
"Kita pulang yu..?! soalnya sudah malam." Seru Dara, pada kedua sahabatnya.
"Ahh..Ra; yang benar saja baru juga jam tujuh, kamu seperti sudah punya suami saja mau buru-buru pulang, takut dimarahi Suami."
"Kamu sepertinya ada masalah, cerita deh sama kita." Pinta.Rian, pada sahabatnya.
"Gak, sudah berapa kali aku bilang.Aku gak ada masalah."
Tiba-tiba Dara teringat kembali dengan Adrian. Mengetahui Adrian berasal dari keluarga kaya , membuat ada rasa kecewa di hatinya, sebab menurutnya sangat musthil untuk memiliki lelaki tampan itu.
"Baru juga rasain jatuh cinta, tapi langsung kecewa yang kurasakan, padahal aku belum memulainya juga." Bathinnya, dengan kesedihan yang teramat sangat.
"Dara lagi ngelamun apa sih?! sepertinya, dari tadi kamu gak bersemangat." Tanya Rian, yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya.
"Gak, aku gak melamun apa-apa." Jawab Dara, berbohong.
"Kamu kalau ada masalah, jangan disimpan sendirian, karena bagaimanapun kita adalah sahabatan.
🏠 kos-kosan Dara🏠
Dara melangkah kan kakinya menuju lantai 2 kosnya, dengan langkah yang terasa berat.
__ADS_1
"Dara" Panggil Ani, salahsatu penghuni kos.
"Ada apa Kak Ani?!"
"Ini ada titipan buat kamu, kalau gak salah namanya Stella, dia bilang, dia sahabat kamu." Seru Ani, dengan menyerahkan bingkisan tersebut.
"Oh iya makasih ya Kak Ani." Jawab Dara, dengan mengambil bingkisan dari tangan Ani.
🏠 Kediaman keluarga Ridwan🏠
Disebuah perumahan mewah, yang terdapat di lantai dua kediaman Ridwan Kana, tampak seorang gadis cantik tengah berbaring di atas ranjang kingsizise nya, sembari memandang langit-langit kamar. Dan gadis itu adalah Stella, gadis yang dijodohkan dengan Adrian Mahesa.
"Gimana ya, tampang pria yang akan di jodohkan sama aku.Yang aku tau namanya Adrian, dan dari cerita yang aku dengar dari Mama, kalau Adrian itu ganteng, pintar, dan juga anak tunggal. Tentu saja dia akan menjadi pewaris tunggal dari harta kekayaan orang tuanya, dan setelah aku menikah dengannya tentu saja hartanya, akan menjadi milikku, dan aku akan menjadi salahsatu sosialita di negeri ini." Gumamnya, sambil senyum-senyum
Terdengar suara ketukan pintu, yang menyadarkan dia dari lamunannya.
Beranjak dari ranjang, dan menghampiri pintu, dia mendapati wanita paruhbaya yang tak lain, adalah Bibi Ati, pelayan keluarganya.
"Bibi Ati, ada apa?!"
"Ini Non,ada telepone dari Rendi. Katanya dari dia telepone ke phonsel Non Stella, tapi gak diangkat, jadi dia telepone ke telepon rumah." Ucap Bi Ati, yang merupakan Bibi dari Dara Afriza.
__ADS_1
"Baiklah Bibi, setelah ini aku akan menghubunginya."
Stella menyambar phonselnya, yang dia simpannya di dalam tasnya.
Mencari no Rendi, yang merupakan kekasihnya.
📲 percakapan lewat telpon📱
Stella: Hallo ( Dengan nada malas)
Rendi: Halo sayang, kenapa kamu gak angkat teleponeku." Tanya Rendi, dengan nada sedikit kesal
Stella: Naaf sayang, HPnya aKU silent, jadi gaK dengar. Jawabnya, dengan nada malas.
Rendi: Oh gitu ya Sayang ,aku kirain kamu gak mau angkat teleponeku. Oh iya besok datang kerumah ku ya, Papa sama Mama lagi ke Inggris, jadi kita bisa bebas bermesraan
Stella: Iya deh, besok aku kesana.
Rendi: Ya sudah Sayang, aku teleponenya. Aku tunggu ya?!"
Stella: Iya Sayang.
__ADS_1