TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
ILYAS NGAMBEK


__ADS_3

Ceklek....


Maysa masuk ke kamarnya, ia langsung ke kamar mandi untuk melakukan ritual sebelum tidur tanpa menghiraukan Ilyas yang duduk di atas ranjang bersandar pada headboard sambil memainkan ponselnya.


Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi, lalu duduk di meja rias. Nampak Ilyas sedang telepon dengan seseorang.


" Baiklah Santi tidak masalah, aku akan datang memenuhi undanganmu. Kita bisa makan siang di resto kemarin, aku akan menunggumu." Ucap Ilyas melirik Maysa yang nampak biasa saja.


" Dia janjian sama ulet bulu, oke... Kamu janjian sama wanita lain aku juga bisa Mas. Kita akan lihat bagaimana reaksimu." Batin Maysa menyeringai.


Drt.... drt...


Entah kebetulan atau sebuah keberuntungan, ponsel Maysa berdering tanda panggilan masuk. Ia segera mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilannya.


" Halo Satya, ada apa?"


Ilyas langsung menoleh ke arah Maysa dengan wajah masam tanda jelous, Maysa tersenyum simpul.


" Apa?"


" Jalan? Kapan?"


" Oke oke, gue bisa kok. Gue bawa Kavin ya Sat, soalnya kalau gue nggak ngajak Kavin yang ada daddynya entar marah. Lagian aku tidak mau pas kita jalan terus gue di telepon di suruh pulang karena Kavin nanyain aku, mending aku ajak Kavin aja biar kita bertiga bisa quality time." Ucap Maysa melirik Ilyas yang menampakkan wajah jelous.


" Tidak bisa! Kau tidak bisa mengajak Kavin jalan bersama pria lain, kau juga tidak Mas ijinkan kemana mana selain pergi bersama Mas." Sungut Ilyas.


Maysa menoleh ke arah Ilyas.


" Kenapa?" Tanya Maysa menatap Ilyas. Ia mematikan sambungan teleponnya.


" Mas tidak suka kamu dekat dekat pria lain." Ujar Ilyas jujur. Ia berjalan mendekati Maysa


" Apa Mas meminta pendapatku saat janjian dengan sekretarismu? Tidak kan? Jadi nggak usah sok nglarang nglarang aku segala deh. Sama seperti Mas, aku juga tidak ada hubungan apa apa dengan Satya. Kami hanya berteman aja." Ucap Maysa.


Ilyas menyentuh kedua bahu Maysa.


" Maaf! Mas berbohong sama kamu, sebenarnya Mas teleponan sama Bara bukan sama Santi. Mas melakukannya karena ingin membalasmu yang sudah membuat Mas cemburu tadi siang. Mas juga ingin kamu mencemburui Mas saat bersama wanita lain." Ucap Ilyas merapikan anak rambut Maysa.

__ADS_1


" Kena kau Mas." Batin Maysa.


" Aku sudah bilang, kalau Mas dekat sama wanita lain maka aku akan membalasnya." Sahut Maysa.


" Tapi Mas tidak dekat dengan siapapun Maysa." Ujar Ilyas.


" Tadi siang kamu membentak Kavin demi membela wanita ulet bulu itu, apa kau sudah minta maaf padaku dan Kavin?" Tanya Maysa menatap Ilyas.


" Iya Mas minta maaf, Mas tidak punya maksud apa apa, Mas hanya ingin mendidik Kavin supaya punya kesopanan kepada orang yang lebih tua, Mas juga minta maaf sama kamu karena Mas telah membuatmu kecewa dan marah." Ucap Ilyas.


" Tidak masalah aku maafkan, aku juga sudah membalas Mas dengan membela pak Aska tadi. Aku..


" Batalkan janjianmu dengan Sate!" Ucap Ilyas memotong ucapan Maysa.


" Sate?" Maysa mengerutkan keningnya.


" Satya, lagian Mas janjian sama Bara bukan Santi jadi kau tidak boleh pergi dengan si Sate itu." Ujar Ilyas membuat Maysa terkekeh.


" Sama seperti yang Mas lakukan, aku juga tidak janjian dengan Satya." Ucap Maysa. Ilyas melongo menatap Maysa.


" Nara." Gumam Ilyas.


Ilyas menatap Maysa tidak percaya, bagaimana ia bisa di bohongi oleh istri kecilnya.


" Nakal kamu ya." Ucap Ilyas.


" Mas juga." Sahut Maysa.


