
Tidak mengindahkan keinginan gadis itu, Adrian malah semakin mempererat pelukannya, dan membalikan posisinya, dan menindih Dara.
"Apa yang akan kau lakukan Adrian?! lepaskan aku?!" Dengan tatapan memohon, menatap Adrian.
Menyungingkan senyuman disudut bibirnya, dengan tatapan yang begitu lekat.
"Tidak semudah itu, Dara? apakah kamu lupa, kalau kamu mempunyai hutang padaku."
"'Aku akan bekerja, dan menggantikan semua hutangmu."
"Cukup tetap bersamaku, maka hutangmu semuanya kuanggap lunas. Dann aku akan memberikan apapun, yang kamu mau,"
"Apa kamu sudah gila, Adrian? Ingat kamu akan menikah, dan Stella adalah sahabat baikku."
Raut wajahnya terlihat begitu kesal, saat mendapati jawaban yang tidak sesuai yang dia harapkan. Dan karena kleinginannya untuk membuat Dara bersamanya begitu besar, membuat Adrian berpikir pendek.
Mengambil ikat pinggangnya, dan mengikat kedua tangan Dara, yang membuat Dara begitu terkejut, dengan apa yang dilakukan oleh pria itu.
"Adrian..?! apa yang kau lakukan?! kenapa kau lakukan ini, lepaskan aku? aku mohon?!" Dengan sediki berteriak, dan airmata sudah membasahi pipinya.
"Diam, kamu Dara..?!" Dengan nada, membentak
__ADS_1
Dara begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Adrian, karena laki-laki itu membuka semua helaian kain yang melekat pada tubuhnya, hingga membuat dia dalam keadaan polos, dan itu semakin membuat Dara terlihat ketakutan.
"Apa yang akan kau lakukan, Adrian?! lepaskan aku?!" Ucapnya histeris, dengan airmata sudah membanjiri pipinya.
Gairah seketika muncul, saat melihat Dara dalam keadaan polos didepannnya, tapi sebisa mungkin dia menahannnya. Mengeluarkan phonsel dari saku celananya, dan mulai merekam tubuh polos gadis itu.
Begitu terkejut, dengan apa yang dilakukan oleh Adrian. Yang merekamnya dalam keadaan polos.
"Adrian..?! apa yang kau lakukan?" Teriaknya.
Setelah merekam apa yang dia inginkan, Adrian langsung membuka ikatan pada tangan Dara.
Dara hanya menitikan airmatanya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian. Dan sekarang, mau, tidak mau dia akan tetap bersama lelaki itu.
"kamu jahat Adrian?! kamu jahat, ternyata kamu tidak sebaik aku kira. Bahkan kamu memakai Cara seperti ini, agar aku tetap bersamamu."
"Terserah apa katamu, Dara?! Karena aku sama sekali tidak perduli."
"Kau laki-laki licik, Adrian?! ingat samapai kapanpun, aku tidak mau jadi simpananmu."
Mengusap kasar wajahnya, seraya mengecup singkat bibir gadis itu, dan tangannya sudah mengerayangi tubuh polos Dara.
__ADS_1
"Adrian?! lepaskan aku?! aku tidak mau, melakukan itu?"
Menghentikan kegiatannnya sejenak, seraya menatap Dara dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Memang apa yang kau pikirkan? apakh kau berpikir aku, mau mengajakmu, bercinta?!"
"Yaa! dan aku tidak mau melakukan itu."
Seketika tawa keras langsung keluar dari bibir lelaki tampan itu, karena merasa lucu dengan pikiran Dara yang begitu jauh.
"Aku memang akan melakukan itu, denganmu. Tapi saat kau sudah menjadi istriku. Dan ingat mulai sekarang yang ada padamu, hanya milik seorang Adrian Mahesa."
"Baikalah, mulai sekarang, aku hanya milikmu. Tapi aku mohion, tolong jangan sebarkan video itu?!" PIntanya, dengan tatapan penuh harap.
"Tentu." Jawabnya singkat, dengan mulai mengecup bibir Dara, dan beakhir menjadi ciuman yang panjang.
Dara tak sanggup menolak dengan apa yang dilakukan Adrian, padanya. Rekaman video yang dilakukan Adrian, seoalah memenjarakan dirinya, untuk tetap bersama dengan pria itu.
Dan dalam dirinya, begitu timbul rasa bersalah pada Stella, karena sudah menghianati persahabatan mereka.
"Maafkan aku, Non Stella? maaf, aku sungguh tidak berdaya dengan keadaan ini." Bathinya, dengan airmata sudah membasahi pipinya.
__ADS_1