Ternyata Ada Cinta

Ternyata Ada Cinta
33 - MEMBANTAH PERASAAN


__ADS_3

Pokoknya aku ucapin makasih untuk Like, Komen, Subscribe, Vote, Bintang 5, Hadiahnya 😚


Yang belum ngasih, silakan ngasih dulu ya beb...


Happy Reading 😌


*****


Fariz tersenyum menggelengkan kepala memperhatikan tingkah lucu Zafira yang seperti anak kecil memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Aku yang menuduh Fariz berfikiran kotor tentangku, tapi mengapa justru aku sendiri yang membayangkan milik Fariz. Hiiii menjijikkan! Ada apa denganku? Mengapa otakku jadi kotor seperti ini terhadap Fariz? Bisa-bisanya aku berfikiran tentang hal itu! Aku sungguh bodoh!," batin Zafira masih terus memaki kebodohan dirinya sendiri dengan muka bengong.


"Hei Zafira? Ada apa denganmu? Mengapa kamu seperti orang kebingungan?," tanya Fariz melambaikan tangan di depan muka gadis itu yang membuat Zafira tersadar dari fikiran yang tengah bergulung-gulung di kepalanya.


"Eh, ituu.., Aku hanya penasaran dengan kata tegang yang kamu maksud tadi? Jelaskan padaku, apa maksud perkataanmu itu?," gadis itu terkejut, berkata pun tergagap.


"Oh itu, aku tadi merasa tegang saat kamu tiba-tiba memelukku. Soalnya aku belum pernah dipeluk seorang gadis," Fariz dengan jujur mengatakan hal yang sebenarnya.


Mendengar kalimat yang diutarakan Fariz, Zafira pun spontan tertawa lepas sambil memegangi perut dengan kedua tangan. Untuk beberapa detik dia tertawa dengan senangnya menertawakan sang sahabat.


Namun tawa itu seketika menghilang saat benaknya kembali teringat dengan pemikiran jorok yang tadi sempat membayangkan benda berharga milik Fariz. Gadis itu menjadi malu sendiri dengan otaknya yang sudah berani memikirkan sesuatu yang tidak pantas dia fikirkan dan demi menutupi hal yang sebenarnya terjadi, gadis itu pun mencoba bersikap tenang di hadapan Fariz.


"Bagaimana bisa kamu berpelukan dengan seorang gadis? Kekasih saja belum ada. Sana pergi ke mall! Kamu peluk maneken yang ada di mall saja. Pasti kamu makin tegang. Hihi, hihi..," Zafira tertawa menutup mulut dengan tangan, mengejek Fariz, yang selama ini dia tahu, pria itu tidak pernah memiliki teman dekat seorang gadis.


"Maneken itu patung, mana enak memeluknya. Aneh saja kamu! Tapi aku serius Zafira, aku merasa gugup saat kamu tadi memelukku," ucap Fariz kembali mengungkapkan perasaannya.


Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Fariz, gadis itu mendadak kembali teringat perasaan aneh yang melandanya saat memeluk Fariz tadi.


Zafira memutar mata sambil memikirkan sesuatu yang sedari tadi mengganggu hati serta fikirannya. Dan seperti yang biasa dilakukannya, jika ada sesuatu yang mengganjal hati serta fikirannya maka dengan tidak sungkan-sungkan dia akan menceritakannya kepada siapa pun yang ada bersamanya saat itu, baik kepada Zafran maupun Fariz.

__ADS_1


"Fariz.., Hmmm..," gadis itu masih belum melanjutkan ucapannya, perasaannya masih sedikit ragu mengungkapkan hal sebenarnya.


"Iya? Apa yang mau kamu katakan? Katakanlah," tanya Fariz mengejar tidak sabar kalimat Zafira yang menggantung.


"Tadi itu.., Mengapa saat tadi aku memelukmu, hatiku tiba-tiba berdebar? Aku merasakan ada sesuatu yang aneh di hatiku," Zafira bertanya begitu polosnya, mendongak menatap Fariz, mengungkapkan dengan jujur hal yang dirasakannya saat berpelukan dengan pria tampan itu.


"Apa?," Fariz bertanya dengan kedua alis terangkat dan kelopak mata terbuka lebar serta mulut ternganga. Reaksi wajahnya penuh keterkejutan mendengar hal yang disampaikan Zafira.


Pria itu terperangah dengan pengungkapan Zafira. Matanya tajam menatap gadis itu. Zafira pun tengah menatap tajam ke arahnya. Sepertinya kedua insan itu tengah merasakan kebingungan yang sama.


Jika memang benar Zafira merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Fariz, hati berdebar cepat serta jantung berdetak kencang, apa itu artinya tanpa disadari Zafira, dia telah jatuh cinta pada Fariz dan telah mencintainya? Apa itu tandanya Zafira telah mencintai Fariz seperti Fariz mencintai Zafira?


