TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
TINGGAL DI RUMAH ASKA


__ADS_3

" Sekarang pasangkan cincinnya!" Ucap nyonya Alexa.


Aska menyematkan cincin di jari manis Rega begitupun sebaliknya. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka.


" Terima kasih sayang." Ucap Aska mencium punggung tangan Rega.


" Aku yang berterima kasih padamu Mas, karena kamu telah membawaku kepada keluarga ini. Keluarga yang terlihat begitu saling menyayangi. Aku pasti hidup bahagia berada di tengah tengah kalian." Ujar Rega di balas senyuman oleh Aska.


Maysa mendekati Rega lalu memeluknya.


" Selamat Ga, semoga kau bahagia berada di tengah tengah kami." Ucap Maysa melepas pelukannya.


" Aku sangat bahagia May, aku tidak menyangka jika kita akan menjadi keluarga sebelumnya. Bantu aku menyesuaikan diri di dalam keluarga ini." Ujar Rega.


" Tentu, tidak ada yang spesial dalam keluarga kami. Semua berjalan sesuai alur mengalir. Kau tidak perlu berkecil hati karena kami tidak pernah membeda bedakan sesama." Sahut Maysa.


" Terima kasih." Ucap Rega.


" Sama sama." Sahut Maysa.


" Rega, mulai sekarang kau tinggallah bersama kami daripada di rumah sendirian pasti kamu kesepian. Anggap kami sebagai keluargamu sendiri dan jangan sungkan untuk meminta jika ada yang kamu butuhkan." Ujar nyonya Alexa.


" Maaf Tante, akan sangat merepotkan jika aku tinggal di sinis sebelum pernikahan. Akan ada banyak gunjingan yang akan memperburuk citra keluarga kalian. Aku tidak mau sampai itu terjadi Tante, kalian sudah sangat baik dengan menerimaku sebagai bagian dari keluarga kalian. Aku tidak mau mempersulit keluarga kalian dengan hal ini." Ucap Rega tersenyum manis.


" Tidak sayang, tidak ada yang buruk ataupun menggunjing kelaurga kami. Setelah putraku meminangku, kau menjadi putriku. Kau putri kedua di dalam keluarga ini setelah Maysa. Tinggallah di sini, anggap saja kita dalam fase pendekatan sebelum kalian menikah. Jangan menolak permintaan Mamimu atau Mamimu ini akan bersedih." Ujar nyonya Alexa.


Rega menatap Aska di balas anggukkan kepala.


" Baiklah Tante aku akan tinggal di sini, sebelumnya terima kasih atas kebaikan kalian semua." Ucap Rega.


" Sama sama." Sahut semuanya.


" Kalau begitu akan aku tunjukkan kamarmu." Ucap Aska menarik tangan Rega meninggalkan mereka semua.


" Jangan macam macam dulu Bang! Belum halal." Teriak Aksa.


" Oke." Sahut Aska.


Nyonya Alexa menatap Aksa.

__ADS_1


" Aksa." Panggil nyonya Alexa.


" Iya Mi, ada apa?" Tanya Aksa menatap maminya.


" Apa kamu baik baik saja?" Tanya nyonya Alexa.


" Maksud Mami apa?" Tanya Aksa.


" Mami tahu hatimu pasti merasa sakit sayang, maafkan abangmu dan Rega karena telah menyakiti hatimu." Ujar nyonya Alexa.


" Aku tidak apa apa Mi, memang sudah seharusnya mereka bersama. Mami tidak perlu khawatir! Aku baik baik saja, seiring berjalannya waktu aku pasti bisa melupakan perasaan ini." Ucap Aksa.


" Terima kasih sayang kamu mau mengerti keadaan ini." Ucap nyonya Alexa.


" Sama sama Mi." Sahut Aksa merangkul maminya.


" Ya sudah kalau begitu ayo kita masuk ke dalam. Lama lama berada di sini dingin juga." Ujar tuan Frans.


" Iya Pi." Sahut semuanya.


Aska menggandeng tangan Rega masuk ke kamar tamu.


" Untuk sementara kamu tinggal di kamar tamu dulu, kalau kita sudah resmi menjadi suami istri baru kamu pindah ke kamar Mas." Ucap Aska.


" Semoga kau betah tinggal di sini." Ucap Aska.


" InsyaAllah aku betah Mas." Sahut Rega duduk di tepi ranjang.


" Mas." Rega mendongak menatap Aska.


" Ya." Sahut Aska.


" Walaupun kita sudah bertunangan, tapi aku tidak mau jika sampai hubungan kita di publikasikan di sekolah. Aku tidak mau pihak sekolah sampai tahu apalagi teman temanku. Mereka pasti akan membullyku dengan tuduhan aku menikahimu karena hartamu. Aku ingin belajar dengan tenang seperti sebelumnya Mas, aku harap Mas bisa mengerti keinginanku ini." Ucap Rega.


