
Hari ini Masa kembali ke rumah Ilyas. Setelah turun dari mobil, Ilyas segera menuntunnya masuk ke dalam rumah. Saat tiba di depan rumah tiba tiba...
Surprise.....
Teriak anggota keluarga Wilson yang saat ini berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan Maysa.
" Selamat datang kembali Kakak Ipar." Ucap keempat adik Ilyas bersamaan.
Maysa tersenyum ke arah mereka.
" Terima kasih." Ucap Maysa.
Nyonya Alexa menghampiri Maysa.
" Selamat datang kembali sayang, Mami kangen sama kamu." Ucap Nyonya Alexa memeluk Maysa.
" Aku juga kangen sama Mami." Sahut Maysa.
Maysa mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Nampak ruang tamu sampai ke dalam di hias dengan sangat indah.
" Apa ini Mas?" Tanya Maysa menatap Ilyas.
" Surprise untuk kamu sayang. Mereka nampak antusias menyambut kedatanganmu ke rumah ini. Tetaplah di sini! Dan jangan pernah meninggalkannya lagi." Ujar Ilyas menatap Maysa.
" InsyaAllah Mas." Sahut Maysa.
" Kakak ipar, kami merindukanmu." Rega dan Ercha memeluk Maysa.
" Kalau merindukan aku kenapa tidak menemuiku di rumah?" Ujar Maysa.
Rega dan Ercha melepas pelukannya.
" Sama dengan bang Ilyas, kami sedang memberikanmu waktu sendiri Kak." Sahut Ercha. Rega menganggukkan kepala.
" Baiklah untuk merayakan kedatangan kak Maysa, ayo kita makan siang bersama. Kami sudah menyiapkan semuanya." Ujar Rega.
" Terima kasih." Ucap Maysa.
" Ayo sayang." Ajak Ilyas menggandeng Maysa menuju ruang keluarga.
Mereka duduk lesehan beralaskan karpet bulu di depan menu makanan yang sudah Nyonya Alexa dan Rega siapkan.
" Mami memasak sop buntut kesukaanmu." Ucap Nyonya Alexa menuangkan sop buntut sapi ke dalam mangkuk lalu menyajikannya untuk Maysa.
" Terima kasih Mi." Ucap Maysa di balas anggukkan kepala oleh nyonya Alexa.
" Aku juga membuatkan gurameh goreng pedas kesukaanmu Kak. Kak Maysa harus mencicipinya." Ujar Rega meletakkan sepiring gurameh goreng pedas di depan Maysa.
Tiba tiba...
" Empttt." Rega membekap mulutnya menggunakan telapak tangannya membuat semua orang menatap ke arahnya.
" Kamu kenapa sayang?" Tanya Aska.
Rega segera berlari menuju kamar mandi dapur. Melihat itu, Aska segera menyusulnya.
Huek... Huek...
__ADS_1
Rega memuntahkan isi perutnya ke wastafel kamar mandi.
" Sayang kamu kenapa?" Aska mendekati Rega. Ia memijat pelan tengkuk Rega.
Huek...
" Kita harus ke dokter sayang." Ujar Aska.
Setelah merasa lega, Rega membasuh mulutnya dengan air bersih sambil mengatur nafasnya yang nampak tersengal. Ia mengeringkan mulutnya dengan tisu.
" Sudah mendingan?" Tanya Aska.
" Iya Mas, tapi kepalaku sakit sekali." Sahut Rega.
" Kalau begitu kita pulang saja, kamu harus istirahat di rumah." Ujar Aska.
" Tidak Mas, aku tidak apa apa. Aku tidak enak jika aku tidak ikut merayakan kedatangan kakak ipar." Ujar Rega.
" Terus bagaimana dengan sakit kepalamu? Kau bisa pingsan di sini." Ujar Aska.
" Tidak Mas, Mas tenang saja! Aku tidak apa apa." Sahut Rega.
" Tidak apa apa bagaimana? Orang kamu muntah muntah gini. Apa mungkin kamu masuk angin? Aku kerokin ya." Ujar Aska.
" Nggak usah Mas, aku bukan masuk angin. Tapi ini wajar terjadi pada... " Rega menjeda ucapannya.
" Pada apa?" Tanya Aska menatap Rega.
" Pada wanita hamil sepertiku." Sahut Rega.
" Oh." Sahut Aska.
" Apa??? Kamu hamil???" Pekik Aska selanjutnya menyadari ucapan istrinya.
" Iya Mas aku hamil." Sahut Rega.
" Ya Tuhan... Terima kasih atas pemberianmu, akhirnya aku akan menjadi seorang ayah seperti bang Ilyas dan Aksa." Pekik Aska.
