
๐ข Apartemen๐ข
Terdengar pesan masuk di phonshel milik Dara.
Dara membuka aplikasi washatp ,dan ia membaca pesan masuk dari Dina sahabatnya yang ia beri nama tukang gosib
Tugang gosib ๐: hallo Rara sayang, kamu sudah belum nyuruh calon suami kamu ngerjain tugas kuliah kamu, biar esok aq sama Rian tinggal contek aja.
Dara๐ : belum nih Din ! aq bingung, tadi aq udah nyampein tapi dia malah marah - marah, terus gimana dong!!๐คช๐คช๐คช
Tugang gosib๐:" lah Ra kamu bodoh banget sih!,rayu kenapa kan bentar lagi udah nikah, jebol duluan juga, ga apa - apa๐๐๐๐
Dara๐" apa,an sih kamu kok ngajarnya gituan, sahabat macam apa kamu!
Tugang gosib๐: ayolah Ra, kamu mau apa di hukum sama pa Adi dosen kiler kita, jangan buang - buang kesempatan , mumpung calon suami kamu IQ nya tinggi, minta bantuan aja kenapa, gitu aja kok ribet.
Dara๐: ya sudah aq coba dulu yaa
Tugang gosib๐: ingat yaa Ra, rayu dia buka dikit kancing baju kamu,biar dia ga nolak untuk ngerjain tugasnya ๐๐๐๐
Setelah membalas pesan dari sahabatnya Dina , Dara tampak gelisah.
" aq harus bagaimana ya, tapi tugasnya kuliahnya susah banget, kalau aq ga minta tolong sama Adrian yang ngerjain , terus harus minta tolong sama siapa, apalagi ini mata kuliahnya sidosen killer itu lagi, bakal di hukum sama pa Adi, kalau sampai ga ngerjain tugas - tugas kuliahnya, gerutu Dara karena strees memimikirkan tugas- tugas kuliah yang sangat susah ,dan hanya kekasihnya yang bisa membantu.
Dara masuk kekamar ,dan mendapati Adrian sedang duduk di atas ranjang, sambil menatap layar laptopnya.
Pria tampan itu,tampak sangat fokus pada layar laptopnya, dan sesekali membalas pesan email dari pa Deni mengenai pekerjaan.
" sayang" panggil Dara yang sudah membuka 2 buah kancing baju nya, mengikuti saran dari Dina.
" meemmm" jawabnya sambil tatapan matanyanya terus menatap kearah laptop.
" tolong dong selesain tugasnya aq, sambil naik keatas ranjang, dan duduk berhadapan dengan Adrian
__ADS_1
Adrian menelan salivanya, melihat kancing baju Dara yang sengaja di biarkan terbuka, dan ia sudah tau tujuan kekasihnya melakukan itu.
" kamu sengaja yaa, membuka kancing baju kamu?
Seketika Dara sedikit terkejut, dengan ucapan kekasihnya.
" ga, ko sayang a,aku sengaja buka soalnya panas banget" sambil mengibas - ngibaskan telapak tangannya
" kalau begitu jangan salahkan aq, jika aq melakukan tindakan kriminal sama kamu" ucapnyaa sambil meraih tengkuk Dara ,dan mengisap bibir gadis cantik itu, yang membuat Dara sedikit kekusahan bernafas.
aku harus balas ciumannya dia ,bukankah ini kesempatan mumpung dia yang nyosor duluan, ayo Dara demi nilai kuliah mu,hi,hi,hi bathin Dara.
Akhirnya Dara pun membalas ciuman Adrian, dengan sangat lembut, dan sesekali mereka berhenti sejenak hanya untuk bernapas.
" sayang" panggil Dara manja
" meemmm" sambil membelai lembut rambut kekasihnya
" tolong kerjain tugas kuliahku dongg" dengan nada manja
" yess, berhasil " bathinnya sambil tersenyum
" persiapin diri kamu soalnya ,kemungkinan 2 hari lagi kita akan menikah"
" a,apa menikah" tanya Dara yang sangat terkejut.
" jangan menolak ,karena aq tidak terima penolakan.
" jangan menolak karena aq ,tidak terimah penolakan"selalu saja ia itu yang menjadi kata - kata andalannya, yang membuat aq tidak berdaya, bathin Dara yang terlihat kesal terhadap Adrian.
" ia sayang tentu aq mau, ucapnya sambil menatap Adrian .
" sayang ini sudah selesai ? tanya Dara seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
"emang otak aq bodoh kaya kamu, sambil tersenyum mengejek, dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
" makasih yaa, sayang" ucapnya sambil mencium bibir Adrian.
๐ข Mahesa Grup๐ข
Adrian sedang duduk di kursi kebesarannya, sambil sibuk mengecek - ngecek tumpukan berkas - berkas.
Terdengar suara ketukan pintu, tok, tok, tok,
" masuk " teriak Adrian dari dalam ruangan
Tampak sosok Deni ,yang muncul dari balik pintu.
" tuan muda, pa Ridwan sudah datang" ucapnya
" suruh dia masuk"
Tampak muncul sosok Ridwan, yang berjalan kedalam ruang kerja Adrian.
" pagi naa, Adrian " sapanya sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman
" pagi juga om,sambil membalas uluran tangan Ridwan
" silahkan duduk om, ucap Adrian sambil menduduki kursi ,dan menaikkan salah satu kakinya yang menjadi tumpuan.
" bagaimana om, ada keperluan apa om ingin bertemu dengan saya?
Ridwan menghela nafas berat, sebelum ia berbicara.
" naa ,maksud kedatangan om kesini sebenarnya, meeemmm,. mau pinjam uang"
__ADS_1
Adrian seketika menurunkan kakinya, dan ia sedikit tertarik dengan ucapan pria yang nyaris jadi mertuanya.
" pinjam uang, sambil mengerutkan alisnya