
Makasih BESTie-ku yang udah rajin ngasih Like, Subscribe, Bintang 5, Gift dan komen🙏
Semua yang kalian kasih, adalah support buatku 🫰
*****
"Honey, aku mencintaimu.., Mungkin kamu sudah bosan mendengar ungkapan cinta dariku. Tapi memang begitu kenyataannya, aku sangat mencintaimu. Karena rasa cinta yang begitu besar membuatku selalu merasa cemburu dan marah setiap kali kamu berdekatan dengan Fariz. Percayalah padaku. Aku berkata kasar kepada sahabatmu karena aku cemburu. Aku melakukan itu karena aku mencintaimu..," ucap pria itu menatap penuh harap dengan muka memelas agar Zafira bisa mengerti dan memaafkannya.
Ucapan Ronald yang manis penuh rayuan ditambah lagi muka memelas yang apik diperankan Ronald sedikit meredakan kekesalan serta kemarahan gadis itu.
"Maafkan aku honey.., Kecemburuanku yang berlebih membuatku tidak sengaja mengeluarkan kata-kata itu. Kamu juga tahu, cemburu tandanya cinta. Dan itu yang aku rasakan. Mau kan memaafkan kesalahanku yang kemarin? Aku menyesal honey," ucap pria itu lagi mencoba membujuk sang kekasih dan menundukkan kepala sangat dalam sambil mengecup jemari sang gadis.
Zafira terdiam menatap pria yang masih berjongkok mengecup jemarinya.
Jujur saja, hati gadis itu tersentuh mendengar permohonan maaf yang sungguh-sungguh dari kekasihnya. Tetapi sayangnya, tanpa sepengetahuan Zafira, sikap sungguh-sungguh yang ditunjukkan Ronald hanyalah sebuah sandiwara belaka. Dan bodohnya, Zafira percaya begitu saja. Padahal fakta sesungguhnya, Ronald hanya ingin merebut hati gadis itu agar mau memaafkan dan berbaikan dengannya.
Setelah itu, Ronald akan melancarkan misi untuk secepatnya melamar dan dalam waktu dekat segera melangsungkan pernikahan dengan gadis itu agar tujuannya menghancurkan hati Fariz dapat segera tercapai.
Sungguh jahat rencana serta niat Ronald terhadap Fariz. Seandainya Zafira tahu dari dulu, kalau kekasih yang selama ini dia cinta, dia percaya dan dia anggap pria yang baik, ternyata telah menipunya dengan berpura-pura baik di depannya, dapat dipastikan gadis itu tidak akan sudi menjalin hubungan seserius ini dengannya.
Pada kenyataannya, Zafira telah salah memilih laki-laki. Laki-laki yang sebenarnya tulus padanya dan tidak pernah berhenti mencintainya sejak kecil adalah sahabatnya sendiri, Fariz.
Namun mata, fikiran serta hati gadis itu menjadi tertutup dikarenakan dia tidak pernah membuka sedikit celah hatinya untuk menerima cinta Fariz dan memberi kesempatan kepada pria itu untuk menjadi kekasihnya. Sehingga hubungan mereka pun tetap berlanjut hanya sebatas sahabat. Dan Zafira pun memilih menghabiskan waktu dan terhanyut selama bertahun-tahun bersama laki-laki yang tidak setia. Suka bermain hati dan tidak cukup hanya dengan satu wanita.
__ADS_1
Ronald masih tertunduk mengecup jemari Zafira. Gadis itu pun luluh, merasa tersentuh dengan ucapan serta sikap manis Ronald. Dan akhirnya dia pun mengangguk memberi isyarat kalau dirinya telah memaafkan Ronald.
Ronald pun seketika sangat gembira. Mukanya berseri sambil tersenyum senang mendongak menatap Zafira. Kembali, pria itu mencium tangan Zafira hingga beberapa kali dengan senyum penuh kemenangan.
"Terima kasih honey, terima kasih kamu sudah memaafkanku. Aku sangat senang. I love you so much..," ucap Ronald dengan suara penuh kegembiraan.
Misinya untuk segera menikahi Zafira sebentar lagi terwujud. Dengan begitu, Fariz pasti akan hancur dan terluka menerima kenyataan bahwa gadis yang sangat dicintainya akan menjadi milik laki-laki lain.
