Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep. 21 dia calon suami sahabatku


__ADS_3

Mereka terlibat perbincangan, hingga jam makan malampun telah tiba. Bella menatap jam tangan, yang melingkar pada tangannya. Dan diapun memutusksn untuk mengajak keluarga Mahesa, untuk menikmati jamuan makan malam.


" Sepertinya sudah jamnya, untuk kita makam malam, ayo semuanya kita keruang makan, makan malamnya sudah siap, takut keburu dingin."


"Baiklah, ayo Ma., Adrian, Deni.." Ajak Bobi, pada anak, istri, dan sekretarisnya.


"Ayo Paa.." Ajak Anita pula.


*********


Dikamar tampak seorang gadis cantik, tengah berbaring diatas ranjang, sembari menatap langit-langit kamar.


"Kenapa tiba-tiba, perasaan gak enak yaa?!" Gumamnya, yang larut dalam pikirannya sendiri.


Diruang makan, mereka tampak sedang berbincang-bincang, sembari menikmati makan malam mereka.


"Jadi keputusannya, anak-anak kita akan bertunangan minggu depan?!" Tanya Bella, yang begitu antusias.


"Iya Anak-anak kita, akan bertunangan minggu depan." Jawab Bobi, sembari tersenyum.


Deni sang sekretaris dari tadi tampak memperhatikan Tuanmudanya, Adrian yang lebih banyak memilih diam, dan diapun berasumsi kalau Adrian terpaksa menerima perjodohan ini."


"Aku tau, Tuanmuda Adrian melakukan ini.Semuanya hanya karena untuk kedua orangtuanya."


Kini mereka telah selesai dengan jamuan makan malam mereka, dan tengah berbincang-bincang diruang makan. Dan mereka memutuskan putra-putri mereka akan menikah setelah lulus kuliah nanti.


"Adrian, ayo kita jalan-jalan ke taman belakang." Ajak Stella, pada Adrian. Adrian sama sekali tidak menyadari panggilan Stella, sebab lelaki tampan itu, sibuk dengan pikirannya sendiru.


"Adrian.., Adrian.." Panggil Anita, yang menyadarkan anaknya dari lamunan.


"Eh...kenapa Maa..?!"

__ADS_1


"Kamu kenapa melamun?! tuh Stellanya ngajak kamu-kamu jalan-jalan."


"Maaf aku gak dengar, ayo Stella.." Ajak.Adrian, pada gadis itu.


"Baiklah, ayo." Jawabnya, dengan beranjak dari duduknya.


*********


Kini mereka sedang berada ditaman belakang, sembari berbincang-bincang.


"Adrian kamu suka gak?! dengan suasana di Bali."


"Aku suka, suka banget dengan suasana dikota ini." Jawab Adrian, dengan memaksa diri untuk tersenyum.


"Adrian kamu mau gak? aku kenalin sama sahabat baikku."


"Sahabat?!" Tanya Adrian, dengan menaikkan kedua alisnya.


" Iya deh boleh." Jawab Adrian, sembari tersenyum kecil.


"Ya sudah kamu tunggu disini, aku panggil orangnya." Pamit Stella, dengan berlalu kekamar Bibi Ati.


Adrian menatap keindahan taman itu, dengan tatapan nanar.


"Tubuhku berada disini, tapi hatiku di berada tempat lain." Gumamnya, yang tiba- tiba teringat akan Dara.


******


"kita mau kemana Non..!" Tanya Dara, penasaran.


"Kita ketaman, aku mau kenalin kamu sama calon suamiku." Jawab Stella, dengan menarik tangan Dara menuju ketaman belakang rumah mereka

__ADS_1


* ketika berada di taman belakang*


"Tuh..! orangnya." Seru Stella, dengan menunjuk Adrian yang sedang membelakangi mereka.


"Kamu tunggu disini, biar aku panggil dia." Seru Stella ,dan langsung menyambangi calon Suaminya.


"Adrian ayo! aku kenalin kamu sama sahabatku." Ajak Stella dengan manja, sambil menggandeng lengan Adrian.


Ketika mereka menyambangi Dara,yang membelakangi, karena gadis cantik itu, sedang menatap keindahan taman belakang yang di lengkapi kolam ikan.


"Ra.., kenalin ini calon suamiku." Ucap Stella, dengan menggandeng manja lengan Adrian.


Dan saat Dara membalikkan badannya, betapa dia sangat terkejut, begitu pun juga dengan Adrian diapun tidak kalah terkejutnya.


Raut wajahnya berubah pucat, tak bisa dibayangkan bagaimana suasana hatinya saat ini. Mendapati laki-laki yang dicintainya dalam diam, bahkan beberapa hari lalu mereka akan berciuman kini akan menjadi suami, sahabatnya.


Adrian tampak terdiam, dan tidak tau harus berbuat apa. Ingin sekali dia memeluk Dara ,wanita yang sedari tadi mengusik pikirannya, tapi keadaan membuat ia tak berdaya.


Akhirnya dengan berusaha kuat ,dan menahan air mata, Dara memutuskan untuk berkenalan dengan Adrian.


"Kenalin Tuan muda, aku Dara, sahabat baiknya Non Stella" Seru Dara, sembari mengulurkan tangannya, pada Adrian.


"Aku Adrian, Adrian Mahesa." jawab Adrian yang begitu terkejut, saat Dara menyebutnya dengan Tuanmuda.


"Teman aku cantikkan Adrian?!"Puji Stella, sembari menggandeng manja lengan Adrian.


Adrian hanya tersenyum, karena sesungguhnya ia masih begitu syok, saat mendapati kenyataan Stella calon istrinya, adalah sahabat baik Dara.


Dara hanya hanya tersenyum, senyuman yang mewakili rasa sakit dihatinya, dan diapun memutuskan untuk meninggalkan mereka.


"Non Stella, Tuan Adrian, aku kekamar dulu." Pamit Dara, dengan berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban.

__ADS_1


__ADS_2