Senyum pun merekah dari bibir Fariz yang merasa begitu bahagia mendengar pernyataan isi hati Zafira.


"Benarkah hatimu berdebar?," sejuta harapan muncul di dalam diri Fariz. Gurat mukanya menampakkan kegembiraan.


"Apa telah terjadi sesuatu di hatimu?," Fariz mengorek isi hati Zafira, menatap tak berkedip wajah cantik di depannya.


"Maksudmu?," tanya Zafira tidak mengerti, mengaitkan kedua alis mengamati Fariz.


"Hmm, maksudkuuu.., Apa sekarang kamu sudah mulai mencintaiku?," Fariz bertanya tanpa rasa malu. Dia ingin segera mengetahui isi hati Zafira yang sesungguhnya terhadap dirinya dan tidak lagi memikirkan rasa malu atau rasa apapun itu.


"Hah?," mata Zafira terbelalak dan mulutnya ikut terbuka membentuk huruf O.


"Kamu bicara apa? Bagaimana mungkin, hanya karena hatiku berdebar saat berpelukan denganmu, terus kamu langsung mengambil kesimpulan kalau aku sudah jatuh cinta padamu?," Zafira kian melekatkan pandangan pada Fariz.


"Itu hanya dugaanku. Bisa jadi benar, bisa tidak. Dari cerita yang sering aku dengar, biasanya orang yang sedang jatuh cinta itu sering merasa berdebar dan bahagia saat bertemu dengan orang yang dia suka. Apalagi sampai bersentuhan kulit dengan orang yang dicintai, pasti dia akan merasakan hal yang beda. Dan mungkin saja kamu tadi berdebar karena perasaanmu padaku sudah mulai berubah. Siapa tahu kamu sudah mulai jatuh cinta padaku," ungkap Fariz dengan penuh harapan gadis itu akan menjawab iya.


"Tidak mungkin. Bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu? Aku sudah punya kekasih. Memangnya ada seorang gadis mencintai dua laki-laki sekaligus? Itu memalukan sekali. Aku tidak mungkin melakukan itu. Kamu ini ada-ada saja," Zafira menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan kesimpulan Fariz.

__ADS_1


Fariz berdiri gamang. Tidak menjawab.


"Biar aku jelaskan padamu. Seumur hidup aku tidak pernah berpelukan dengan laki-laki yang bukan keluargaku, kecuali Zafran, papa dan om Bram. Selebihnya aku tidak pernah memeluk laki-laki. Dan baru.., baru kali ini aku berpelukan dengan laki-laki, yaitu kamu. Mungkin karena alasan itulah yang membuatku merasa terkejut dan hatiku menjadi berdebar," Zafira menjelaskan perasaan yang dia rasakan.


Fariz terbengong. Sejujurnya ada rasa kecewa di hatinya mendengar penuturan Zafira.


Harapan tinggallah harapan. Jawaban ''iya" yang dia harapkan keluar dari mulut sang gadis ternyata dijawab ''tidak".


Namun jauh di dasar hati, Fariz juga ikut membenarkan perkataan Zafira. Hal wajar jika hati gadis itu mendadak berdebar saat memeluk dirinya, karena sebelumnya Zafira tidak pernah berpelukan begitu intim dengan seorang laki-laki yang bukan keluarganya.


Satu menit kemudian, akhirnya sang pria pun mengangguk, membenarkan persepsi Zafira.


"Iya, benar juga yang kamu katakan. Mungkin saja kamu merasa terkejut karena tidak terbiasa berpelukan dengan laki-laki selain keluargamu. Tapi tunggu, tunggu..," Fariz mengamati wajah Zafira seperti mencari sesuatu di wajah gadis itu.


"Tunggu apa?," Zafira mengerutkan dahi melihat tingkah Fariz yang mencurigakan.


"Tadi katamu, kamu hanya berpelukan dengan Zafran, om Arga dan om Bram. Terus Ronald bagaimana? Dia kekasihmu. Apalagi kalian sudah delapan tahun menjalin hubungan. Apa kamu belum pernah berpelukan dengannya?," tanya Fariz begitu ingin tahu dan hatinya harap-harap cemas menunggu jawaban Zafira.


Pria itu berharap, Zafira akan menjawab "tidak pernah".


Zafira menarik bibir tersenyum menatap Fariz yang tampak menunggu tak sabar jawabannya.


"Kamu sepertinya ingin tahu sekali. Hayooo, jangan-jangan kamu cemburu?," goda Zafira tersenyum menyipitkan kedua mata ke arah pria di depannya.


"Iya, aku ingin tahu. Cepat katakan padaku, Zafira," Fariz membuat matanya melotot, sengaja ingin menakuti Zafira.


"Hei, mengapa kamu begitu ingin mengetahuinya? Ini urusan pribadiku dengan kekasihku. Tidak mungkin aku mengumbarnya ke orang lain," ujar Zafira masih terus menjahili Fariz sambil tertawa menatap muka Fariz yang mulai terlihat kesal.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2