Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Episode 70. Kemarahan Stella.


__ADS_3

🏢 MG🏢


lantai 30, ruangan presdir Mahesa grup. Tampak Adrian tengah sibuk dengan berkas - berkasnya yang menumpuk, 2 hari mengurus pernikahannya dia, membuat ia harus di hadapkan dengan pekerjaan yang tertunda.


Ada pula sahabat baiknya Roi, yang kebetulan sedang bertandang ke perusahaannya.


" kamu ini, masih pengantin baru bukannya bermesraan sama istri, atau pergi berbulan madu malah kerja, seru Roi.


" aku di rumah juga sama saja, ga bisa bulan madu, Dara lagi ada halangan, jadi ga bisa gituan" ucap Adrian dengan terus membolak - balikkan berkas - berkas di atas meja tanpa menatap Roi.


" maksud kamu Dara lagi datang bulan?


" meemm" jawabnya singkat.


Seketika Roi, langsung tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.


" ha,ha,ha,ha.Kasian banget nasib kamu Adrian, aku pikir semalam kamu begadang sampe pagi , padahal " ucap Roi terputus sambil menertawai temannya


" kamu kalau datang hanya untuk menertawai aku, mendingan kamu pulang deh, ganggu saja ,lagi pula kerjaanku masih banyak" ucap Adrian dengan nada sinis


" sorry bro , sorry " sambil tertawa


__ADS_1


" lepas kan saya bodoh, lepaskan" teriak Stella, berusaha melepaskan tangannya yang di genggam Deni, yang berusaha menahan nya agar tidak masuk kedalam ruangan Adrian.


Ketika tangannya terlepas dari genggaman Deni sang sekretaris, Stella langsung membuka pintu ruangan Adrian secara kasar " braakk"


yang membuat Adrian, dan Roi sangat terkejut dengan kehadiran wanita itu.


" Stella" ucap Roi bangun dari duduknya


" Stella apa yang kamu lakukan disini, kamu tidak punya sopan santun yaa, masuk keruangan ku tanpa mengetuk pintu" ucap Adrian dengan nada tinggi.


Stella hanya tersenyum sinis, mendengar ucapan mantan tunangannya itu.


" maaf tuan muda, saya sudah berusaha menahannya tapi nona Stella, bersikeras untuk menemui anda" ucap Deni sambil membungkukkan badannya pada Adrian


" katakan ada apa kau kemari, tanya Adrian


Stella mengambil foto - foto pernikahan Dara, dan Adrian yang n'tah di dapatnya dari mana , dan melemparkan ke atas meja kerja Adrian.


" jelaskan padaku , jadi selama ini kau ternyata menjalin hubungan dengan Dara, dan ternyata kalian sudah menikah, dan aku baru sadar ternyata selerahmu rendah sekali Adrian" ucap Stella tersenyum sinis


" jaga ucapan mu Stella" seru Adrian dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.


" ingat Dara istriku, dan jangan coba - coba kau menghina dia didepan ku" ucap Adrian dengan nada sinis.

__ADS_1


" maaf Stella bukan aku mau ikut campur, tapi bukankah kau dan Adrian tidak memiliki hubungan apa - apa lagi" seru Roi


" aku memang tidak punya hubungan apa - apa lagi dengan sahabat mu ini, tapi aku tidak terimah ,karena selama ini diam - diam ternyata mereka menjalin hubungan di belakang ku "


Seketika Adrian langsung tertawa dengan ucapan Stella.


" ingat yaa, aku jujur padamu sebenarnya dari dulu wanita yang kucintai adalah Dara, dan apa bedanya kamu sama aku , bukankah saat kamu berstatus sebagai tunangan ku ,kamu juga menjalin hubungan dengan Rendi" bukankah kita sama"


" ingat ya Adrian, aku tidak terimah dengan semua yang sudah kau lakukan padaku, aku pastikan suatu saat kau akan kembali padaku"


" kamu terlalu percaya diri Stella, tapi sayang aku tidak suka barang bekas" ucap Adrian tersenyum mengejek.


Mendengar perkataan Adrian, yang mengatai dirinya barang bekas, hati Stella seperti tertusuk ribuan jarum, Stella mengepal erat tanggannya ,karena ia sangat terkejut mengetahui fakta yang baru saja ia tau, kalau Dara wanita yang pernah menjadi sahabat baiknya, adalah istri dari Adrian Mahesa mantan tunangannya.


" ingat ya Adrian urusan kita belum selesai " ucap Stella dengan nada yang terdengar mengancam, dan langsung berlalu keluar dari ruangan Adrian.


" tuan muda anda baik - baik saja? tanya Deni yang melihat wajah Adrian tampak kebingungan.


" aku baik - baik saja"


" Adrian' seru Roi


" kenapa" jawab Adrian menatap Roi.

__ADS_1


" aku takut Stella akan menyakiti istrimu"


" kalau sampai dia melakukan itu, jangan salahkan aku, jika aku melakukan hal yang tidak pernah di bayangkannya" ucap Adrian dengan nada penuh penekanan.


__ADS_2