Dengan menikahi Zafira, maka Ronald memiliki hak penuh untuk melarang Zafira agar tidak berhubungan lagi dengan sahabat karibnya itu. Dan pria yang dianggap Ronald sebagai saingan itu secara otomatis juga tidak akan mengganggu dan terus menerus mendekati Zafira.
Zafira hanya tersenyum kecil mendengar penuturan Ronald yang telah mengakui kesalahannya kepada Fariz. Meski Zafira masih diam namun dia sudah sangat senang melihat kesungguhan Ronald menyesali sikap kasarnya pada Fariz.
"Honey, tunggu sebentar," ucap Ronald melepaskan genggaman tangan dari jemari sang gadis dan berdiri.
Pria itu berjalan ke tempat Zafira yang masih duduk diam di kursi kerjanya.
Dan untuk kedua kali pria tampan itu kembali menekuk kedua lutut dan berjongkok di bawah kaki Zafira seraya menyembulkan sesuatu dari balik punggungnya.
Sebuah rangkaian bunga mawar merah sedang dipegang Ronald dan memberikannya kepada gadis cantik di hadapannya.
Zafira melirik bunga itu. Bunga mawar merah yang sangat cantik. Dia menyukainya. Dengan gerakan lambat, gadis itu mengambil rangkaian bunga dari tangan Ronald lalu menciumnya beberapa detik.
"Honey, calon istriku. Maukah kamu menikah denganku?," suara Ronald terdengar merdu di telinga gadis itu sambil meraih satu tangan Zafira dan menggenggamnya.
__ADS_1
Zafira kembali tersenyum dan menaruh bunga di atas pangkuannya.
Hatinya merasa senang mendengar permintaan sang kekasih. Dia menatap wajah tampan yang tengah mendongak ke arahnya. Wajah yang sekian tahun telah menghiasi layar ponsel serta hari-harinya. Ronald memang sangat tampan tidak kalah dengan Fariz. Apalagi kepiawaiannya bermain basket membuat Zafira kagum hingga menjerat hatinya berlabuh kepada sosok tinggi serta tampan itu.
"Honey, kamu tidak menjawabku. Maukah kamu menjadi istriku?," ulang Ronald kembali dengan mimik muka penuh pengharapan menatap gadis yang masih duduk memangku bunga.
Zafira tersenyum senang sembari dengan yakin menganggukkan kepala.
Heran, gadis itu mendadak lupa dengan sahabatnya. Padahal baru tadi malam hatinya merasa berdebar saat memeluk dan mendengar detakan jantung Fariz yang bergemuruh kencang. Namun saat ini, saat dia berada bersama Ronald, saat dia mendengar permintaan menikah dari mulut Ronald, semua terdengar indah dan dia melupakan segalanya.
Dia melupakan hal yang baru saja terjadi tadi malam bersama Fariz. Melupakan bahwa tadi malam dia begitu nyaman saat berpelukan dengan Fariz dan setelah pulang ke rumah pun di saat menjelang tidur, dia masih merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, merasa senang membaca pesan dari sang sahabat dan sempat berperang batin memikirkan Fariz.
Namun hanya berselang satu malam, keesokan harinya di siang ini begitu kemunculan Ronald di hadapannya, membawa rangkaian bunga ditambah permintaannya mengajak menikah menjadikan segala yang terjadi bersama Fariz serta seluruh pemikiran tentang Fariz tadi malam lenyap begitu saja dari benaknya terbang entah kemana.
"Jadi kamu bersedia menjadi istriku?," tanya Ronald memastikan arti dari anggukan Zafira.
"Iya, aku mau," jawab Zafira dengan anggukan pasti seraya tersipu menatap pria tampan berhidung mancung di hadapannya.
"Kasihan sekali nasibmu Fariz! Sia-sia penantianmu puluhan tahun untuk meluluhkan hati Zafira tapi pada akhirnya gadis yang kamu cinta tetap menginginkanku menjadi suaminya bukan kamu!," batin pria licik itu tertawa bangga dalam hati.
"Terima kasih honey kamu bersedia menjadi istriku. Sesuai rencana yang sudah kita rencanakan kemarin, aku akan segera datang ke rumahmu. Aku tidak akan menunda waktu. Malam ini aku akan membawa kedua orang tuaku menghadap papa dan mamamu. Setelah delapan tahun akhirnya kita akan menikah honey," ucap Ronald sumringah, suaranya dibuat selembut mungkin demi menutupi niat yang sesungguhnya, yang disambut senyuman penuh kegembiraan dari sang gadis.
...*******...
__ADS_1