Ternyata Ada Cinta

Ternyata Ada Cinta
22 - PENGHINAAN


__ADS_3

"Tadi sudah kukatakan jangan terlalu banyak makan sambal. Kamu masih saja tidak menurut," celetuk Fariz masih memandangi Zafira yang sedang meminum es jeruk dengan maksud menghilangkan sensasi panas yang terasa membakar mulutnya.


"Huuu, minum es jadi terasa makin pedas," Zafira mengipas-ngipas mulutnya dengan kelima jari.


Ini sudah yang kedua kali saat makan bersama Fariz, Zafira merasa kepedasan memakan makanannya. Saat mereka masih berkuliah dulu, Zafira juga pernah mengalami hal yang sama seperti hari ini.


Fariz mengedarkan pandangan mencari karyawan restoran tetapi beberapa karyawan di sana terlihat sedang sibuk melayani pengunjung. Mau tidak mau Fariz harus beranjak dari kursi mencari karyawan yang sedang tidak sibuk.


Dalam waktu empat menit, Fariz sudah kembali dengan membawa satu gelas air putih di tangan.


"Minum air hangat ini, biar pedasnya cepat hilang," Fariz menyodorkan air hangat itu ke mulut Zafira dan tanpa fikir panjang karena merasa mulutnya sudah sangat panas, gadis itu pun segera menyeruput air putih itu dari tangan Fariz seraya ikut memegang gelas, hingga kini tangan Zafira menempel sempurna di tangan Fariz.


"Deegg"


Kembali hati Fariz merasa bergetar. Setiap pria itu bersentuhan kulit dengan Zafira, suhu badannya menjadi terasa hangat dan muncul debar-debar indah di dalam hati yang membuat dirinya merasa melayang serta bahagia.


Oh cinta, sungguh menyakitkan menerima takdir cinta seperti Fariz. Gadis yang dicintai sejak kecil mengapa hanya menganggapnya sahabat dan saudara?


Tidak bisakah Fariz merasakan cinta lain dari gadis itu?


Cinta yang sebenarnya. Cinta yang benar-benar lahir dari seorang wanita kepada seorang pria?


Ya Allah, jika Engkau tidak mengizinkan Zafira jatuh cinta kepada Fariz, setidaknya tutuplah hati Fariz agar bisa melupakan Zafira dan mencintai gadis lain.


Jangan menyiksa umat-MU dengan cinta seperti ini.


"Terima kasih," ucap Zafira menyelesaikan seruputannya dan melepaskan pegangan tangan dari tangan Fariz.


Gadis itu tidak sadar jika apa yang baru saja dilakukannya membuat getaran indah di hati Fariz. Sementara gadis itu tidak merasakan apa pun dan tetap sama seperti biasa. Hatinya tetap normal setiap bersentuhan dengan Fariz. Beda dengan yang dirasakan sang pria, seluruh tubuh rasa bergetar setiap kali menerima perlakuan manis atau pun sentuhan lembut dari gadis cantik itu.


"Wah, wah, wah, adegan yang sangat romantis! Ternyata seperti ini kelakuan kalian di belakangku? Dari tadi aku sudah melihat apa yang kalian lakukan!," tiba-tiba sebuah suara bergema, yang diiringi tepuk tangan dari sosok yang baru muncul di dekat meja yang saat ini diduduki Zafira dan Fariz.


Zafira maupun Fariz sontak terlonjak menolehkan kepala ke arah suara itu. Terlebih Zafira, dia tidak menyangka jika Ronald akan datang ke restoran ini. Ronald muncul tiba-tiba di hadapan mereka. Padahal tadi pria itu mengatakan tidak bisa makan siang bersama Zafira namun mengapa dia tiba-tiba datang menemui mereka di restoran ini.

__ADS_1


Iya, setelah Zafira selesai menelepon, Ronald berubah fikiran, yang awalnya tidak memiliki rencana makan siang dengan Zafira namun seketika rencananya berubah.


