
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
" Non Dara duduk aja biar Bibi yang buatin"
" Baiklah , terimah kasih ucap Dara.." Tersenyum
Setelah selesai membuatkan salad, untuk Dara. Bibi Sofia bergegas menyambangi istri dari Tuan mudanya itu, yang tengah menunggu di ruang makan.
" Ini Non.., sengaja Bibi banyakin kejunya"
" Makasih ya Bii.." Jawabnya tersenyum.
Adrian yang baru saja keluar dari kamar mandi, sedikit terkejut mendapati istrinya tidak berada di kamar.
" Dimana istriku.." Serunya.
Setelah berganti pakaian, ia langsung menuju kelantai bawah mencari keberadaan Dara, matanya menggelar kesegalah arah mencari keberadaan istrinya.
Dan ia sedikit terkejut, saat melewati ruang makan ia menangkap sosok Dara tengah duduk di ruang makan , sedang menyuapi sesuatu kemulutnya dengan sangat lahap.
" Apa yang kau lakukan malam - malam begini Dara, tidak biasa jam segini kau turun ke bawah untuk mencari makan.Terus apa yang kau makan ini..? Tanya Adrian sambil mengamati sesuatu di mangkok, yang di makan istrinya.
" Itu salab Tuan muda...,Non Dara sedang ingin memakan salab" Seru Bibi Lastri.
" Salab..!! Sambil menyerngitkan dahinya.
__ADS_1
" Iya sayang kau mau cobaa...! ini sangat enak " Serunya sambil menyedok salab tersebut, dan mengarahkan ke mulut Adrian.
" Tidak , tidak sayang aku tidak mau..!!Seru Adrian sambil menutup mulutnya.
Dara hanya tersenyum,melihat ekspresi Suaminya, yang terlihat sangat menggemaskan.
Setelah selesai memakan salab tersebut, Dara dan Adrian langsung berjalan menuju lantai dua menuju kamar mereka.
Pasangan Suami, istri itu berbaring di ranjang kingsize mereka.
Dengan tangan Dara terus membelai dada Suaminya, dan mengukir pola di dada bidang suaminya.
" Sayaangg..." Panggil Dara pelan
" Meemmm..." Jawabnya singkat.
Adrian menyerngikan dahinya, menatap heran istrinya.
" Tentu saja sayang aku sangat siap.., kenapa kau bertanya seperti itu.Apakah kau sudah telat datang bulan sayang....?? Tanya Adrian dengan nada penasaran.
" Belum sayang, aku hanya bertanya." Ucapnya tersenyum, karena ia ingin memastikan dia hamil atau tidak.Dan ia akan melakukan tesnya esok pagi.
" Ohhh..., aku pikir kamu sudah telat sayangg..., kita bisa lebih berusaha.." Seru Adrian menguatkan istrinya.
" Tentu sayang terimah kasih, karena kamu sudah mengerti" Seru Dara tersenyum,dan mencium bibir Suaminya.
__ADS_1
" Sayang..apakah kau mau kita membuatnya sekarang...? Tanya Adrian dengan tatapan mesum.
" Tentu Suamiku, mana sangggup aku menolaknya" Seru Dara sambil mencium bibir Adrian, dan tentu saja berlanjut ke pergulatan panas mereka.
🌄 Pagi hari🌄
Matahari telah menampakkan wajahnya. Setelah kepergian Suaminya ke kantor,Dara langsung mengambil alat tes kehamilan yang di simpannya, didalam laci.
Setelah mengambil urine, dan di simpan di dalam wadah.Dara langsung mencelupkan alat tes kehamilan tersebut, kedalamnya.
Dan setelah beberapa menit menunggu, Dara kembali menyambanginya dengan perasaan was - was, dan dengan sedikit tangan bergetar.Dara mengangkat alat tersebut.
Dan ia sangat terkejut, dan hingga bola matanya serasa mau keluar dari tempatnya.
Ketika ia melihat tanda dua garis merah, yang menandakan berarti dia tengah hamil.
" Ya Tuhaann..., aku hamiill..." Serunya tersenyum, sambil menutup mulut seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Yes aku haamil..., aku hamil.." Teriak Dara dalam kamar mandi, sambil melonjak kegirangan karena terlalu bahagia.
" Papamu, pasti akan sangat bahagia mengetahui keberadaan mu sayangg..." Seru Dara sambil memegang perutnya yang masih rata.
Dara tersenyum, sambil menatap perutnya yang masih rata di depan cermin.
__ADS_1
" Mama akan memberitahukan keberadaanmu, pada Papa.Saat perayaan ulang tahunnya dia.Dan kau adalah kado yang paling istimewa" Seru Dara tersenyum, sambil memegang perutnya.