
🏥 Rumah sakit🏥
Dirumah sakit Medica.Ruang Melati no 6 , terlihat Rendi tengah menunggu kekasihnya yang belum siuman.
Rendi tertidur disebuah kursi, yang di letakkan di pinggiran tempat tidur, pria itu tertidur dengan kepalanya di letakkan di atas ranjang hospital, dan sebelah tangannya menggenggam erat tangan kekasihnya yang belum sadarkan diri dari semalam
Tanti mulai membuka matanya ,perlahan - lahan dan bola matanya memutar untuk melihat seisi ruangan guna menjawab rasa penasaran dalam.dirinya sedang berada dimana ia sekarang, dan ia tersenyum bahagia, saat menoleh kesamping ada Rendi kekasihnya, yang masih setia menunggu.
" Ren, Reendi ,panggilnya pelan
" Ren" dengan suara parau
Rendi yang merasa pergerakan tangan Tanti seketika langsung tersadar dari tidurnya.
" Tanti ,kamu sudah sadar " tanyanya sedikit terkejut, dan tersenyum bahagia
" Rendi , aq haus, ucapnya pelan
Rendi memberikan minuman pada kekasihnya, dan ia bergegas menekan tombol untuk memanggil docter, guna melihat kondisi kekasihnya.
" bagaimana keadaan kekasih saya doc?
tanya Rendi setelah docter yang di ketahui bernama Iyan tersebut, memeriksa Tanti.
" syukurlah nona Tanti ,sudah lewat masa kritisnya, ucapnya tersenyum
" syukurlah terimah kasih docter"
" nanti malam jam 7, setelah makan, pasien tolong di kasih minum obat yang ini ya kaa, agar nyeri di kepalanya bisa berkurang ,akibat luka itu" ucap salah satu suster
" iya sus"
__ADS_1
" Rendi makasih yaa, kamu sudah jagain aq dari semalam"
' sama - sama sayang, aq juga mau minta maaf, karena aq kamu jadi seperti ini ucapnya
dengan wajah sendu.
" jangan menyalahkan diri kamu Ren, sudah bisa kembali bersama kamu saja, sudah buat aq bahagia, ucapnya tersenyum.
" ohh, iya ini bunga buat kamu, maaf tadi aq sempat ninggalin kamu buat keluar makan sebentar, saat papa kamu datang nengokin kamu, kebetulan aq lewat toko bunga, dan sekalian aq beli bunga buat kamu, ucap Rendi sambil menyerahkan bunga buat Tanti.
" makasih Ren" ucap Tanti tersenyum, sambil menerimah bunganya
" maaf yaa, kalau ga sesuai dengan suasana"
🏫 kampus🏫
" kenapa" jawabnya ketika mereka sedang bersantai - santai di taman kampus.
" aq hawatir lho sama keadaan kamu sekarang, tadi katanya Dina, kalau Stella mukulin Tanti , gara - gara rebut pacarnya Rendi, apalagi kamu yang selama ini diam - diam menjalin hubungan dengann Adrian mantan tunangannya " ucap Rendi yang terlihat khawatir
" ia Dara, aq juga khawatir mendingan kamu bilang deh sama Adrian " ucap Dina
Dara menghela nafas berat, dari sorot mata yang di tunjukan, kalau gadis berparas cantik itu, memikirkan hal yang sama juga, dan tidak bisa memungkiri kalau ia memikirkan nasip dirinya, karena takut ia akan mengalami hal yang lebih buruk lagi dari Tanti.
" aq juga sebenarnya memikirkan hal itu dari tadi" jawabnya sambil menatap kedua sahabatnya.
Terdengar telpon di phonshel milik Dara.Dara langsung menekan tombol hijau begitu melihat yang menelponnya adalah pa Deni.
__ADS_1
📲 percakapan📱
Dara:" hallo pa Deni
Deni:" hallo nona saya sudah di depan sekarang
Dara:" oke pa Deni saya kesana sekarang, sambil menutup telponnya.
" ya sudah Dina,Rian aq balik dulu, tolong minta ijin yaa, sama pa Adi!
" iya, ia nanti aq sampaikan salammu dara" ucap Rian bercanda
" apa,an sihh" aq serius" dengan wajah cemberut
" udalah sana pergi Dara, nanti calon suami kamu marah lagi, nanti biar aq yang minta ijinnya, ucap Dina
" ya sudah aq, balik dulu yaa, sambil berjalan meninggalkan kedua sahabatnya.
🚗 ketika berada dalam mobil🚗
" pa Deni" panggil Dara
" ia nona , ada apa?
" meemm, pa Deni sudah tau belum kabar mengenai Stella, kalau ia lagi di tahan di kantor polisi karena kasus penganiyaan ? tanya Dara yang menunjukkan wajah yang terlihat khawatir.
" ia saya sudah tau nona"
" pa Deni, aq takuuutt" ucap Dara menjatuhkan pundaknya di kursi penumpang sambil pandangannya melihat kearah luar jendela kaca mobil.
" jangan khawatir nona, tuan muda tidak akan membiarkan hal itu terjadi" ucapnya
__ADS_1
" yaa, moga - mogahan saja pa Deni" ucapnya memaksa untuk tersenyum.
jangan lupa dukung aq yaa, like ,komnt, dan Vote.