" Jujur Mas merasa kecewa dengan keinginanmu ini, sebenarnya Mas ingin memberitahu mereka semua kalau kamu milikku. Tapi Mas menghargai perasaanmu sayang, Mas tidak akan memberitahu mereka tentang hubungan ini." Sahut Aska duduk di samping Rega.


" Terima kasih Mas, dan aku mohon bersikaplah layaknya seorang guru dan murid saat kita di sekolah agar mereka tidak curiga." Ucap Rega menatap Aska.


Aska menggenggam tangan Rega.

__ADS_1


" Mas akan melakukannya, tapi Mas akan mengantarmu ke sekolah. Kau bisa turun di lampu merah dekat sekolahan." Ujar Aska.


" Baik Mas terima kasih." Ucap Rega.


" Sama sama sayang." Sahut Aska.


" Sekarang istirahatlah! Mas tahu kamu pasti capek. Mas keluar dulu, selamat malam semoga mimpi indah." Ucap Aska mengelus kepala Rega.


" Selamat malam Mas." Sahut Rega.


Aska keluar dari kamar Rega. Ia tersenyum bahagia karena pada akhirnya ia bisa memiliki Rega.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah acara tukar cincin Rega dan Aska, Maysa dan Ilyas kembali ke rumah. Mereka langsung masuk ke kamar. Ilyas menghela nafasnya melihat Kavin yang sudah tertidur di atas ranjang tepat di bagian tengah. Ia menggelengkan kepalanya sambil menatap Maysa. Maysa melempar senyuman manis ke arahnya.


" Mau sampai kapan Kavin seperti ini sayang? Mas ingin menghabiskan waktu berdua denganmu. Dan Mas ingin sekali melakukan itu supaya kamu bisa segera memberi adik untuk Kavin. Mas tidak sabar ingin menggendong bayi kita sayang. Apalagi usia Mas yang semakin tua. Mas khawatir saat kamu hamil nanti Mas sudah tidak kuat menggendong anak kita." Ucap Ilyas menarik pinggang Maysa mengikis jarak di antara mereka.


" Sabar Mas! Kavin masih kecil, aku juga masih kecil. Sepertinya belum saatnya aku memiliki anak lagi. Karena aku takut tidak bisa mengurus mereka berdua. Bisa bisa mereka terlantar karena bingung mau mengurus yang mana dulu." Ujar Maysa.


" Mas akan membantumu mengurus mereka sayang, jadi kamu jangan khawatirkan hal itu! Mas tidak akan membiarkanmu merasa repot ataupun susah dalam mengurus mereka." Ucap Ilyas menyelipkan anak rambut Maysa di telinga.


" Iya Mas aku tahu, tapi kita harus memahami keinginan Kavin yang belum mau memiliki adik. Kita harus lebih menyayangi Kavin saat ini supaya dia merasa kita sangat menyayanginya dan tidak akan membedakan dia dengan adiknya nanti." Ujar Maysa.


" Baiklah Mas akan menurutimu sayang, apapun akan Mas lakukan untukmu dan Kavin. Mas sangat mencintai kalian berdua." Ucap Ilyas mencium kening Maysa.


" Kami juga sangat mencintaimu Mas." Sahut Maysa.


Ilyas menatap bibir Maysa sambil tersenyum. Ia memajukan wajahnya lalu mencium bibir Maysa dengan lembut. Ilyas menekan tengkuk Maysa memperdalam ciumannya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Keduanya menikmati manisnya bertukar saliva sampai...


" Mommy, Daddy." Panggil Kavin menatap keduanya Ilyas langsung melepas pagutannya. Masa mengusap bibirnya dengan jempol lalu ia menghampiri Kavin.


" Mommy sudah pulang, ayo kita tidur di kamar Kavin Mom." Ujar Kavin sambil mengucek kedua matanya.


" Kamu tidur di sini saja, Daddy ingin tidur dengan kalian berdua." Ujar Ilyas.


" Tapi Daddy jangan membuat adek bayi untuk Kavin, Kavin tidak mau." Ucap Kavin menatap Ilyas.


" Baiklah sayang, Daddy tidak akan melakukannya." Sahut Ilyas.

__ADS_1


" Ya sudah ayo kita tidur lagi." Maysa naik ke atas ranjang. Ia memeluk Kavin membuat Kavin tidur lagi.


Setelah dari kamar mandi, Ilyas naik ke atas ranjang. Ia tidur di belakang Maysa sambil memeluknya. Tidak ada yang mereka lakukan akhir akhir ini karena Ilyas terus menganggu mereka berdua.


__ADS_2