
Saat ini Maysa, Ilyas dan Kavin sedang makan malam bersama. Dengan telaten Maysa menyuapi Kavin.
" Mom mulai nanti malam Kavin mau tidur sama Mommy." Ucap Kavin.
Uhuk uhuk uhuk
Ilyas tersedak makanannya sendiri.
" Minumlah Mas." Maysa memberikan segelas air putih pada Ilyas, Ilyas segera meneguknya hingga tandas.
" Gimana Mas? Udah baikan?" Tanya Maysa mengelus punggung Ilyas.
" Udah sayang, terima kasih." Ucap Ilyas.
Ilyas menatap Kavin begitupun sebaliknya.
" Sayang kamu kan sudah besar, jadi kamu harus tidur sendiri. Nanti kalau kamu tidur sama mommy, terus Daddy tidur sama siapa?" Ujar Ilyas.
" Daddy juga sudah besar, Daddy bisa tidur sendiri kan. Mommy tidak boleh tidur sama Daddy lagi, nanti kalian pasti bikin adek buat Kavin. Kavin tidak mau." Ucap Kavin membuat kedua orang tuanya melongo.
" Mommy, Mommy mau kan tidur sama Kavin?" Tanya Kavin menatap Maysa.
" Baiklah Mommy akan tidur dengan Kavin malam ini. Mommy akan memeluk Kavin dengan erat biar Kavin tidak kedinginan." Ujar Maysa.
" Yei... Kavin sayang Mommy." Sorak Kavin.
" Mommy juga sayang sama Kavin." Sahut Maysa.
" Sayang terus bagaimana dengan janji kita? Apa kau mau membatalkannya? Mas tidak mau kalau sampai rencana kita gagal sayang." Bisik Ilyas di telinga Maysa.
" Kita bisa melakukannya setelah Kavin tidur Mas, bersabarlah sebentar." Balas Maysa dengan berbisik sambil melirik Kavin yang sedang asyik mengunyah makanan.
Ya sejak tadi siang Kavin berubah sangat manja dengan Maysa. Biasanya ia makan dan pakai baju sendiri tapi mulai tadi semuanya Maysa yang mengerjakan. Mungkin Kavin ingin membuat Maysa sibuk dengan dirinya hingga membuat Maysa tidak kepikiran memberikan adik kepadanya. Benar benar anak genius.
" Mommy ayo kita ke kamar!" Ajak Kavin setelah menghabiskan makanannya.
" Baiklah." Sahut Maysa.
Kavin menggandeng tangan Maysa meninggalkan Ilyas di meja makan. Mereka masuk ke kamar Kavin lalu Kavin mengunci pintunya. Tidak lupa ia juga mencabut kunci dari tempatnya, Maysa hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
" Kavin mau langsung tidur apa mau belajar dulu?" Tanya Maysa duduk di tepi ranjang.
" Mau belajar dulu Mom, ajari Kavin cara penjumlahan tiga angka." Sahut Kavin.
" Lhoh bukannya di sekolahan baru di ajari penjumlahan satu angka saja? Kenapa Kavin mau penjumlahan tiga angka?" Tanya Maysa.
__ADS_1
" Kavin sudah bisa Mom, Kavin bosan di sekolah Kavin hanya di ajari itu itu saja. Menari, menyanyi, mewarnai dan menggambar, Kavin tidak suka itu Mom." Ujar Kavin mengeluh.
Maysa tersenyum menatap Kavin, putranya yang satu ini memang benar benar pintar dan lebih dewasa dari umurnya. Mungkin karena sering di bawa Ilyas ke kantor jadi ia belajar memahami apa yang di lakukan para orang dewasa.
" Sayang, anak seusia kamu itu memang seharusnya tidak belajar dengan keras. Anak seusia kamu itu sedang senang senangnya bermain, menyanyi, menggambar dan sejenisnya. Kamu aja yang terlalu pintar hingga sudah bisa membaca dan hitung hitungan." Ujar Maysa.
" Saat di kantor daddy, Kavin suka baca buku buku daddy soal bisnis Mom. Tapi Kavin tidak tahu apa maksudnya." Ujar Kavin membuat Maysa terkekeh.
" Ya sudah ayo kita belajar berhitung, kalau membaca doa doa apa Kavin sudah hafal?" Tanya Maysa.
" Sedikit Mom, cuma doa sebelum dan sesudah makan. Sebelum dan sesudah tidur sama doa mau bepergian. Doa mau belajar juga bisa Mom." Ucap Kavin.
" Pintarnya anak Mommy, nanti Mommy ajari doa bercermin, doa mau masuk toilet, sama doa doa yang lain. Sekarang kita belajar matematika dulu biar Kavin tambah pintar." Ujar Maysa mengelus kepala Kavin.
