TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
KERAS KEPALA


__ADS_3

Rega masuk ke dalam rumahnya dengan keadaan kesal.


" Laki laki brengsek, laki laki sialan, laki laki tidak punya pendirian. Bagaimana bisa dia dengan mudahnya memberikan aku pada adiknya? Emangnya aku barang apa yang seenak jidatnya dia kasihkan pada orang lain. Atau dia menganggap dia sudah membeli ku karena telah membantu biaya operasi ibu?" Rega nampak menebak nebak alasan Aska. Ia berkacak pinggang sambil mengetuk ngetik jarinya di dahinya.


" Ah tapi bodo' amat lah, apapun alasannya yang jelas aku tidak terima di perlakukan seperti ini. Walaupun aku orang miskin tapi tidak seharusnya dia berbuat seperti ini padaku kan? Kau pikir aku akan menerima semua ini begitu saja pak Aska? Tidak... Aku tidak akan menerima penghinaan ini. Apa kau pikir aku tidak laku atau aku tidak bisa mendapatkan calon suami yang lain? Kau salah besar. Bahkan yang mengantri jadi pacarku banyak Pak. Aku harus segera mendapatkan uang untuk membayar semua hutang hutangku agar aku terbebas dari pria sepertinya." Monolog Rega.


" Rega." Aska menyelonong masuk begitu saja. Rega memutar bola matanya malas.


" Ngapain Bapak ke sini? Apa ucapanku tadi kurang di mengerti?" Tanya Rega menatap sinis ke arah Aska.


" Rega maafkan aku! Aku tidak bermaksud menyakitimu Rega, aku merasa bingung tadi. Aku tidak tahu harus ngomong apa pada Aksa. Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini padamu Rega, tapi aku lebih tidak tega melihat adikku terluka. Dia mencintaimu Rega, itu sebabnya aku melakukan hal seperti tadi. Maafkan aku jika aku terlalu menyakiti hatimu." Ucap Aska hendak menggenggam tangan Rega namun Rega segera menepisnya.


" Apa kau pikir aku mau memaafkanmu?" Tanya Rega menatap Aska.


" Aku rasa kamu tahu jawabannya pak Aska yang terhormat. Lalu apa kau pikir setelah kau meminta maaf terus hubungan kita bisa baik baik saja seperti sebelumnya? Aku rasa kau juga tahu jawabannya. Aku memang orang miskin tapi aku punya harga diri pak Aska. Kau bukan siapa siapaku, kita hanya orang asing yang dengan sialnya di pertemukan. Kau bukan orang yang mempunyai hak untuk melakukan semua ini padaku. Bagaimana kalau aku sudah menjadi istrimu? Apa kau akan memberikan aku kepada saudaramu yang lain jika mereka menyukaiku?" Pertanyaan Rega menohok hati Aska.


" Aku rasa kau juga akan melakukannya padaku." Sambung Rega.


" Tidak Rega, kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu. Cukup sekali aku melakukan kesalahan dan aku tidak akan mengulanginya. Aku berjanji padamu Rega." Ucap Aska.


" Sayangnya aku tidak percaya semua kata yang kau ucapkan karena kau bisa saja mengingkari janjimu itu. Buktinya kau mengingkari janji yang kau buat di depan mendiang ibuku. Sekarang pergilah Pak! Jangan temui aku lagi! Aku tidak mau terlibat denganmu lagi." Ucap Rega.


" Bagaimana kau tidak mau terlibat denganku sedangkan kau punya hutang padaku." Aska terpaksa mengungkit hutang Rega agar Rega tetap selalu bersamanya.


" Aku akan membayarnya." Sahut Rega.


" Bagaimana caranya kau mendapat uang sebanyak itu?" Tanya Aska menatap Rega yang saat ini sedang melongo.

__ADS_1


" Aku.." Rega menjeda ucapannya.


" Pokoknya bagaimanapun caranya aku pasti bisa mendapatkan uang itu. Kau tidak perlu khawatir! Aku pasti bisa mengembalikannya kalau perlu akan aku berikan bunga terhadap pinjamanmu itu." Sahut Rega.


" Bosku orang yang baik, dia juga menyukaiku. Kalau perlu aku akan menikah dengannya dan meminta mahar sebesar hutangku padamu."


" Regata!!!" Bentak Aska membuat Rega berjingkrak kaget. Entah kenapa Aska tidak suka mendengar ucapan Rega yang memilih menikahi orang lain.


