
🌾kos-kosan Dara🌾
Sinar matahari menerobos kaca jendela kamarnya, cahaya yang begitu menyilaukan mata, memaksa gadis cantik bernama lengkap Dara Afriza itu, untuk terjaga dari tidurnya.
Saat ini Dara masih sangat mengantuk, karena terlalu memikirkan Adrian, yang sebentar lagi akan menjadi bertunangan dengan sahabatnya, membuat gadis cantik itu tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Hoamm...." Dengan merentangkan tangannya, dengan mengurasi rasa lelah
Kenapa aki harus terus memikirkan dia? sadar Dara, kamu itu gak selevel sama dia, dan kau ibarat bagaikan punggung merindukan bulan." Serunya, memperingati diri sendiri.
Aku harus memulai kehidupanku yang baru, dan tidak boleh seperti ini." Dengan bangun dari duduknya, dan berjalan kearah kamar mandi.
KAMPUS XXX
Setelah mendengarkan pengarahan dari rektor kampus Dara, dan kedua sahabatnya langsung masuk kedalam ruangannya. Dara terus melangkahkan kakinya, tanpa mempedulikan Adrian yang sedari tadi terus menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Menjatuhkan tubuhnya disebuah kursi, dan membacanya.
"Ra.., Ara.." Panggil Dina, dengan menyenggol lengan sahabatnya.
"Kenapa Din..?!" Tanyanya, bingung.
"Adrian dari tadi liatin kamu terus, jangan sampe dia naksir kamu?"
"Aku gak perduli." Jawabnya ketus, dengan terus melanjutkan bacanya, walaupun sebenarnya hatinya masih terasa sakit mengingat kejadian semalam.
Tatapannya nanar, saat mendapati Dara yang tampak tidak memperdulikan dirinya.
"Dara sebegituhnya bencinya kau padaku? sampai kehadirankupun kau sama sekali tidak memperdulikan." Bathinya, dengan kesedihan yang teramat sangat.
"Kamu suka yaa, sama Dara?" Tanya Roi tiba-tiba, yang mengejutkan dia dari lamunan.
__ADS_1
"Gak?! siapa bilang." Sangkalnya.
"Aku tau kamu suka sama Dara, kalau suka kenapa gak nyatain perasaan kamu saja, Dara itu gadis yang baik, mandiri, dan yang aku dengar dia gak pernah pacaran."
"kamu serius?! Dara gak pernah pacaran?! Tanya Adrian, serasa gak percaya.
"Buat apa aku berbohong,"
Adrian tampak memikirkan sesuatu, dan teringat kembali saat ia berciuman dengan Dara.
"Pantas saja, saat kami berciuman, dia sangat sulit menyeimbangiku. Kamu semakin sulit membuat aku, melupakanmu Dara..?!" .Bathinya, dengan wajah sendu.
Dari kejauhan tampak sosok pria tampan, sedang melangkahkan kaki menuju ruang jurusan bahasa inggiris. Kulit nya yang putih, dan tubuhnya yang tinggi semakin menyempurnakan ketampanannya.
"Dara ada gak?!" Tanya lelaki tampan itu, yang merupakan anak jurusan ekonimi
"Ada kak, tuh, orangnya." Jawab salahsatu mahasiswi, yang merupakan teman satu jurusan dengan Dara.
Dan Arman langsung menyambangi Dara, gadis yang dicarinya.
"Hallo, kamu Dara yaa?!"
Dina yang menyaksikannya, langsung pura-pura batuk.
"Uhuk...uhuk...uhuk..."
"Iya aku Dara. Ada perlu apa kamu mencariku?!"Tanya Dara, yang begitu penasaran.
"Boleh minta waktu kamu sebentar gak?!"
__ADS_1
"Boleh." Jawabnya, dengan anggukan.
Roi yang tanpa sengaja, melihat pemandangan itu, segera memberitahukan pada sahabatnya.
"Adrian..Adrian..." Panggilnya, sembari menyenggol lengan sahabatnya.
"Ada apa?!" Bertanya, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Lihat itu..!" Jawabnya, dengan menunjuk dimana Arman, dan Dara tengah berbincang-bincang.
Adrian begitu terkejut, dan tidak bisa di bayangkan bagaimana rasa cemburunya dia saat ini, saat melihat keakraban Dara, dan Arman.
"Adrian..?!"
"Kenapa?"Dengan pandangan, tetap lurus kedepan.
"Aku minta mendingan kamu kasitau Dara, jangan dekat sama tuh cowo?! dia itu playboy, sudah banyak wanita yang sakit hati,'
Dia begitu terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Roi, dan tanpa menjawab Adrian langsung bangun dari duduknya, dan menghampiri Dara yang tengah asyik berbincang- bincang dengan Arman.
"Dara" ayo ikut aku." Ucapnya, dengan menarik tangan Dara.Tapi Arman langsung, mencekalnya.
"kamu gak liat apa, kalau aku lagi bicara sama Dara," Serunya, dengan tatapan sinis.
"Maaf, tali aku lagi mau bicara sama Dara." Jawabnya dengan nada sedikit tinggi, dengan terus memegang tangan Dara.
Hingga terjadilah aksi, tarik menarik antara kedua pria tampan itu, yang memperebutkan Dara.
"Kalian apaan sih?! pake tarik- tarikan segala," Ucapnya, dengan menghempaskan kedua tangan pria itu. Dan tatapannya beralih menatap Adrian.
"Tuan muda Adrian, ingat ya?! anda itu sudah punya kekasih, jadi aku minta jangan pernah campuri urusan pribadiku. Ayo Arman, kita bicara ditaman sekolah saja," Jawab dengan menarik tangan Arman, dan berlalu dari ruangan itu, tanpa memperdulikan Adrian.
__ADS_1
"Dara, aku tidak tau apa yang kurasakan padamu. Tapi aku tidak bisa melihat kau, dekat dengan pria lain. Apalagi itu seorang Arman." Gumamnya, dengan kekecewaan yang teramat sangat.