Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.67 Pernikahan.Part 1


__ADS_3

🏫 Kampus🏫


Senyuman terus terpancar di bibir Dara, Gadis bernama lengkap Dara Afriza itu merasa lega , dan tidak perlu mengkhawatirkan hubungannya dengan Adrian lagi.


Mengingat bagaimana orang tua dari Adrian menerimah kehadiarannya, dan manisnya perilaku Anita pada dirinya membuat Dara senyum - senyum sendiri.


" hei Dara ngapain kamu senyum - senyum sendiri, lagi menang lotre yaa?, tanya Dina yang terlihat begitu penasaran


" ga, tapi ini lebih dari sekedar menang lotre lho"", ucap Dara tersenyum


Rian ,dan Dina saling bertatapan , dan terlihat sekali wajah mereka tampak begitu penasaran dengan ucapan sahabatnya itu.


" memang ada gosib baru yaa, Dara? tanya Dina si Ratu gosib


" bisa di bilang seperti itu""


" apa,an sih Dara!, buat kami penasaran saja? tanya Rian


" semalam aku pergi kerumah Adrian , buat kenalan sama calon mertua ku.


" terus" terus" tanya Dina yang terlihat penasaran


" mereka menerimah ku dengan tangan terbuka.Papa, sama mamanya baik banget, sikap mamanya Adrian manis banget sama aku, pokoknya calon ibu mertua yang terlangkah dehh"", ucap Dara memuji Anita.


" wah kamu beruntung banget Dara, aku pikir kamu bakalan di usir , seperti yang biasa terjadi di drama - drama, atau diusir menggunakan anjing penjaga" ucap Rian sambil tertawa


" heemmm, dasar kamu, sambil memanyun kan bibinya karena kesal dengan ucapan Rian

__ADS_1


" Dara' panggil Dina senyum - senyum sendiri


"kenapa ,"


" ngomong - ngomong Adrian masih punya saudara ga, aku mau daftar nii!, siapa tau kita bisa jadi saudara ipar " ucap Dina sambil cengengesan


" maaf ya Dina, sayangnya ga ada tuhh" ucap Dara tersenyum menatap iba sahabatnya itu.


" hei Dina ngapain kamu pusing - pusing nyarinya, tuhh ada dosen kita pa Adi , dosen kita paling ganteng" ucap Rian tertawa


karena sebaliknya dosen Adi memiliki tubuh yang gendut ,dan kepalanya sedikit botak di bagian depan.


" mendingan aku jadi perawan tua, dari pada harus menikah sama si dosen botak itu" ucap Dina sedikit sinis.


Dara meraih tasnya ,dan mengeluarkan 2 buah undangan, dan memberikan pada kedua sahabatnya.


" kamu mau menikah ya Raa ? tanya Rian


" iyaa" sambil tersenyum


" kapan ? tanya Dina


" esok


" lho ko kamu masih kelihatan santai banget , bukannya mempersiapkan diri, atau apa gitu! ucap Rian memberi saran


" aku sudah mempersiapkan diri, dan mengenai baju pengantin ,dan lain sebagainya sudah di persiapkan sama Adrian, kami juga ga ngadain resepsi, soalnya kalian taukan, Adrian baru saja berpisah sama Stella. Ucap Dara panjang lebar

__ADS_1


" iya, aku sudah mengerti maksud kamu, jangan sampe kamu di tuding sebagai pelakor ya Raa" ucap Dina sambil tertawa.


" enak aja, sejak kapan aku jadi pelakor" ucapnya dengan wajah terlihat cemberut.


Rian, dan Dina yang melihat mimik wajah dari sahabat nya itu langsung tertawa dengan ekspresi wajah Dara.


👰Pernikahan💒


Di tempat ibadah yang terletak di sebuah puncak ,di daerah perbukitan tempat Dara ,dan Adriann mengikat janji sehidup semati.Adrian tampak begitu tampan menggunakan Jaz berwarna navi, yang di sesuaikan dengan gaun pengantin milik Dara.



Tampak di acara sakral tersebut ,hadir juga kerabat dekat, dan juga sahabat - sahabat dari Adrian, dan Dara.


Acara sakral ini memang sengaja di selenggarakan secara tertutup, dan sederhana mengingat Adrian baru saja berpisah dari Stella, mantan tunangannya.


Dari kejauhan tampak sosok Dina yang baru saja datang dengan gaun putihnya yang menjuntai. Banyak pasang mata yang terus menatap kearahnya, dan Dina hanya senyum- senyum sendiri menampilkan gigi putihnya.


" ahhh, pasti mereka liatin , karena mungkin aku paling cantik" batin Dina sambil senyum - senyum sendiri , dan terus menapaki kakinya memasuki gereja tersebut.



" dimana ya sihh Roi" ucap Dina sambil clengak - clinguk mencari keberadaan pria yang sudah lama di taksirnya waktu mereka masih duduk di bangku SMA.


" hei Dina sebenarnya yang mau menikah itu Dara, atau kamu sihh!!!, emang kamu ga salah make gaunnya? tanya Rian sambil tertawa, dan berjalan menghampiri sahabatnya.


" emang nya gue pikiran, anggap saja ini latihan, kalau nanti aku menikah sama pujaan hatiku Roi, eh ngomong - ngomong kamu liat sih Roi ga? tanya Dina

__ADS_1


" tuuhh" ucapnya sambil menunjukan jarinya ke arah Roi, yang tengah berbincang - bincang dengan seseorang.


__ADS_2