TERJEBAK DUDA ANAK SATU

TERJEBAK DUDA ANAK SATU
JODOH DADAKAN


__ADS_3

" Katakan Ercha! Apa keputusanmu!" Ucap Aksa menatap Ercha.


" Gue nggak tahu harus gimana." Sahut Ercha.


" Gue bingung, gue baru berusia dua puluh tahun dan baru menyelesaikan sarjana muda. Banyak harapan yang ingin gue wujudkan sambil menyelesaikan S2 ku di sini. Tapi melihat mami lo yang sepertinya bahagia banget mau dapat calon mantu membuat gue bimbang. Gue akan memberitahu kakak gue, dulu kalau dia setuju ya gue oke kalau tidak ya sorry." Ucap Ercha menatap Aksa.


Aksa tersenyum manis kepada Ercha.


" Tidak masalah, jika kita di takdirkan berjodoh pasti kita akan bersatu bagaimanapun caranya. Tuhan punya seribu satu cara untuk menyatukan hambanya." Ucap Aksa.


" Yah lo benar, sebentar gue telepon kakak gue dulu." Ujar Ercha menyalakan ponselnya.


Drt... Drt... Drt..


Ponsel Ercha bergetar beberapa kali. Panggilan dan pesan masuk dari Raka lebih dari sepuluh kali. Ia lalu menekan tombol hijau pada kontak Raka.


" Halo Ercha, kamu dimana? Apa kamu baik baik saja? Kenapa kamu mematikan ponselmu? Kami jadi tidak bisa melacak keberadaanmu." Ucap Raka setelah mengangkat panggilannya.


" Kak dengarkan aku!" Ucap Ercha.


" Ya, kenapa?" Tanya Raka.


" Aku tadi salah masuk mobil orang, dan saat ini aku berada di rumahnya. Aku baik baik saja karena dia orang yang baik. Aku bertemu dengan maminya Kak, maminya baik banget sama aku. Apa kakak tahu apa yang maminya bilang padaku?" Terang Ercha.


" Tidak, memangnya maminya mengatakan apa padamu?" Tanya Raka.


" Maminya bilang nanti malam mau datang ke rumah kita." Sahut Ercha.


" Mau apa?"


" Mau melamarku."


" Apa???" Pekik Raka tidak percaya.


" Apa Kakak tidak salah dengar? Ada orang yang mau melamarmu? Apa orang itu tidak tahu siapa dirimu? Gadis si pembuat onar dan ceroboh dalam segala hal." Ucap Raka.


" Kakak." Ucap Ercha melirik Aksa yang terlihat sedang menahan tawanya.


" Baiklah tidak masalah. Mumpung ada orang yang mau melamar adikku yang super duper istimewa ini, Kakak akan mempersiapkan segalanya untuk menyambut beliau. Kakak bahagia mengetahui ada seorang pemuda yang ingin menikahimu. Kakak akan sangat berterima kasih padanya karena dia telah membantu Kakak menyelesaikan tugas terakhir Kakak kepadamu." Ucap Raka.


" Kenapa Kakak terburu buru? Kakak bahkan belum bertemu dengannya, bagaimana kalau ternyata pria itu orang jahat? Bagaimana kalau pria itu punya niat buruk kepada keluarga kita?" Ujar Ercha.


" Pria yang mau melamarmu itu berarti pria yang baik, karena dia mau menerimamu apa adanya." Sahut Raka.


" Kakak ih nyebelin." Ercha menutup sambungan teleponnya dengan kesal.


Tanpa Ercha tahu jika nyonya Alexa telah menelepon Raka dan mengutarakan keinginannya sebelum Ercha meneleponnya. Raka merasa jika Aks adalah pria yang tepat untuk mendampingi adiknya. Aksa terkenal sebagai pria yang penyayang dan penyabar, ia juga tidak banyak tingkah seperti kembarannya. Raka yakin jika Aksa bisa membuat adiknya bahagia.


" Bagaimana? Apa kakakmu menerimaku?" Tanya Aksa menatap Ercha.


