Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep 10, Pergi ke rumah Dara.


__ADS_3

Dia sedang memikirkan hal yang begitu mengusiknya.


Memikirkan cintanya, yang belum kesampaian tapi sudah membuat ia patahati, dan tugas kuliah.


Hingga suara telepone memecahkan lamunannya.


"No baru" siapa yaa kira-kira?! ahh aku matiin saja. Mungkin orang iseng." Serunya, dengan langsung mematikan phonselnya.


Terdengar lagi suara panggilan, diphonsel miliknya. Meraih, dan sekali lagi dia mendapati no yang sama.


"Siapa ya kira-kira?!" Bertanya pada diri sendiri, dan dia terlihat penasaran.


karena penasaran, Dara memutuskan untuk menerimanya.


📲percakapan lewat telpon📱


Dara: Hallo, ini siapa ya?! Tanya Dara, yang begitu penasaran.


Adrian: "Dara" ini aku Adrian.


Dara: "Adrian" Serunya, seolah tidak percaya yang menelponenya itu, adalah pria tampan itu.


Adrian: Iya ini aku Adrian.


Dara: Maaf Adrian, karena aku tidak tau yang menelponeku adalah kamu. Ngomong-ngomong ada apa ya kamu menelponeku?!


Adrian: Aku mau ngajak kamu ngerjain bareng tugas kuliah. Kamu sudah kerjakan tugas kuliahnya, atau belum.


Dara: Aku baru saja mau kerjain soalnya, tapi belum juga soalnya soalntya susah banget.


Adrian: Kalau gitu, boleh gak aku kerjain tugas kuliahnya bareng kamu.


Dara sedikit terkejut, saat mendengar permintaan Adrian. Dan diapun tampak mempertimbangkan.


Dara: iya boleh

__ADS_1


Adrian: Ya sudah, kamu kirim alamat kamu sekarang.


Dara: Kamu datang saja, ke alamat XXXXXXX, aku tunggu.


Adrian: "oke" aku kesana sekarang. Dengan mengakhiri, percakapan lewat telpon.


Menepuk pelan pipinya, dan diakhiri dengan mencubit untuk memastikan kalau semua ini, bukanlah mimpi.


"*Apa aku gak bermimpi ? Adrian mau kesini, baru saja aku mau belajar melupakan dia, tapi kenapa dia harus datang , tapi tugas kuliahnya nya susah banget? bagaimana aku bisa ngerjainnya*" Bathin, dengan kegundahan yang tengah ia rasakan.


Mengedarkan pandangannya menyapu bersih seisi ruangan, dan langsung menghembuskan nafasnya saat mendapati kamarnya berantakan.


"Aku harus segera merapikan kamarnya, sebelum Adrian datang."


*******


Kediaman Mahesa.


Adrian menuruni anak tangga, menuju lantai bawa rumahnya. Dia terlihat sangat tampan; dengan memakai sweater abu-abu, dan memakai tas punggung, untuk menyempurnakan penampilannya.



Dan diapun memutuskan untuk menghampiri mereka.


Adrian:"Pa" Maa" Panggilnya.


"kamu mau kemana Adrian?" Tanya Bobi, saat mendapati anaknya sudah terlihat tampan.


"kamu mau kemana Adrian?" Tanya Anita pula.


" Aku mau kerumah teman Maa, Paa. Mau ngerjain tugas kuliah." Jawab Adrian, pada kedua orang tuanya.


"Pergilah, tapi hati-hati dijalan." Seru Bobi.


" Iya Paa, Maa. kalau begitu Adrian pamit dulu" Dengan mencium punggung, tangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"*Sepertinya dia mau menemui seseorang, apakah dia mau menemui gadis pengantar bunga itu?! yang bernama Dara itu, dari tatapannya terhadap gadis itu, sepertinya Adrian punya perasaan khusus pada gadis itu*" Bathin Anita, yang begitu diliputi tanda tanya.


"Maa.." Panggil Bobi.


"Iya Paa."


"Adrian punya kekasih gak?!" Tanya Bobi, yang begitu penasaran.


"Mama rasa gak punya, memamg kenapa Paa?"


"Baguslah, karena bagaimana pun dia akan tetap menikahi Stella."


"Mama gam taulah Paa!" Seru Anita, dengan bangun dari duduknya, dan meninggalkan suaminya begitu saja.


Bobi hanya menghembuskan nafasnya, saat Anita pergi meninggalkannya begitu saja.


*********


Adrian melajukan mobilnya dikeramaian lalulintas dimalam hari, dan memutuskan berhenti disebah minimarket.


Adrian menapaki kakinya kedalam minimarket itu, untuk membeli makanan ringan, dan minuman.


"*A*pakah aku benar- benar menyukai gadis ini? ataukah hanya sekedar terobsesi dengannya." Bathinnya, sembari melajukan mobil mewahnya menuju kos-kosan Dara.


Setelah menempuh perjalan selama sepuluh menit, tibalah Adrian dikos-kosan milik Dara.


Terdengar suara ketukan pintu, yang mengalihkan pandangan Dara, dari buku-bukunya.


Dan ia meyakini itu pasti Adrian.


Berjalan menghampiri pintu, dan membukanya.


Dan tampaklah sosok tampan yang tersenyum, sembari menyapanya.


"Malam Dara.."

__ADS_1


__ADS_2