Mereka berdua duduk di bawah beralaskan karpet. Kavin membuka lipatan meja belajarnya. Maysa mengajari cara penjumlahan tiga angka pada Kavin. Pada dasarnya Kavin anak yang cerdas, sekali di ajari dia langsung bisa. Kavin mulai mengerjakan soal penjumlahan yang di berikan oleh Maysa.
Ting
Ponsel Maysa berbunyi tanda pesan masuk. Ia segera membukanya.
Sayang jangan lama lama ~ Ilyas
Maysa tersenyum, ia mengetik sesuatu membalas pesan Ilyas.
Sepertinya rencana kita gagal Mas, Kavin mengunci pintu dan menyembunyikan kuncinya entah dimana ~ Maysa
Kavin sedang belajar Mas, sepertinya dia belum mengantuk ~ Maysa
Ilyas menggaruk kepalanya dengan kesal.
" Apa aku harus kasih obat tidur di susu Kavin ya? Kavin benar-benar deh, dia berusaha menguasai Maysa sendirian tanpa memberikan aku celah untuk dekat dengan Maysa. Kalau tahu begini akhirnya, aku tidak akan membiarkan Maysa mengatakan yang sebenarnya. Hah... Kavin... Kau membuat daddymu pusing saja." Gerutu Ilyas.
Ilyas membalas pesan Maysa.
Ya udah nanti kalau Kavin sudah tidur beritahu Mas, Mas akan membukakan pintu untukmu sayang ~ Ilyas
Iya Mas ~ Maysa
Maysa kembali fokus pada Kavin. Kavin terlihat menguap sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
" Mommy Kavin mengantuk, ayo kita tidur!" Ucap Kavin.
" Baiklah, bereskan dulu buku bukunya nanti akan Mommy koreksi." Ujar Maysa.
Kavin membereskan buku bukunya lalu ia naik ke atas ranjang di ikuti oleh Maysa.
__ADS_1
" Mommy peluk Kavin." Ucap Kavin bernaring miring menghadap Maysa.
Maysa memeluk Kavin sambil menepuk nepuk punggungnya. Setelah Kavin tidur, Maysa mengirim pesan kepada Ilyas. Tak lama Ilyas pun datang membuka pintunya dengan sangat hati hati agar tidak mengganggu tidur Kavin.
" Sayang." Lirih Ilyas.
Dengan pelan Maysa turun dari ranjangnya. Ia berjalan mengendap endap mendekati Ilyas di depan pintu.
" Kenapa lama sekali?" Tanya Ilyas lirih.
" Nunggu Kavin tidur Mas." Sahut Maysa tak kalah lirih.
Ilyas menatap Maysa dengan penuh cinta. Ia mengangkut wajah Maysa lalu mencium bibirnya dengan lembut. Ilyas menyusupkan tangannya ke leher belakang Maysa, ia menahan tengkuk Maysa memperdalam ciumannya.
Suara decapan memenuhi ruangan, Ilyas mendorong pelan tubuh Maysa hingga ke tembok. Ia terus ******* lembut bibir Maysa dan mengekspos setiap inchinya.
Ciuman yang semula lembut menjadi ciuman yang menuntut. Bahkan tangan Ilyas bergerilya kemana mana.
" Shh Mas.. " Desis Maysa saat Ilyas meremas salah satu gundukan kembar miliknya.
Maysa tidak tahu jika suara indahnya membuat jiwa kelakian Ilyas memuncak. Sesuatu yang berdiri tegak di bawah sana siap di bertemu pemiliknya. Ciuman Ilyas turun ke leher Maysa, ia menyesap leher Maysa hingga meninggalkan jejak merah kebiruan.
" Mas kita pindah ke kamar aja, nanti Kavin malah bangun." Lirih Maysa.
Ilyas menjauhkan wajahnya dari leher Maysa.
" Iya sayang, ayo!" Ilyas menggenggam tangan Maysa.
Mereka keluar dari kamar Kavin, saat Maysa hendak menutup pintu tiba tiba..
" Mommy jangan pergi!" Ucap Kavin terbangun dari tidurnya.
Maysa dan Ilyas saling melempar pandangan.
" Mommy ke sini peluk Kavin, Kavin tidak bisa tidur nyenyak tanpa Mommy. Biarkan daddy tidur sendiri." Ucap Kavin merengek sambil mengucek matanya.
Ilyas mengenal nafasnya sambil menepuk jidatnya.
" Alamat sakit kepala besok pagi." Gumam Ilyas.
Maysa masuk ke dalam lalu menutup pintunya membiarkan Ilyas berdiri di luar sendirian. Kavin tersenyum melihat Maysa yang sedang berjalan mendekatinya.
" Pokoknya Mommy hanya milik Kavin." Gumam Kavin.
TBC...
__ADS_1
Udah double up ya... Di tunggu mawar sama kopinya...
Terima kasih...