Fikiran busuknya tiba-tiba muncul. Dia sengaja datang ke restoran ini dengan tujuan ingin mempermalukan Fariz di depan Zafira serta berniat mengusir Fariz secara halus dari restoran ini.


Ronald mendekat ke meja dan berdiri sambil memandang tajam penuh kebencian pada pria yang duduk satu meja dengan kekasihnya.


Fariz hanya diam tertunduk mengamati nasi yang ada di piring, yang masih tersisa banyak. Pria itu baru memakannya sedikit dikarenakan harus membantu mencarikan air hangat untuk Zafira yang sedang kepedasan.


"Kalau kamu punya rasa malu, seharusnya kamu tidak terus-menerus mendekati Zafira. Kamu juga sudah tahu jika Zafira sudah memiliki kekasih. Bahkan Zafira sudah berencana akan menikah dengan kekasihnya. Apa kamu akan terus maju setelah tahu jika gadis yang kamu cintai ini akan segera menikah dengan kekasih yang dicintainya? Kalau aku jadi kamu, aku pasti akan menjauh karena percuma kamu terus bertahan di sisi Zafira sementara Zafira sama sekali tidak menganggap kamu ada," Ronald mulai melancarkan aksi untuk menyudutkan Fariz.


Fariz hanya mampu terdiam, tidak mengatakan sepatah kata pun. Matanya tetap memandangi piring nasi yang seakan ikut merasakan betapa ngilu hatinya mendengar setiap kata yang diucapkan Ronald.


"Nald!," Zafira mencoba mengingatkan Ronald namun sang kekasih tidak menggubris dan terus melancarkan aksinya sengaja ingin mempermalukan Fariz.


"Hei bro! Coba kamu fikir! Puluhan tahun kamu berteman dengan Zafira, dekat dan selalu bersama. Apa hati Zafira berubah? Tidak kan? Zafira yang sekarang, tetap sama dengan Zafira yang kamu kenal puluhan tahun lalu. Dia hanya menganggapmu teman, tidak lebih. Zafira itu tidak akan pernah memberikan hatinya untukmu, jadi berhentilah berharap. Kasihan sekali nasibmu bro! Gadis yang kamu cintai tidak pernah membalas perasaanmu. Cobalah kamu berfikir jernih. Untuk apa kamu terus berusaha mendekatinya kalau semua usahamu itu akan sia-sia. Kamu camkan sekali lagi, Zafira itu tidak pernah mencintaimu! Jadi jangan kamu fikir, hanya karena dia selalu bersamamu kamu merasa dia akan merubah perasaannya padamu. Awalnya tidak mencintaimu jadi mencintaimu? Itu takkan terjadi. Selamanya Zafira itu hanya mencintaiku. Coba sekali-sekali kamu pakai rasa malumu itu! Biar kamu sadar!," ujar Ronald sengaja mengeluarkan hinaan kepada Fariz.


"Ronald!!," hardik Zafira dengan muka merah menahan rasa marah sambil berdiri dari duduk menatap tajam kepada sang kekasih yang sudah sangat keterlaluan menghina sahabatnya.


Ditatap seperti itu oleh sang kekasih, Ronald hanya tersenyum menarik sebelah bibir.


Pria itu berdiri dari kursi tanpa ekspresi apapun, mukanya tertunduk. Hanya hatinya yang seakan menangis tanpa suara.


Fariz sangat terluka menerima setiap kata yang dilontarkan Ronald. Apalagi saat Ronald mengatakan bahwa Zafira tidak akan pernah mencintainya dan akan segera menikah dengan kekasih yang dicintainya, kata itu begitu menusuk tajam menghancurkan semangat serta seluruh perasaannya.


Namun apa yang dikatakan Ronald tidak semuanya salah. Sebagian yang dikatakan kekasih Zafira itu bisa diterima akal sehat Fariz. Memang benar ucapan Ronald, puluhan tahun Fariz bersama Zafira tetapi hingga detik ini perasaan gadis itu sama sekali tidak berubah bahkan dalam waktu dekat gadis pujaannya itu telah membuat rencana akan segera naik pelaminan bersama pria yang dicintainya.


