Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Episode 71.Telepon dari Stella.


__ADS_3

🏚️ Kediama Bobi Mahesa🏚️


Dara sedang memandang keindahan pulau Dewata Bali, dari lantai 2 rumah suaminya.


" apakah Stella sudah mengetahui yaa, perihal pernikahan aku ,dan Adrian.Apa yang akan di lakukan wanita itu yaa.., jika dia sudah mengetahui nya. Bathin Dara yang terlihat khawatir.


Terdengar suara telepon di phonshel milik Dara, ia langsung menyambangi phonshelnya yang tersimpan di atas nakas.


Begitu melihat no baru, Dara seketika menyerngitkan dahinya.Karena bingung telepon dari siapa.



Tapi karena rasa penasaran, ia pun menjawab telepon itu.


📲 percakapan lewat telepon📱


Dara:" hallo ini dengan siapa?


Stella:" hallo , kamu sekarang pasti lagi bahagia yaa, sambil tertawa.


Dara:" Stella ucap Dara yang sangat terkejut, karena masih menghafal suara mantan sahabatnya itu.


Stella:" ohh jadi kamu masih ingat sama aku juga yaa, aku pikir setelah kamu jadi nyonya Adrian kamu tidak akan ingat lagi dengan ku, dan semoga saja kamu tidak lupa dari mana kamu berasal Dara.

__ADS_1


Dara:" maaf Stella ,sampai kapan pun aku tidak akan pernah, melupakan status ku sebagai anak yatim piatu, dan keponakan dari mantan asisten rumah tanggamu.


Stella:" bagus kalau kamu tidak melupakan status sosial kamu, aku juga meresa Adrian menikahi kamu hanya sebuah pelarian, dan asal kamu tau ya Dara, wanita yang sebenarnya di cintai Adrian adalah Ayudia, dan asal kamu tau kenapa sampai Adrian pindah sekolah ke Bali , itu semata - mata hanya untuk melupakan wanita itu, dan aku rasa kamu hanya pelariannya saja.


Dara menghela nafas panjang, mendengar ucapan Stella, kalau Adrian menikahi nya, hanya karena berusaha untuk melupakan masa lalunya.


Dara :" kalau memang Adrian masih mencintainya , tentu aku akan mundur.Tapi Stella aku tidak yakin Adrian akan menceraikan aku, karena selama ini Adrianlah yang memaksa aku untuk terus bersamanya.


Stella:" kamu terlalu percaya diri Dara, kamu itu di bandingkan dengan Ayudia, kamu ga ada apa- apanya, dia cantik, punya karir yang bagus, dan satu lagi nilai plusnya, dia itu anak dari keluarga terpandang, ucapnya sambil tertawa.


Dara:" sudah lah Stella, aku rasa di dalam rumah tangga ku ,dan Adrian, sepertinya yang jadi pelakor bukan Ayudia itu saja, dan aku rasa kamu juga. Bukankah dari dulu kamu sudah bermimpi jadi nyonya Adrian Mahesa?, tapi sayang Adrian membatalkan pernikahan kalian, dan maaf yaa.. Stella, aku turut bersedih dengan batalnya pernikahan kamu ,dan Adrian, dan jika kamu ingin mengambil Adrian dari ku, dengan senang hati aku akan memberikannya, tapi aku tidak yakin apa Adrian mau sama kamu.


Stella:" Dara aku pastikan Adrian akan kembali padaku.


Dara menghela nafas panjang, mendengar ucapan Stella, membuat tensi daranya seketika naik, karena saking kesalnya.


" kalau memang Adrian masih mencintai wanita itu, dengan senang hati aku akan menyerahkannya.Bukan kah selama ini, kebersamaan kami karena Adrian selalu mengancam ku, haa.. aku jadi lelah" bathin Dara dengan wajah terlihat kesal.


" Dara" panggil mama Anita


" ia, ucap Dara sambil menyambangi pintu, dan membukanya.


" kamu lagi ngapain? tanya Anita ketika ia telah berada di dalam kamar Adrian, dan Dara.

__ADS_1


" lagi baring - baring saja maa" bohong Dara.


" ohh.., iya kamu masih datang bulan ?


" iya maa, ini juga baru hari ke dua ma.Memangnya kenapa ma? tanya Dara bingung.


" ini lohh, mama punya sesuatu buat kamu! ucap Anita tersenyum sambil menyerahkan sebuah paperbag pada Dara.


" apa ini maa ? tanya Dara dengan ekspresi bingung.


" ini namanya baju pengundang napsu.Nanti kamu pakai pas, datang bulan kamu sudah selesai,mama yakin kalau kamu make baju ini, Adrian bakal nyerang kamu berkali - kali " ucap Anita tersenyum bahagia.


" bisa mati dong Daranya maa, kalau diserang berkali - kali " ucapnya heran.


" ihh kamu ini polos banget sihh, bukan mati sayang ,tapi kamu akan merasakan surganya dunia" ucap Anita.


" memang mama sudah sering merasakan itu? ,tanya Dara dengan polosnya.


" Dara, Dara kamu polos banget sihh, tapi mama suka, berarti menantu mama ini, masih perawan ting - ting" ucap Anita sambil mencubit pipi Dara.


" kalau mama belum merasakannya, mana bisa ada Adrian, bahkan mama sudah merasakan ratusan, ehh mungkin ribuan sama papanya Adrian" ucap Anita dengan bangganya.


" benar juga sih.., mama kalau ga gituan mana mungkin ada Adrian" ucap Dara yang menyadari kebodohannya.

__ADS_1


__ADS_2