Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.34. Mengetahui, kebusukan Stella.


__ADS_3

🌟 pagi hari di kediaman keluarga Kana🌟


"Pagi Paa? pagi Maa?" Sapa Stella, pada kedua orang tuanya.


"kamu mau kemana, Stella?!" Tanya Stella, saat mendapati putrinya sudah terlihat rapi.


"Aku mau pergi, sama Adrian, Paa?" Jawabnya,berbohong.


"Bagus, karena sebentar lagi kamu akan bertungan dengan pewaris tunggal dari Mahesa Group, jadi kamu harus mempersiapkan diri dari sekarang."


"Tentu Paa? karena aku sudah mempersiapkan diriku, untuk menjadi Nyonya Adrian.


Menatap jam yang melingkar pada pergelangan tangannya, dan segera meminta ijin.


"Paa, Maa, aku pergi dulu, Adrian sudah menunggu."


"Kamu gak sarapan dulu?"Tanya Bella, pada putrinya.


"Gak Maa, aku gak sarapan lagi. Takut telat, kasian Adriannya nunggu." Ucapnya, dengan berlalu pergi.


"Salam buat calon menantu, Mama yaa?!" Teriak Bella, pada putrinya.


"Oke Maa..?!" Dengan terus melangkahkan kaki, keluar dari rumahnya.


Mengusap dadanya, seraya menghembuskan napas kasar.


"Untung saja, kebohonganku sempurna. Coba Papa, dan Mama tau aku mau bertemu Rendi, bisa ditendang aku dari rumah ini." Ucapnya, dengan menyambangi mobil mewahnya.


*******


KEDIAMAN RENDI.


Setelah memarkirkan mobil mewahnya, Stella langsung melenggangkan kakinya kedalam rumah milik kekasihnya.

__ADS_1


"Pagi Bi Inem, Rendi ada?!" Bertanya, pada salahsatu pelayan rumah.


"Tuan Rendi, lagi dikamamarnya, Non?"


"Yaa sudah, kalau begitu aku langsung saja kekamarnya." Jawabnya, dengan berlalu kekamar kekasihnya yang berada dilantai dua.


Wanita paruhbay itu, hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Stella yang langsung menyambangi kekasihnya dikamar.


"Non Stella, Non Stella, apa gak bisa sabar sampai statusnya sah dulu?!" Ucapnya, dengan kembali melangkahkan kaki menuju dapur.


Langsung membuka pintu kamar, dan langsung melenggangkan kaki kedalam kamar kekasihnya.


"Sayang.., Sayang.." Panggilnya, saat sudah berada didalam kamar.


Rendi yang baru keluar dari kamar mandi, sedikit kaget saat melihat keberadaan kekasihnya dikamar.


"Stella? sejak kapann kamu datang?!"


Tersenyum saat mendengar pertanyaan itu, menghampiri kekasihnya dan memeluknya dengan manja.


"Aku mengirah, kamu sudah melupakan aku. Karena sebentar lagi, kamu akan bertungan dengan Adrian Mahesa."


"Tentu tidak Sayang? sekalipun aku sudah bertungan dengan pria lain, kita masih tetap menjalin hubungan."


"Aku kangen, kamu Stella?!" Dengan mulai menggerayangi, tubuh gadis itu.


"Aku juga Sayang?!" Dengan mencium bibir pria itu, dengan sangat buas. Rendi membalas ciuman kekasihnya, dan mendorong tubuh Stella keatas ranjang, hingga ciuman itu berlanjut kehubungan suami istri.


********


RESTORANT XXX


Adrian melenggangkan kakinya kedalam sebuah restorant mewah, menyapu bersih seisi ruangan, saat melihat keberadan orang yang akan ditemuinya berada dimeja nomor delapan.

__ADS_1


"Maaf Pak Deni, buatmu menunggu." Ucap Adrian, dengan langsung menduduki salahsatu kursi.


"Tidak apa-apa, Tuan?!"


"Ohh, iya Tuan, ini Photo Nona Stella, bersama kekasihnya Rendi." Ucap Deni, dengan mengeluarkan sebuah amplop dari saku jasnya.


Meraih amplop tersebut dari tangan sekertaris itu, dan membukanya. Menatap dengan intens, satu persatu photo Stella bersama kekasihnya, dan terlihat dengan jelas raut wajahnya yang begitu menahan amarah.


"Bagaimana Tuan? apakah anda akan tetap melanjutkan pertungan ini?"Bertanya, dengan nada penasaran.


"Aku akan tetap melanjutkan pertunangan ini, dan aku akan membuat Rendi mengakui hubungannya dengan Stella, didepan orangtuaku, dan juga orangtuanya." Jawabnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.


"Aku sangat mendukung rencana anda Tuanmuda? karena yang aku dengar mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Dan waktu pertemuan yang membahas masalah pertunangan itu, ternyata Nona Stella diam-diam menemui Rendi."


Menghembuskan napas kasar, berusaha menahan rasa sesak didadanya.


"kasian kedua orangtuaku, yang begitu menyayanginya. Dan mereka tidak tau, bagaimana kelakuan Stella dibelakang mereka."


Terdengar suara telepone masuk, yang mengalihkan tatapannya pada saku jacketnya, Dan Tersenyum, saat melihat nama Dara disana. Dan meutuskan untuk, menerima telepone itu.


📲 percakapan📱


Dara: Adrian, aku mau jalan-jalan sama Dina, aku boleh yaa, pakai uang kamu?"


Adrian: Tentu saja, Sayang? uang itu adalah milikmu.


Dara: Makasih..?!" Dan langsung mematikan, phonselnya.


Adrian tampak begitu geram, saat Dara mematkan teleponenya begitu saja, tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan didepan sekertaris itu.


Deni hanya tersenyum, dann dalam dirinya punya keyakinan kalau Tuanmudanya, memiliki seorang kekasihnya.


"Apakah itu kekasih anda, Tuan?!" Bertanya, dengan senyuman kecil diwajahnya.

__ADS_1


"Mungkin,"Jawabnya, menggantung.


__ADS_2