
Di dalam Bandara nampak seorang gadis cantik sedang berjalan menuju pintu keluar sambil menempelkan ponsel di telinganya. Sepertinya ia sedang menerima telepon dari seseorang.
" Kakak nggak jadi jemput aku?" Tanyanya.
" Kakak tidak ada waktu sayang, tapi Kakak sudah mengirim asistent Kakak untuk menjemputmu. Seharusnya dia sudah berada di depan sana." Sahut seseorang di seberang telepon.
" Mobil warna apa?" Tanya gadis itu.
" Hitam." Sahutnya.
Gadis itu menatap mobil berwarna hitam yang terparkir tepat di depan pintu keluar Bandara. Sepertinya seseorang di mobil itu sedang menunggu orang yang akan di jemputnya.
" Oke." Sahut gadis itu mematikan sambungan ponselnya tanpa menanyakan nomer plat mobilnya.
Gadis itu berjalan menuju mobil yang di dalamnya tak lain adalah Aksa. Ia membuka pintu lalu masuk ke dalam.
" Jalan!" Ucapnya.
Aska menoleh ke belakang, gadis itu nampak melongo melihat ketampanan Aksa.
" Busyet... Asistent kak Raka tampan amat." Batinnya.
" Nona Ercha?" Tanya Aksa memastikan.
" Iya." Sahutnya.
Aksa segera melajukan mobilnya bergabung dengan kendaraan lainnya di jalan raya. Gadis yang bernama Ercha memasang earphone di telinganya, ia asyik mendengarkan musik sambil mengangguk anggukkan telinganya.
Ercha mengerutkan keningnya saat mobil Aksa berbelok berlawanan arah dengan perusahaan kakaknya.
" Eh kita mau kemana?" Tanya Ercha menatap Aksa melalui pantulan kaca tengah.
" Aku akan mengantarmu ke rumah." Sahut Aksa.
" Kak Raka gimana sih. Katanya aku di suruh langsung ke kantornya tapi ternyata dia membawaku ke rumah. Hah... Alamat kesepian lagi ini." Gerutu Ercha dalam hati.
Tak lama Aksa masuk ke gerbang rumahnya. Ercha semakin bingung dengan situasi yang ia hadapi saat ini.
" Eh lo bawa gue ke rumah siapa? Ini bukan rumah gue." Ujar Ercha.
" Ini rumahku, ayahmu ada di dalam bersama kakakku." Sahut Aksa.
Ercha langsung mendekati Aksa, ia menempelkan tangannya ke jidat Aksa.
" Lo waras kan?" Tanya Ercha. Aksa mengerutkan keningnya.
" Ayah mana yang lo maksud? Gue udah nggak punya ayah." Ucap Ercha pindah ke kursi depan.
Aksa menggelengkan kepalanya melihat tingkah bar bar gadis di depannya.
" Jangan jadi anak durhaka dengan tidak mengakui ayah kamu sebagai ayahmu. Dosa besar bagi anak jika melakukannya." Ujar Aksa lembut.
" Wah lo benar benar gila, antar gue kerumah gue sekarang juga!" Titah Ercha.
" Temui dulu ayah kamu, nanti aku akan mengantarmu dan ayahmu sekalian." Ucap Aksa.
" Dasar sinting, udah di bilangin ayah gue udah tiada masih aja ngeyel. Ya udah kalau lo nggak mau ngantar gue nggak apa apa, gue bisa sendiri." Ucap Ercha turun dari mobil.
Ercha berjalan meninggalkan mobil Aksa, Aksa segera mengejarnya.
" Sini ikut aku!" Aksa menarik tangan Ercha menuju pintu rumahnya.
" Lepasin gue!" Ucap Ercha memberontak.
__ADS_1
" Lo mau culik gue? Gue aduin sama kakak gue baru tahu rasa lo." Ancam Ercha.
Aksa hanya tersenyum mendengar ucapan Ercha. Aksa masuk ke dalam rumah membuat Ercha kembali memberikan perlawanan.
" Lepasin gue! Lo mau perkosa gue ya, tolong!!! Tolong!!! Gue mau di perkosa, tolong gue!!" Teriak Ercha menarik perhatian Ilyas yang sedang duduk berbincang dengan pak Beno.
Dugh...
Ercha menendang tulang kering Aksa membuat Aksa mengaduh. Ercha melepas tangannya lalu ia berlari keluar. Aksa segera menangkapnya dengan memeluk perutnya dari belakang. Aksa membawa Ercha masuk ke dalam rumahnya
" Tolong!!! Tolong aku!!!" Ercha kembali berteriak.
" Aksa lepaskan dia!" Titah Ilyas.
Aksa menjauhkan tangannya dari perut Ercha. Ercha menatap Aksa dengan tajam lalu...
Plak...
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Aksa membuat pak Beno dan Ilyas melongo.
" Berani sekali lo nyentuh nyentuh gue hah!!" Bentak Ercha menunjuk wajah Aksa.
" Aksa apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia? Apa dia pacar kamu?" Tanya Ilyas menatap Aksa yang saat ini sedang mengelus elus pipinya.
" Kok pacar sih Bang, kan Abang yang nyuruh gue jemput dia di Bandara. Dia Ercha anaknya pak Beno." Sahut Aksa.
Ilyas menyembunyikan tawanya saat menyadari jika Aksa salah orang. Ilyas menatap Ercha sambil tersenyum.
" Gadis manis, siapa namamu? Lebih jelasnya nama lengkapmu." Ucap Ilyas.
