
Ronald berdiri tepat di depan Zafira. Kembali memutar kursi yang diduduki Zafira dan menyandarkannya di bibir meja. Sebelah tangan memegang pegangan kursi dan tangan kanan menyentuh dagu gadis itu.
Pria tampan bertubuh tinggi itu memandangi wajah Zafira dengan teliti, mulai dari alis, mata hingga bibir.
Zafira memang sangat cantik dan menarik. Selain dianugerahi raut wajah serta lekukan tubuh yang nyaris sempurna, Zafira juga memiliki kelebihan lain yang tidak semua gadis memilikinya. Dia memiliki otak yang sangat cerdas dan merupakan mahasiswa lulusan Cum Laude di kampusnya, Universitas Indonesia.
Tidak ada seorang laki-laki pun yang sanggup menolak pesona gadis itu termasuk Fariz yang sejak kecil sangat mengagumi serta mendambakan gadis berparas cantik itu menjadi kekasihnya. Dan sampai detik ini pun Fariz masih saja tergila-gila ingin menjadikan Zafira sebagai kekasih bahkan berniat menjadikannya sebagai istri.
Baik Fariz maupun Ronald, keduanya sama-sama menginginkan Zafira. Dan sama halnya dengan Fariz, Ronald pun begitu tergila-gila kepada Zafira. Karena itulah, dia memilih Zafira sebagai kekasih bahkan sebentar lagi akan menjadikannya sebagai istri. Meski pun di belakang Zafira, Ronald masih sering bermain hati dengan wanita lain namun tidak dapat dipungkiri jika gadis itu tetap memiliki tempat ter-istimewa di hatinya dan tetap akan dijadikan satu-satunya sebagai istrinya.
"Aku mencintaimu, honey," ucap Ronald sekali lagi dengan suara terdengar menggelora, tetap menopang tubuh dengan berpegangan di pegangan kursi yang diduduki Zafira.
Ronald pun perlahan-lahan menggerakkan kepala mendekati muka Zafira dengan tangan kanan memegang dagu sang gadis. Matanya menatap lembut ke manik mata gadis itu.
Zafira pun semakin terdongak saat melihat Ronald yang semakin mendekatkan wajah ke arahnya dengan tidak melepaskan pegangan tangan dari dagunya. Gadis itu menatap lekat wajah tampan Ronald yang ditumbuhi kumis tipis di sekitar bibirnya, menjadikan pria itu terlihat kian gagah dan sangat menggoda.
Tubuh Zafira terdiam mematung dan menjadi kaku. Hanya matanya tidak lepas terus memperhatikan wajah sang kekasih yang semakin merapat ke wajahnya. Ronald memang sangat tampan, itulah salah satu yang membuat hati Zafira terpikat dan menyukai pria itu hingga akhirnya menerima cintanya dan mentah-mentah menolak cinta Fariz yang begitu tulus tanpa batas.
__ADS_1
Dan tanpa sadar, gadis itu pun sedikit demi sedikit memejamkan mata terhanyut dalam suasana yang manis dan romantis. Menunggu sang kekasih menciumnya.
Hati gadis itu terasa bahagia mendapat rangkaian bunga yang sangat cantik serta mendapat kepastian dari sang kekasih kalau malam ini sang kekasih akan segera membawa kedua orang tuanya untuk melamar dirinya sehingga membuat gadis itu terbawa suasana yang mengesankan.
Seandainya saja, Ronald yang begitu gagah tidak hadir di dalam kehidupan Zafira, mungkin saja gadis itu tidak akan menolak Fariz dan kemungkinan besar akan menerima cinta sang sahabat. Namun pada kenyataannya, pesona Fariz kalah dengan pesona Ronald yang begitu sempurna di mata Zafira sehingga membuat gadis itu lebih memilih si pembasket hebat itu dari pada Fariz, jodoh pilihan orang tuanya.
Hati Ronald bersorak senang saat melihat Zafira memejamkan mata. Itu artinya sang kekasih telah memberi lampu hijau dan memberi kode agar segera menciumnya.
Akhirnya setelah sekian lama Ronald menginginkan bibir gadis itu, hari ini akan segera terwujud. Selama ini, Zafira selalu menolak dengan berbagai alasan. Kali ini, pria itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata. Dengan penuh antusias, kepala pria itu bergerak hendak mencium Zafira.
