Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.6. Mengagumi


__ADS_3

"Kalau begitu marih aku antarin kedalam." Ajak Adrian, pada gadis itu.


"Iya." Jawabnya singkat, sembari berjalan beriringan bersama laki-laki tampan itu


Membuka pintu, dan mempersilahkan Dara untuk masuk.


"Ayo masuk"


Dara melangkahkan kakinya, mengikuti langka kaki Adrian. Kala sudah dalam rumah, Dara begitu mengagumi kemewahan rumah milik Adrian.


"Rumahnya sangat mewah, belum pernah aku melihat rumah semewah ini." Bathinnya, sembari mengedarkan pandangannya, menatap seisi ruangan.


"Kamu kok melamun?! ayo duduk!" Pinta Adrian, yang memecahkan lamunannya.


"Oh, iya." Jawabnya, dengan nada sedikit gugup sembari menduduki sofa tunggal yang tersedia diruang tamu itu, sambil menepuk-nepuk pelan sofa yang didudukinya.


Adrian hanya tersenyum, saat melihat kelakuan teman kampusnya itu.


"Kalau begitu kamu tunggu ya?! aku panggil Mamaku dulu."


"Iya." Jawabnya, singkat.


* 5 menit kemudian."


Tak berselang beberapa menit, datang Adrian bersama seorang wanita yang masih terlihat cantik diusianya.


Dara langsung beranjak dari duduknya, saat melihat kedatangan Anita.


"Selamat siang Tante! saya dari toko bunga Suryati, antarin pesanan Tante." Seru Dara, dengan memberikan buket bunga yang di pesan Anita.


"Oh, terimakasih. Berapa semuanya?"Tanya Anita.


"250.0000, Tante."

__ADS_1


Merogoh saku celananya, dan mengeluarkan uang seratus ribuan sebanyak empat lembar.


"Ini uangnya." Dengan menyerahkan pada Dara.


Sisanya, buat kamu saja.


"Tapi Tante..!" Seru Dara, yang tidak ingin menerima uang dari Ibunda, Adrian.


"Sudah, ambil saja. ini anggap saja tip buat kamu." Jawabnya, tersenyum.


Dara mengalihkan tatapan matanya menatap Adrian.


Adrian yang sudah mengerti maksud temannya itu, hanya tersenyum.


"Makasih Tante" Makasih." Dengan senyuman kecil, diwajahnya.


"Sama- sama."Jawabnya, tersenyum.


Anita sedikit terkejut, saat mendengar ucapan anaknya, yang menyatakan dia, dan gadis pengantar bunga itu satu kampus.


"Iya Tante, aku dan Adrian satu kampus."


"Oh.. maaf Tante gak tau, habis Adrian dari tadi gak ngasih tau kalau kalian berdua satu kampus."


Dara hanya tersenyum saat mendengar ucapan Anita, sementara Adrian hanya tersenyum kikuk.


Tatapan mata Anita terus memperhatikan ekspresi putranya, dengan sikap yang ditunjukan Adrian kepada teman kampus wanitanya itu.


"Aku merasa Adrian menyukai gadis ini." Bathin Anita, yang terus memperhatikan ekspresi putranya.


Melihat jam pada pergelangan tangannya, dan merasa dia sudah begitu lama.


"Tante, aku pamit dulu.Soalnya, harus mengantar pesanan pelanggan yang lain.

__ADS_1


"Oh iya makasih. Hati-hati ya?! kapan-kapan Tante butuh, pasti Tante pesan bunganya lagi."


"Iya Tante, terimakasih sebelumnya. Kalau begitu saya pamit dulu."


"Iya hati-hati. Adrian kamu antarin teman kamu kedepan"


"Iya Maa."


Ayo Dara, aku antarin kamu kedepan."


"Iya" Jawabnya singkat, dengan mengikuti langkah kaki Adrian, keluar dari rumah mewah tersebut.


🌹Setelah berada di luar rumah🌷


Saat perjalanan menuju gerbang, Adrian dan Dara terlibat perbincangan.


"Jadi kamu bekerja di Toko bunga?!" Tanya Adrian, penasaran.


"Iya hitung-hitung buat nambah uang jajan. Dari pada bengong!" Jawabnya, tersenyum.


"Kamu sudah lama kerjanya?!"


"Baru satu tahun."


Tersenyum saat mendengar jawaban gadis itu, dan dalam dirinya dia begitu mengagumi gadis itu.


"Dara memang gadis yang sangat dewasa, bukan wajahnya saja yang cantik. Aku yang cowo saja, belum tentu seperti dia, pulang kampus, lanjut bekerja."


"Makasih ya?! sudah ngantarin aku."


"Sama-sama ,dan hati-hati dijalan.Jangan ngebut-ngebut." Seru Adrian, memperingatkan.


Hanya tersenyum, saat mendengar ucapan lelaki tampan itu, yang begitu perduli padanya.

__ADS_1


__ADS_2