" Namaku Ercha pharamita." Sahut Ercha.
Ilyas menatap Aksa yang masih melongo menampakkan wajah bodohnya.
Aksa membulatkan matanya sambil mbuka sedikit mulutnya menatap Ilyas dan Ercha bergantian.
" Jadi maksud Abang gue salah orang begitu?" Tanya Aksa memastikan.
" Iya." Sahut Ilyas.
Aksa menatap Ercha begitupun sebaliknya.
" Ini salahmu." Ucap Aksa menunjuk Ercha.
" Kok jadi salah gue? Lo yang bawa gue kemari kenapa malah lo nyalahin gue?" Tanya Ercha tidak terima.
" Tadi aku tanya nama kamu Ercha, kamu jawab iya." Ujar Aksa.
" Ya emang nama gue Ercha, terus salah gue dimana?" Ercha kembali bertanya membuat Aksa semakin seperti orang bodoh.
" Kenapa kamu masuk ke mobilku bukan ke mobil jemputanmu?" Aksa bertanya lagi.
" Kakak gue bilang asistentnya jemput gue pakai mobil hitam, dia menunggu gue di depan pintu. Terus salah gue dimana kalau gue masuk mobil lo? Mobil lo berwarna hitam kan? Dan lo parkir di depan pintu keluar juga kan?" Tanya Ercha menatap Aksa.
Aksa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Entah siapa yang patut di salahkan di sini.
" Lo tadi ngomongin masalah ayah, gue udah bilang kalau ayah gue sudah tiada. Lo nggak percaya, malah lo main tarik tarik tangan gue ke sini. Berarti ini salah lo bukan salah gue." Ucap Ercha tersenyum mengejek.
Aksa memejamkan matanya, ia pasti kalah jika berhadapan dengan perempuan karena sejatinya perempuan adalah makhluk yang paling benar.
" Oke oke aku yang salah. Aku minta maaf." Ucap Aksa.
" Lo harus tanggung jawab!" Ujar Ercha.
__ADS_1
" Tanggung jawab gimana?" Tanya Aksa.
" Antar gue ke kantor kakak gue." Ucap Ercha.
" Baiklah, akan aku antar kamu ke sana." Sahut Aksa mengalah.
" Ya udah ayo sekarang! Kakak gue pasti udah khawatir nungguin gue." Ucap Ercha.
Belum juga Ercha melangkah dari sana, ponsel Ercha berdering. Ia mengambil ponsel di saku celana jeansnya lalu mengangkat panggilannya.
" Halo Ercha kamu dimana? Kenapa asistentku tidak menemukanmu di depan Bandara? Kakak sudah bilang kan kalau dia menunggumu di bandara." Ujar Raka, kakaknya Ercha dengan nada khawatir.
" Aku di culik."
" Apa???" Pekik Raka.
" Siapa yang berani menculik adikku? Katakan siapa orangnya! Kakak akan membunuhnya sekarang juga." Ucap Raka.
" Aku tidak tahu siapa mereka, yang jelas kakak harus menyelamatkan aku sekarang juga." Ucap Ercha.
" Kamu dimana? Kakak akan segera ke sana menolongmu." Ucap Raka.
" Aku ada di rumah orang itu, kakak cari tahu sendiri alamatnya. Itu sebagai hukuman buat kakak dan asistent kakak karena telah lalai menjagaku." Ucap Ercha mematikan sambungan teleponnya. Tak lupa ia juga mematikan ponselnya agar Raka tidak bisa melacaknya.
" Apa maksudmu bilang kalau kamu di culik? Apa kamu sengaja mengadu domba kami?" Tanya Aksa menatap Ercha.
" Gue nggak salah, emang gue di culik kan" Sahut Ercha.
" Kamu kan tahu kalau ini terjadi karena kesalahan pahaman bukan karena di sengaja." Ujar Aksa.
" Kalau begitu di buat sengaja aja, culik aku dan sembunyikan aku! Biar kakakku tidak bisa menemukan aku." Ucap Ercha membuat semua orang terkejut.
Aksa menatap Ilyas seolah meminta bantuan.
" Itu urusanmu, Abang pergi dulu." Ucap Ilyas menepuk pundak Aksa.
Ilyas keluar dari rumah Aksa di ikuti pak Beno di belakang. Mereka menuju Bandara menjemput putri dari pak Beno.
" Gue capek sekaligus haus. Apa lo nggak mau nawarin gue minum sambil duduk gitu?" Tanya Ercha menatap Aksa.
" Ah baiklah maaf! Silahkan duduk! Aku buatkan jus mangga buat kamu." Ucap Aksa meninggalkan Ercha di ruang tamu.
Ercha duduk di sofa ruang tamu. Tak lama Aksa kembali sambil membawa nampan berisi dia gelas jus mangga bersamaan dengan nyonya Alexa masuk ke dalam.
" Eh ada tamu, siapa dia Aksa? Kenapa wajahnya cantik sekali?" Tanya nyonya Alexa menatap Ercha.
Ercha menyalami nyonya Alexa dengan takzim membuat Aksa terharu melihatnya. Bagaimana cewek bar bar seperti Aksa bisa bersikap sopan di depan orang tua.
" Kenalin Tante, aku Ercha." Ucap Ercha.
" Pacarnya Mas Aksa."
Jeduarrrrr......
Nah loh.... Penasaran nggak nih sama kelanjutannya? Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹buat author..
Mohon maaf untuk yang punya nama sesuai tokoh di atas jika karakternya tidak sesuai...
Terima kasih...
Miss U All...
TBC....
__ADS_1