Rasanya hati Fariz hancur lebur mengetahui jika sang sahabat yang selama ini didamba serta selalu hadir dalam mimpi-mimpi indahnya sudah memutuskan memilih Ronald untuk menjadi teman hidupnya.


Dengan langkah gontai, Fariz berjalan ke kasir dan membayar semua total makanan mereka.


Setelah itu Fariz berjalan keluar dari restoran tanpa menoleh sedikit pun pada kedua orang yang masih berdiri menatap kepergiannya.


Tatapan Zafira terlihat sedih saat melihat Fariz keluar tanpa kata.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan! Tidak punya hati! Aku tidak menyukai sikapmu yang selalu menghina Fariz!," bentak Zafira memarahi Ronald dan tanpa permisi gadis itu berlari mengejar Fariz.


Ronald tersenyum puas, membiarkan saja kekasihnya mengejar Fariz. Ronald sengaja memberi waktu kepada Zafira dan Fariz supaya bisa berbicara empat mata. Ronald berharap Fariz akan menyerah dan mengatakan kepada Zafira jika dia akan menjauhi gadis itu. Hal itulah yang menjadi rencana Ronald untuk menghancurkan persahabatan Zafira dan Fariz.


"Rasakan pria tidak tahu malu! Aku yakin setelah ini mata serta fikiranmu akan terbuka! untuk menjauhi calon istriku!," gumam Ronald tersenyum menang.


Zafira mengejar Fariz yang sudah jauh meninggalkannya.


"Fariz!," Gadis itu mengejar sahabatnya.


"Fariz tunggu aku!," panggil Zafira terus berusaha mengejar Fariz yang dengan langkah panjang semakin jauh berjalan.


"Awww..," pekik Zafira.


Sepatu heels gadis itu menginjak kerikil yang hampir membuat gadis itu terjatuh jika tidak bertahan pada sebuah mobil yang terparkir di sana.


Tidak hanya kerikil yang diinjak gadis itu, ternyata ada plastik putih menyangkut dan terseret di bagian ujung heels, membuat Zafira harus menghentikan langkah mengejar Fariz.


Fariz terkejut mendengar teriakan Zafira dan hatinya menjadi cemas lalu mendadak menghentikan langkah melihat ke belakang.


Tampak Zafira sedang membungkuk memegangi kaki kanannya yang tadi menginjak kerikil.


Fariz pun berjalan ke belakang mendekat ke arah Zafira, matanya melirik plastik putih yang masih lengket di sepatu gadis itu.


Fariz berjongkok lalu memegang kaki Zafira.


"Lepaskan sepatumu," pinta pria itu tanpa rasa canggung ikut membantu mengangkat sedikit kaki Zafira agar melepas sepatunya.


Zafira menurut dan mengeluarkan telapak kaki dari sepatu. Fariz langsung mengambil sepatu itu.


Seperti biasa selama puluhan tahun, Fariz selalu memberikan yang terbaik untuk Zafira. Sama halnya dengan hari ini, pria itu masih memperlakukan Zafira dengan penuh perhatian, menarik plastik itu dan membersihkan sisa-sisanya yang menempel di ujung heels.


"Mulai saat ini, mungkin apapun yang terjadi padamu, bukan lagi tugasku untuk membantu dan memperhatikanmu Zafira. Mulai saat ini belajarlah untuk hidup lebih berhati-hati. Kamu juga sudah memiliki seseorang yang lebih pantas untuk menjaga dan memperhatikanmu. Keberadaanku di dekatmu hanya akan menjadi penghalang hubunganmu dengan calon suamimu," ucap Fariz meletakkan kembali sepatu itu di depan kaki Zafira.

__ADS_1


...*******...


__ADS_2