. Kalau dia bukan istri lo udah pasti gue embat Bang. Lagian lo serakah Bang! Umur masih tiga puluhan udah nikah dua kali, gimana kita yang jomblo nggak kalah coba. Kan kita nggak kebagian." Sahut Aska membuat Ilyas meradang.
" Sepertinya lo minta di smackdown As. Sini! Gue smackdown lo sekarang juga di depan Mami." Ucap Ilyas hendak menarik Aska namun Aska berhasil kabur. Ia berlari menuju kamarnya lalu menguncinya dengan rapat.
Nyonya Alexa tersenyum bahagia melihat keduanya.
" Terima kasih ya Tuhan kau telah memberikan aku kesempatan untuk melihat kebahagiaan ini. Aku tidak menyangka hari ini akan tiba. Semoga ketiga putraku hidup bahagia." *Batin nyonya Alexa.
__ADS_1
TBC*....