" Harus di kasih pelajaran ini." Ilyas menarik pinggang Maysa hingga tubuhnya merapat pada tubuhnya. Ilyas menyusupkan tangannya ke belakang leher Maysa. Maysa sedikit mendongak menatap Ilyas. Tiba tiba Ilyas memajukan wajahnya lalu...


Cup...


Ilyas mengecup bibir Maysa, Maysa memejamkan matanya. Ilyas menggigit pelan bibir Maysa membuat Maysa membuka sedikit mulutnya. Ilyas menyusupkan lidahnya ke mulut Maysa. Ia mengakes setiap inchinya.


Suara decapan memenuhi kamar mereka, perlahan ilyas membawa Maysa ke ranjang tanpa melepas ciumannya. Ia mendorong pelan Maysa ke atas ranjang. Ia menindih tubuh Maysa sambil terus memberikan ciuman yang begitu memabukkan menurut Maysa. Sampai Maysa menyadari ada sesuatu yang mengeras di bawah sana.


"Oh astaga... Milik Mas Ilyas bereaksi, gimana ini? Kalau dia meminta haknya malam ini, gue harus gimana? Hua... Gue takut ya Tuhan.. Jangan sampai Mas Ilyas memintanya malam ini." Jerit Maysa dalam hati.

__ADS_1


" Sial... Kenapa junior malah bereaksi sih. Alamat sakit kepala lagi karena tidak tersalurkan. Cuma ciuman aja bikin kamu bereaksi apalagi kalau aku nyentuh yang lain adek kecil. Benar benar tidak bisa di ajak kompromi. Apa aku minta aja ya sama Maysa? Siapa tahu dia mau memberikannya." Batin Ilyas.


Ilyas melepas pagutannya, ia mengusap lembut bibir Maysa dengan jempolnya. Keduanya saling menatap dengan perasaan masing masing dan jantung berdebar debar.


" Sayang Mas pengin, Mas sudah tidak bisa menahan lagi. Mas sangat tersiksa sayang, kepala Mas akan berdenyut nyeri jika kau menolaknya. Mas harap kamu paham dengan keinginan Mas kali ini. Apa kau mau memberikan hak Mas malam ini?" Tanya Ilyas dengan suara seraknya.


" Aku... Aku.." Ucap Maysa gugup.


" Mas mohon! Kalau tidak tersalurkan Mas bisa pusing sayang, dan itu bisa menyebabkan penyakit untuk tubuh Mas. Mau ya?" Ujar Ilyas mencoba membujuk Maysa.


Namun pada dasarnya Maysa memang keras kepala dan egois, ia tidak langsung menerimanya.


" Tapi Mas aku belum siap, aku masih takut melakukan hal itu. Aku..."


Tanpa menunggu Maysa berbicara lebih panjang lagi, Ilyas langsung bangkit dari posisinya, ia berjalan menuju kamar mandi.


Brakkk...


" Astaga." Maysa menyentuh dadanya karena kaget saat Ilyas menutup pintu dengan keras.


" Mas Ilyas marah sama gue, ya Tuhan... Gue harus bagaimana? Gue benar benar takut melakukannya apalagi katanya kan sakit banget. Tapi kalau terus terusan menolak yang ada nanti Mas Ilyas malah melampiaskannya sama wanita lain.. Tidak... Aku tidak mau sampai itu terjadi. Walaupun aku belum mencintainya tapi aku tidak rela jika dia bersama wanita lain. Aku akan membujuk dan meminta maaf padanya. Aku akan meminta waktu untuk mempersiapkan diri dulu. Hah.. " Maysa menghela nafasnya pelan.


Entah apa yang di lakukan Ilyas di dalam sana, Maysa menunggunya sampai setengah jam lamanya.


Di dalam sana, Ilyas sedang berendam air dingin untuk menenangkan adek kecilnya. Setelah berhasil, ia segera memakai bajunya lalu keluar dari kamar mandi. Tatapannya bertemu dengan tatapan Maysa, ia berjalan ke arah pintu.


" Mau kemana Mas?" Tanya Maysa.


" Bukan urusanmu." Sahut Ilyas menohok hati Maysa.


Ilyas keluar kamarnya, ia masuk ke kamar Kavin. Ia tidak mau sampai hilang kendali jika tidur bareng Maysa, ia berbaring di samping Kavin memejamkan matanya.


Maysa nampak merasa sangat bersalah pada Ilyas.


" Aku akan meminta maaf kepada Mas Ilyas besok pagi. Maafkan aku Mas yang tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu. Aku berjanji setelah aku selesai ujian aku akan menyerahkan hidupku kepadamu. Semoga tidak ada halangan untuk itu." Monolog Maysa memejamkan matanya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2