Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.31 Ternyata kamu mencintaiku


__ADS_3

Kini Dara sudah kembali kekamarnya, menatap seisi ruangan dengan dengan senyuman kecil, yang nyaris tak terlihat diwajahnya. Tatapannya, terfokus pada ranjang kecilnya, mengingat kembali desahan-desahan itu, membuat hatinya menangis.


Berbaring diranjang kecilnya, dengan cucuran airmata yang terus mengalir, karena terlalu lama menangis, akhirnya Darapun, tertidur.


Flasback on


Setelah berciuman, dengan begitu gairahanya tangan jemari gadis berambut hitam itu, mulai ingin melepaskan kancing kemeja Adrian, tapi dengan cepat lelaki tampan itu, mencegahnya.


"Kenapa Adrian?!" Bertanya, dengan nada penasaran.


"Maaf, aku tidak bisa melakukan itu." Jawabnya, tegas.


"Kenapa gak bisa?! kurasa gak salalh, kalau kita melakukan itu sekarang, toh?! nanti juga kita bakalan menikah."


"Maaf! aku tidak bisa. Dan aku pinta, jangan paksa aku."


"Baiklah..?" Jawabnya pasrah, dengan mimik cemberut.


Bagi Stella, melakukan hubungan diluar nikah adalah hal yang biasa baginya, dan dalam dirinya timbul rasa keceewa pada dirinya, saat Adrian tidak mengikuti keinginannya.


Flasback off


Setelah mengantarkan Stella kerumahnya, Adrian langsung melajukan kembali kendaraannya, kekos-kosan Dara. Setelah memarkirkan kendaraan, dia menapaki kakinya menuju lantai dua. Mendapati pintu kamar, dan dalam keadaan gelap.

__ADS_1


"Apakah dia sedang, tidak berada dikos?" Bertanya pada sendiri. Dan saat meraih gagang pintu, ternyata kamar itu dalam keadaan tidak terkunci.


Melangkahkan kaki ditengah kegelapan, dan saat menyalakan lampu, dia mendapati Dara tengah tertidur. Menghampirinya, dan membelainya penuh kasih sayang.


"Aku tau kamu menpunyai perasaan padaku, tapi kenapa kau masih saja membohongi perasaanmu." Ucapnya, dengan terus membelai lembut rambut gadis itu.


Membuka matanya perlahan, saat merasa tidurnya sedikit terusik, hingga membuat Adrian langsung menarik tangannya. Dan saat membuka matanya, betapa terkejutnya dia, saat mendapati keberadaan Adrian.


Beranjak dari tidurnya, dan menatap Adrian dengan tatapan tidak suka.


"Ngapain kamu disini?! Pergi..?!" Teriaknya, dengan airmata sudah membasahi pipinya.


"kenapa? kamu cemburu?" Bertanya, dengan menyunggingkan senyuman disudut bibirnya.


"Kemarilah.." Panggilnya, pelan


"Gak..?! aku gak mau, kamu pikir aku bodoh apa? setelah apa yang kau lakukan dikamarku, kamu pikir aku masih mau menerimamu?!" Ucapnya, dengan masih berteriak.


Hanya membingkai senyuman kecil diwajahnya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dara.


"Kenapa kamu masih membohongi perasaanmu, Dara? kamu itu mencintaiku?'


"Jadi kamu maunya, aku jadi simpananmu begitu? setelah kamu bosan pada Stella, kamu bisa melampiaskan padaku?! dan kamu pikir, aku bodoh apa?!"

__ADS_1


"Ternyata aku sangat rendah dimatamu, Dara?" Ucapnya, tersenyum.


"Ya, dengan apa yang kusaksikan hari ini, aku bisa menilai sebejat apa dirimu, Adrian?"


Hanya tertawa kecil, dan dia berusaha untuk menyeimbangi emosi gadis itu. "Kamu itu, masih mencintaiku Dara, kenapa kamu tidak mengaku saja."


"AKu tidak mau, mendengar apa yang kamu katakan, sudah berapa kali aku bilang padamu, pergi..?! pergi kataku, Adrian..?!" Ucapnya, dengan sedikit berteriak.


"Pergi...?!" Dengan tertawa kecil.


Apa kamu lupa? Kalau aku yang membayar uang kosmu, dan asalkan kamu tau, berapa aku mengeluarkan uang, untuk membayar uang kosmu, 25.000.000 , karena aku memberikan beserta bonusnya." Jawabnya, tersenyum.


Raut wajah Dara, seketika berubah bingung dengan apa yang diucapkan oleh lelaki tampanj itu.


"Jadi maksud kamu, apa Adrian?!"


"Kamu begitu bodoh Dara?! tentu saja maksudku, sekarang kamu berhutang uang padaku, senilai 25.000.000." Jawabnya, tersenyum.


"Brengsek..!! kamu Adrian, kamu benar-benar licik! ternyata kamu tidak sebaik yang aku kira." Jawabnya, dengan kemarahan yang teramat sangat.


"Sudahlah Sayang? Jangan teriak-teriak, nanti tetangga kosmu mengirah kamu minta itu, sama aku, terus karena kau gak mau nurutin kemauan kamu, kamunya teriak-teriak. Dan awas sana?! aku mau tidur," Dengan langsung menarik tangan Dara, hingga membuat gadis itu terjatuh, kedalam pelukannya.


"Lepasin aku Adrian..?! Lepasin...! aku jijik disentuh, sama laki-laki murahan kaya kamu," Serunya dengan sedikit berteriak, dan berusaha melepaskan pelukan Adrian.

__ADS_1


__ADS_2