" Aaaa... Aku bahagia sekali sayang. Aku bahagia dengan kabar ini. Terima kasih kau telah memberikan kebahagiaan ini kepadaku. Terima kasih kau telah menyempurnakan hidupku sebagai seorang pria sejati. Terima kasih sayang." Ucap Aska memeluk Rega. Ia bahkan menjunjung Rega sambil berputar putar karena saking bahagianya.
" Mas sudah, aku tambah pusing kalau begini." Ucap Rega.
" Ah iya maaf sayang." Ucap Aska menurunkan Rega.
" Kita harus memberitahu mereka semua." Aska menggandeng tangan Rega kembali ke ruang keluarga.
" Rega kamu baik baik saja?" Tanya Nyonya Alexa menatap Rega.
" Tidak Mi, Rega tidak baik baik saja." Sahut Aska membuat semuanya terkejut.
" Apa maksudmu tidak baik baik saja Bang? Apa terjadi sesuatu kepada Rega?" Tanya Aksa khawatir. Sudah menjadi kebiasaan kelaurga Wilson untuk mengkhawatirkan satu sama lain.
" Iya." Sahut Aska singkat.
" Apa yang sebenarnya terjadi Aska? Kenapa kau berbelit belit?" Tanya Ilyas.
Aska menatap Rega begitupun sebaliknya membuat semua orang semakin khawatir.
__ADS_1
" Rega sedang hamil." Ucap Aska.
" Alhamdulillah." Ucap semua orang senang.
" Mami mau bertambah cucu lagi? Berapa bulan Rega?" Tanya Nyonya Alexa.
" Baru lima minggu Mi." Sahut Rega.
" Mami bahagia mendengarnya, ketiga putra dan putri Mami mau punya babby secara bersamaan. Mami selalu berdoa semoga kalian dan calon anak kalian baik baik saja, sehat selalu dan selalu dalam LindunganNya."
" Amin." Ucap semuanya serempak.
" Mami mohon jaga baik baik calon cucu Mami! Dan untuk ketiga putra Mami, Mami mohon jaga baik baik istri kalian dan calon anak kalian. Jadikan mereka sebagai prioritas utama dalam hidup kalian. Jangan sampai ada kejadian seperti yang menimpa Maysa ke depannya. Mami tidak mau kalian para suami teledor dalam menjaga anak dan istri kalian. Apa kalian paham dengan apa yang coba Mami katakan pada kalian semua?" Tanya Nyonya Alexa menatap ketiga putranya secara bergantian.
" Paham Mi, kami berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi." Ucap Ilyas, Aska dan Aksa bersamaan.
" Rega selamat ya atas kehamilanmu, semoga sehat dan lancar sampai persalinan nanti." Ucap Maysa.
" Untukmu juga Kakak ipar, terima kasih." Ucap Rega.
" Aku juga mengucapkan selamat untukmu Kakak ipar. Semoga kelak kita bisa bersama dalam mengasuh anak anak kita. Terutama kalian harus mengajari aku cara merawat babby dengan baik." Ucap Ercha.
" Tentu." Sahut Rega tersenyum.
" Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal sayang?" Tanya Aska menatap Rega.
" Sebenarnya aku menyiapkan surprise untukmu malam nanti Mas sekalian aku mengatakan hal ini. Tapi malah aku sudah ketahuan lebih dulu, aku tidak mau membuatmu khawatir dengan keadaanku jadi ya aku beri tahu saja tentang kehamilanku ini." Ujar Rega.
" Tapi kejutan untuk nanti malam masih ada kan?" Tanya Aska mengerlingkan sebelah matanya.
" Iya." Sahut Rega malu malu.
Semua orang nampak bahagia dengan. kebahagiaan masing masing.
" Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kebahagiaan ini kepada anak anakku. Semoga hanya akan ada kebahagiaan yang menghiasi pernikahan mereka ke depannya. Semoga tidak ada kesedihan yang menghadang lagi. Semoga kalian semua bahagia anak anakku." Ujar Nyonya Alexa dalam hati.
Tuan Frans merangkul pundak Nyonya Alexa membuat yang lain menatap ke arahnya.
" Mi sepertinya Papi juga sedang menunggu surprise dari Mami. Berikan yang terbaik untuk Papi malam ini Mi." Ucap Aska menggoda kedua orang tuanya.
" Apaan sih As." Ucap Nyonya Alexa malu malu.
" Dih Mami malu malu." Ujar Aska.
" Malu malu tapi mau banget." Sambung Aska. Setelah itu ia tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya.
" Beraninya kamu mempermalukan istriku, aku akan membuat perhitungan kepadamu." Ucap tuan Frans.
" Memangnya apa yang akan Papi lakukan kepadaku?" Tantang Aska.
" Aku akan memberikan adik kepada kalian semua." Ucap tuan Frans membuat anak anaknya terkejut.
Aska, Aksa dan Ilyas saling melempar pandangan lalu...
" Jangan!!" Ucap mereka serempak.
Melihat itu para istri hanya bisa tersenyum saja sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
TBC...