" Nggak tahu, tunggu jawabannya nanti malam. Sekarang gue mau pulang." Ercha beranjak dari kursinya.


" Biar aku antar." Ucap Aksa.

__ADS_1


" Tidak usah, gue bisa naik taksi." Sahut Ercha meninggalkan Aksa.


" Ercha." Panggil nyonya Alexa yang baru menuruni anak tangga.


" Iya Tan." Ercha membalikkan badannya menatap nyonya Alexa.


" Kamu mau kemana? Jangan pulang dulu! Pulangnya nanti sekalian bareng sama Mami. Mami dan papai mau ke rumah kamu nanti malam. Kami mau mekamarmu untuk Aksa." Ujar nyonya Alexa.


" Tante ada yang ingin aku akui kepada Tante." Ucap Ercha menatap nyonya Alexa.


" Apa kamu membuat kesalahan?" Tanya nyonya Alexa.


" Iya Tante, sebenarnya aku.... " Ercha menghentikan ucapannya. Tiba tiba ia ingat ucapan Aksa jika nyonya Alexa mengidap penyakit jantung.


" Ada apa Ercha? Sebenarnya kamu kenapa?" Tanya nyonya Alexa.


" Emmm... Sebenarnya aku... Aku lapar Tante." Ucap Ercha nyengir kuda. Aksa tersenyum melihatnya.


" Astaga Aksa!! Kenapa kamu tidak menyajikan makanan untuk calon istrimu? Kan jadi kelaparan calon menantu Mami."


" Maaf ya sayang, Mami tadi sibuk jadi tidak memperhatikan kamu. Ayo kita makan! Kasihan kamu sampai melewatkan jam makan siang kamu." Nyonya Alexa menggandeng tangan Ercha menuju meja makan.


" Duduk sayang! Mami akan ambilkan makanan untukmu." Ucap nyonya Alexa.


" Tidak usah Tante, biar aku sendiri yang ambil. Aku tidak mau merepotkan Tante." Ujar Ercha mencegahnya.


" Tidak apa apa, hitung hitung salam perkenalan dari Mami." Ucap nyonya Alexa.


Nyonya Alexa mengambil makanan untuk Alexa. Alexa menatapnya dengan tatapan haru. Entah mengapa perhatian nyonya Alexa membuat hati Ercha begitu hangat. Selama ini ia sangat merindukan sosok seorang mama.


" Aku tahu kau merindukan mama kamu, anggap saja mamiku sebagai mami kamu. Lagian sebentar lagi mamiku akan jadi ibu mertua kamu juga kan? Jadi tidak perlu sungkan." Ucap Aksa mengerlingkan sebelah matanya.


" Apa sih." Kekeh Ercha.


" Silahkan di makan sayang!" Nyonya Alexa menyajikan makanan di depan Ercha.


" Terima kasih Tante." Ucap Ercha.


" Panggil Mami saja." Ujar nyonya Alexa.


" Iya Mi." Ucap Ercha.


" Mas Aksa juga belum makan kan? Ayo kita makan bersama." Ujar Ercha basa basi.


" Kita makan sepiring berdua saja." Aksa mengambil sendok lalu mengambil makanan di piring yang sama dengan Ercha.


" Bukan itu maksudku, aku...


" Bair romantis sayang... Sudah satu tahun lhoh kita tidak ketemu, Mas kangen hal hal seperti ini." Aksa kembali mengerlingkan matanya.


Nyonya Alexa tersenyum sedangkan Ercha memutar bola matanya malas.


Akhirnya di depan nyonya Alexa mereka makan sepiring berdua.

__ADS_1


" Mami bahagia melihat kalian bahagia seperti ini. Belum menikah saja kalian sudah so sweet seperti ini, gimana nanti kalau sudah menikah. Pasti kalian akan menjadi pasangan paling romantis sedunia." Ujar nyonya Alexa.


Keduanya hanya tersenyum dan saling menatap.


" Setelah menikah gue nggak bakalan mau makan sepiring berdua begini. Bikin nggak selera aja." Batin Ercha.


