Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep,7. Kegalauan Dara


__ADS_3

Setelah menghidupkan mesin kendaraan roda dua itu, Dara langsung melajukan motornya.


Adrian terus menatap kepergian hingga tidak terlihat lagi, dengan pandangan sulit diartikan.


"Tadi itu, temannya nak Adrian?!" Tanya pak Ali, yang mengejutkan.


"Iya pak, kenapa?!"


"Cakep banget, cocok banget sama naakAdrian.


yang satunya ganteng, dan yang satunya cantik."


Jawab pak Ali, sembari tersenyum. Adrian hanya tersenyum, saat mendengar ucapan pak Ali, soal dia, dan juga Dara.


"Doain ya pak? moga-mogahan dia jodoh saya." Seru Adrian, penuh harap.


"Akan Pak Ali doain, biar dia jodoh nak Adrian." Timpalnya, sembari tersenyum.


*******


"Ma, Adrian mana?!" Tanya Bobi, pada istrinya.


"Tuh... Adriannya.." Seru Anita, yang melihat Adrian baru saja masuk kerumah.


"Adrian sini, papa mau ngomong" panggil Bobi, pada putranya


Menghampiri pria paruhbaya itu, dengan raut wajah yang terlihat penasaran.

__ADS_1


"Ada apa pa..?!"Tanya Adrian, dengan menduduki salahsatu sofa.


"Kamu masih ingat Om Ridwan, samaTante Bella gak?!" Tanya Bobi, pada putrinya.


"Ingat Pa.., kalau gak salah mereka punya putri namanya Stella kan?!"


"Iya, mereka punya putri bernama Stella."Jawab Bobi, pada putranya.


"Memangnya kenapa paa?!" Tanya Adrian, penasaran.


"Meem..." Seru Bobi dengan sedikit keraguan, karena bingung harus mengatakan apa.


Adrian yang melihat bicara ayahnya dengan sedikit keraguan, langsung menyela.


" Ahh!! Papa mau ngomong apasih?! buat aku penasaran saja." Tanya Adrian, seperti tak sabar mendengar ucapan ayahnya.


"Ohh.., Adrian pikir papa mau ngomong apa. ya sudah Pa, Adrian ke kamar dulu, mau mandi soalnya habis main basket tadi." Pamit Adrian, dengan berlalu pergi meninggalkan kedua orangtuanya.


"Pa.." Panggil Anita, pada suaminya.


"Iya Ma..!"


"Adrian belum tau lho Pa.., mengenai perjodohan ini, Mama takut Adrian akan marah pada kita." Seru Anita dengan wajah sedikit khawatir.


Bobi menarik napas panjang, dengan raut wajah yang terlihat gelisah.


"Mau gimana lagi Ma.., keluarga kita punya hutang budi sama mereka, dan mereka ingin punya ikatan dengan keluarga kita, ya dengan cara menikahkan Adrian, dengan Stella." Jawab Bobi, dengan wajah yang terlihat tidak bersemangat.

__ADS_1


"Gak bisa di batalin ya Pa?! memang Adrian harus menikahi Stella, gak ada cara lain buat balas hutang budi Papa kamu, sama keluarga Kana?"


"Gak bisa Maa, ini sudah perjanjian antara Papaku, dan Papanya Ridwan yang ingin menjodohkan cucu - cucu mereka."


"Baiklah, terserah kau saja." Jawabnya, pasrah.


🎡 Taman🎡


Disebuah taman yang terletak di tengah kota tampak Dara ,dan kedua sahabatnya Rian, dan Dina


"Kok kamu bengong sih Dara?!" Tanya Rian, saat melihat sahabatnya tampak melamun.


"lagi ada masalah ya Ra? kalau ada masalah, bilang sama aku, atau cowo siapa udah bikin kamu patahati" Tanya Dina, dengan terus memasukkan mulutnya dengan makanan ringan.


"Gak ada apa-apa, aku baik-baik saja." Jawab Dara yang tetap, tidak ingin siapapun mengetahui perasaannya terhadap Adrian


"Kamu itu kaya pakar dalam masalah percintaan saja, kamu saja sering di tinggal sama cowo." Ucap Rian, mengejek Dina


"Biar begini-begini aku udah pernah pacaran, udah pernah laku, tapi kalau kamu gak pernah laku-laku." Jawab Dina, yang tidak terima dengan perkataan Rian


"Aku kan bukan seperti kamu, tampang cowo kaya ember rusak saja kamu terima, kalau aku cari cewe yang tampang nya kaya artis Korea Song hyu kyu , jadi level aku itu gak kaya kamu level pasaran." Seru Rian, tidak mau kalah


Dara terlihat kesal pada kedua sahabatnya, yang daridulu tampak tidak akur.


Hingga membuatnya, menegur mereka berdua.


"Kalian berdua ini apaan sih?! orang lagi bete juga, bukannya hibur keh!! malahan tambah buat aku pusing." Serunya, yang terlihat begitu kesal pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Maaf kan kami ya Ra..!" Jawab mereka bersamaan.


__ADS_2