" Kenapa? Setidaknya bosku tidak plinplan sepertimu. Dia punya pendirian yang kuat, sekali dia menjadikan aku miliknya maka selamanya aku akan menjadi miliknya. Dia tidak akan memberikanku pada siapapun, entah itu saudaranya ataupun adiknya. Karena apa? Karena dia tahu cara menjaga kehormatan wanita." Ucap Rega meninggalkan Aska. Ia masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya.


Hati Aska mencelos mendengar ucapan terakhir Rega. Ia merutuki kebodohannya sendiri yang terlalu terburu buru mengambil keputusan. Ia sangat menyesali perbuatannya.


Jujur, satu bulan kedekatan mereka membuat Aska nyaman bersamanya. Benih benih cinta mulai bermekaran di hati keduanya. Aska ingin menikahi Rega bukan karena janjinya kepada mendiang bu Norma tapi karena memang dia menginginkannya.


Tidak mau pergi tanpa mendapat maaf dari Rega, Aska merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu yang sudah tidak empuk lagi. Ia akan menunggu Rega keluar untuk mengejar maaf darinya.


" Astaga!!" Pekik Rega saat mendapati Aska yang berdiri di depan pintu.


Glek...


Aska menelan kasar salivanya saat melihat tubuh Rega yang terekspos. Kaki jenjang seputih susu dan bahu yang indah serta leher yang membuat sesuatu di bawah sana menegang.


" Tutup mata!" Ucap Rega mengerti apa yang sedang Aska pikirkan.


" Kenapa?" Tanya Aska sok tenang menatap Rega. Padahal sebenarnya ia sedang berperang dengan batinnya.


" Dasar sok tidak tahu apa maksudku. Apa perlu aku perjelas? Kalau Bapak melihatku dalam keadaan seperti ini, aku yakin itu Bapak pasti bereaksi." Ucap Rega menunjuk bagian bawah Aska tanpa malu. Lebih tepatnya pura pura saja.

__ADS_1


Aska menunduk menatap bagian bawahnya yang terlihat menonjol. Ia jadi merasa malu sendiri. Rega berjalan melewati Aska begitu saja. Ia masuk ke kamar lalu mengganti bajunya. Ia harus segera bersiap menuju kafe tempat ia bekerja.


Lima belas menit kemudian Rega keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi. Melihat itu Aska langsung menghampirinya.


" Rega aku antar ya." Ucap Aska.


" Tidak perlu, lebih baik Bapak pulang saja. Tidak ada gunanya Bapak berada di sini yang ada malah menambah kesal aku saja." Sahut Rega berjalan keluar.


Aska menutup pintu rumah Rega lalu berlari mengikuti Rega dari belakang.


" Rega aku minta maaf! Tolong jangan seperti ini! Aku tidak bisa menerima sikap dinginmu ini." Ucapan Aska menghentikan langkah Rega. Ia menatap Aska dengan tajam.


" Apa hanya dengan kata maaf semuanya akan baik baik saja? Apa semudah itu orang akan memaafkan orang lain yang menyakitinya? Mungkin aku bisa memaafkanmu tapi aku tidak akan lupa dengan apa yang telah kau lakukan padaku." Ucap Rega.


" Aku tahu Rega, aku akan memperbaiki semuanya. Aku akan memperbaiki hubungan kita." Ucap Aska.


" Hubungan yang mana yang Bapak maksudkan? Bukankah dari awal kita tidak punya hubungan apa apa? Kau mendekatiku karena kau membantu saudaramu, setelah berhasil kau memberikan aku pada saudaramu itu dan aku menolaknya. Lalu kenapa setelah aku menolak saudaramu kau malah mengejarku seperti ini? Jika kata maafku begitu berarti bagimu. Baiklah... Aku akan memaafkanmu, tapi setelah ini jangan muncul di hadapanku lagi." Ucap Rega berlalu meninggalkan Aska.


" Arghh!!!" Aska menarik kasar rambutnya menatap kepergian Rega.


" Kenapa kau begitu keras kepala Rega? Padahal aku thu kau juga memiliki perasaan yang sama untukku. Aku harus melakukan sesuatu supaya dia mau kembali padaku." Gumam Aska.


Kira kira apa ya yang akan di lakukan Aska?


Tekan like koment dan mawar🌹 nya dulu...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2