Namun sedikit lagi berhasil, hanya butuh dua centi bibir pria itu menyentuh bibir indah Zafira, seketika Zafira tersadar dari perasaannya yang nyaris terhanyut dengan tatapan mata Ronald yang begitu menghipnotisnya serta ucapan manis sang kekasih, apalagi melihat ketampanannya yang membuat hatinya terhipnotis serta terlena.
Nyaris terjadi. Kedua bibir itu nyaris saling bertaut. Dan Zafira tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu, bisa saja mereka akan berlanjut ke kamar privat sang gadis demi menuntaskan hasrat Ronald. Untung saja Zafira cepat tersadar dan membuang hasratnya yang juga sempat menghampiri dirinya.
Ronald yang mendapat penolakan menjadi terperanjat. Matanya membulat lebar mengamati sikap sang kekasih. Ini untuk ke sekian kalinya gadis itu menolak dan menghindari ciumannya. Rasa kesal membuncah di hati sang pria. Dia mengetatkan rahangnya berusaha menahan kekecewaan.
"Aku lapar," Zafira mengalihkan perhatian Ronald.
__ADS_1
Setelah itu Zafira berjalan beberapa langkah menjauh dari sang pria dengan tujuan menghindari Ronald yang tampak mulai akan melancarkan aksi nakalnya.
Ronald tahu, kalau itu hanya alasan Zafira saja. Hal yang sebenarnya adalah gadis itu sengaja menolak berciuman dengan dirinya, seperti yang selalu dilakukannya di waktu-waktu lalu. Menghindar dan menolak setiap kali Ronald berusaha menggodanya dengan melakukan sesuatu yang nakal dan sentuhan yang sedikit panas kepada gadis itu.
Merasa tidak puas, Ronald pun kembali ingin meminta ciuman dari gadisnya. Dengan langkah panjang Ronald mendekati Zafira dan mengungkungnya dari depan. Mengaitkan kedua tangannya di pinggang Zafira lalu menggiring tubuh gadis itu perlahan mundur ke belakang menuju ke sudut tembok kemudian menyandarkan tubuh ramping itu di depan tembok.
"Honey, mengapa kamu selalu menolakku setiap aku ingin memeluk atau menciummu? Aku menginginkannya hari ini honey. Bukankah sebentar lagi kita juga akan segera menikah? Dan aku berhak mendapatkan ciuman darimu," suara Ronald terdengar mulai memburu menerpa ke wajah Zafira.
Zafira merasa posisinya sekarang sedang tidak aman, tubuhnya terjepit di antara tembok dan tubuh tinggi sang kekasih apalagi mendengar nafas Ronald yang tampak sudah tidak beraturan, memburu penuh hasrat membuat Zafira menjadi merinding, takut Ronald tidak mampu menahan hawa nafsunya.
Zafira menekuk kedua tangan ke atas, meletakkan di depan dada, menjaga jarak dengan sang kekasih yang semakin terlihat agresif dan tidak terkendali yang kini telah menghimpit tubuhnya.
Dengan gerakan cepat Zafira mendorong sedikit keras tubuh Ronald ke belakang dan untungnya Zafira masih bisa meloloskan diri dari himpitan Ronald. Dia segera melepaskan tubuhnya dari kungkungan tubuh tinggi pria itu.
Saat melihat tubuh Ronald selangkah terdorong ke belakang, gadis itu pun melangkah cepat menjauhi pria itu yang dia sangat faham, jika saat ini kekasihnya telah mulai berhasrat padanya seperti selama ini yang sering dilakukan Ronald, di bioskop atau pun di dalam mobil namun gadis itu selalu punya seribu cara menolaknya.
Dan kali ini, Zafira kembali berhasil meloloskan diri dari kegilaan yang sering dilakukan oleh sang kekasih.
__ADS_1
"Honey, dengarkan aku. Aku tidak menolakmu. Tapi kamu lihat dimana kita sekarang? Ini ruangan kerjaku. Jika ada seseorang atau karyawanku yang masuk dan melihat kegilaan yang kita buat, apa yang akan mereka fikirkan? Aku tidak mau dikatakan gadis yang tidak punya malu dan murahan. Melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan. Apalagi kita melakukannya di dalam ruangan kerjaku. Sangat tidak pantas," ucap Zafira berjalan ke arah pintu yang disusul cepat oleh sang kekasih.
...*******...