" Setelah menikah akan aku pastikan kita selalu makan berdua seperti ini Ercha. Aku akan membuatmu jatuh hati padaku." Batin Aksa.


Selesai makan Aksa mengantar Ercha ke kamar tamu untuk beristirahat sejenak.


" Istirahatlah! Aku akan memanggilmu jam tujuh malam, sebelum itu kau bersiaplah. Berdandan yang cantik karena malam ini adalah malam yang sangat spesial untuk kita." Ucap Aksa hendak menutup pintunya


" Mas.. " Panggil Ercha.


Nyesss...


Hati Aksa seperti tersiram air es mendengar panggilan Ercha saat mereka hanya berdua seperti sekarang ini. Entah mengapa rasanya begitu damai di hati.


" Ya, gimana? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Aksa.


" Aku... Aku ragu dengan keputusan ini. Aku mohon bantu aku untuk memberitahu mami kalau sebenarnya kita tidak ada hubungan apa apa. Aku belum siap menikah, kau dengar sendiri kan apa kata kakakku? Aku gadis pembuat onar, ceroboh dan selalu menimbulkan masalah dimana aku berada. Seperti sekarang ini, aku membuat onar di dalam rumah dan kehidupanmu. Aku minta maaf! Aku mohon hentikan akibat kecerobohanku kali ini!" Ucap Ercha menatap Aksa. Aksa merasa Ercha nampak begitu manis bersikap lembut seperti ini.


" Dengarkan aku!" Ucap Aksa menyentuh kedua bahu Ercha.


" Siapapun kamu, bagaimanapun peringaimu, dan seberapa buruk sikapmu. Aku akan menerimamu apa adanya. Aku akan menerimamu berserta kekurangan dan kelebihanmu. Kau sendiri yang datang kepadaku dan membuat semua ini menjadi seperti ini. Entah mengapa aku merasa kau adalah jodoh yang Tuhan kirimkan untukku. Kita jalani saja sesuai air mengalir, aku yakin kita pasti bisa melewatinya. Dan yakinlah jika yang terjadi saat ini adalah yang terbaik untuk kita berdua." Ucap Aksa.


Ucapan Aksa yang penuh kelembutan mampu menyihir gadis keras kepala seperti Ercha.


" Ehemm... " Dehem Aska membuat Aksa menjauhkan tangannya dari bahu Ercha.


" Ada yang dapat jodoh dadakan nih." Goda Aska menatap Aksa.


" Apa sih Bang." Ucap Aksa tersipu malu.


" Hai, kenalin gue Aska. Kembarannya Aksa." Ucap Aska mengulurkan tangannya.


" Ercha." Ucap Ercha membalas uluran tangan Aska.


" Sebagai abang, gue bahagia akhirnya adik gue menemukan pasangannya. Gue harap lo tidak akan menyakiti hati adik gue yang sangat tampan ini." Ucap Aska menepuk bahu Aksa.


" Gue nggak bisa menjanjikan apapun. Jangankan menjaga hati adik lo, menjaga hati gue sendiri aja gue nggak bisa. Adik lo sendiri yang mau menerima gue apa adanya, so jika suatu hari nanti gue membuat kesalahan. Itu merupakan konsekuensi yang harus di terima oleh adik lo." Sahut Ercha menatap Aska.


" Gue nggak nyangka lo bisa sejujur ini, nggak ada jaim jaimnya sama sekali." Ujar Aska.


" Inilah gue, kalau lo nggak suka punya adik ipar seperti gue, mending lo bujuk adik lo untuk tidak melamar gue sebelum semuanya terlambat. Gue mau istirahat!" Ucap Ercha naik ke tempat tidur.


" Lo menyinggung perasaannya Bang." Ujar Aksa.


" Ercha sorry kalau gue menyinggung perasaan lo, gue nggak ada maksud." Ucap Aska dengan nada tinggi.


" Gue nggak tersinggung, gue cuma pura pura." Sahut Ercha sedikit berteriak.


" Hah??" Aska melongo menatap Aksa. Aksa hanya membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


" Benar benar ajaib." Gumam Aska.


TBC....


__ADS_2