Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.25.Menyangkal perasaan.


__ADS_3

🌟Ketika sampai di taman belakang🌟


"Ada apa Arman kau mencariku, apakah ada sesuatu yang penting? hingga membawamu datang kemari," Tanya Dara, pada lelaki tampan itu.


"Memm..." Dengan menjeda, kalimatnya sejenak


Kamu punya hubungan apa sama,Adrian,"


Mendengar pertanyaan Arman, membuat Dara hanya tersenyum, menampilkan sebuah senyuman yang mewakili suasana hatinya yang tengah gundah.


"Kami gak punya hubungan apa-apa Arman, hubungan kami hanya sebatas hubungan teman kampus saja."


"Tapi aku merasakan, Adrian mempunyai perasaan lebih terhadap kamu, maksudku perasaan khusus." Jelasnya, pada Dara.


Raut wajahnya, seketika berubah saat mendengar ucapan Arman. Dan memorinya memutar kembali akan Adrian, yang sebentar lagi akan bertunangan.


"Gak mungkin Arman, Adrian punya perasaan khusus padaku. Dia sudah punya kekasih."


"Mungkin aku yang salah, mengartikan sikapnya padamu."Jawabnya, tersenyum.


Dara teringat kembali, tujuan arman yang mencari dirinya.


" oh,iya Arman, sebenarnya tujuan kamu mencariku, ada apa?"


Menghembuskan napas kasar, sebelum menjawab pertanyaan gadis cantik itu. "Aku menyukaimu dara."


Terkejut pasti, itulah penampkan dari raut wajah Dara. Karena dia sama seakli tidak menyangkah Arman mempunyai perasaan lebih padanya.

__ADS_1


Adrian yang sedang bersembunyi dirimbunan bunga-bunga begitu terkejut, dengan pernyataan cinta Arman yang baru saja dia dengar. Dan dalam, dirinya berharap Dara menolak Arman.


"Dara.., aku mohon jangan diterima, jangan diterima." Gumamnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu cemas.


"Maaf Arman, aku tidak bisa. Jadi aku minta maaf."


Menarik napas panjang, dan dari raut wajahnya dia terlihat begitu kecewa. Atas jawaban, yang diberikan Dara padanya.


"Baiklah, aku akan menunggu sampai kamu membuka hatimu."


🌾kediaman Mahesa🌾


Berbaring diranjang, sembari menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang, dan dalam dirinya begitu gelisah meemikirkan pernyataan cinta Arman, pada Dara. Dan diapun memutuskan untuk menemui gadis itu.


"Aku akan menemui Dara, sekarang juga." Gumamnya, dengan menyambar sebuah ransel, dan berlalu begitu saja.


Dara tampak sibuk melamun, wanita cantik itu tampak sibuk dengan lamunannya memikirkan pertungannya Adrian yang akan terjadi dengan Stella , dan Arman yang menyatakan perasaannya.


"Aku harus bagainana, apakah aku harus menerima Arman. Dan jika aku menerimanya, hanya sebagai pelarian saja."


Terdengar suara ketukan pintu, yang memecahkan lamunan gadis cantik itu. Menghampiri pintu, dan membukanya. Dan dia begitu terkejut saat mendapati keberadaan Adrian didepan pintu kamarnaya."


"Tuan Adrian ngapain kamu kesini?" Tanya Dara, dengan mau menutup kembali puintu kamarnaya, tapi seketika tangannya langsung dicekal oleh lelaki tampan itu.


"Dara buka pintunya..!" Dengan berusaha mendorong pntu kamar, tapi Dara malah menutupnya.


"Gak mau, aku gak mau buka pintunya."Dengan berusaha menutup pintu, agar Adrian tidak dapat masuk.

__ADS_1


Dara tetap berusaha untuk menutup pintu kamar, dan Adrian tetap berusaha untuk tetap masuk. Tapi tenaga laki-laki tetap saja jauh lebih kuat, dari pada tenaga perempuan. Akhirnya, Adrianpun dapat masuk kedalam kamar Dara.


"Tuanmuda ngapain kamu kesini? kalau nanti Non Stella tau, bagaiman?"


Adrian tampak begitu kesal, saat Dara memanggilnya dengan sebutan Tuanmuda.


"Berhenti menyebutku, dengan sebutan Tuanmuda Dara..!!"Teriaknya, hingga membuat Dara langsung terdiam, dan ada cairan bening yang membasahi pipinya.


"Aku mohon Adrian.., aku mohon, pulanglah, aku tidak mau Non Stella mengetahui tentang hubungan kita. Kamu harus tau, kalau Bibiku mencari nafkah dirumah mereka," Ucap Dara, dengan linangan airmata.


"Aku minta kamu, berkata jujur," Pintanya, dengan menatap tajam gadis cantik itu.


"Berkata jujur soal apa?" Tanyanya, dengan nada bingung.


"Aku tau, kamu menyukaikukan?" Dengan tatapan dalam, menatap gadis cantik itu.


Dara begitu terkejut, dengan apa yang dia dengar. Dan dalam dirinya timbul rasa penasaran bagaiman Adrian bisa mengetahui perasaannya.


"Gak, aku gak pernah menyukaimu."


Menyunggingkan senyuman sinis disudut bibirnya, saat mendengar jawaban Dara, yang menyangkal tentang perasaannya.


"Da kamu sedang berbohong, padakukan?!"


"Ingat yaa! Adrian, aku tidak pernah menyukaimu. Sama sekali tidak pernah menyukaimu."


"Baiklah." Jawabnya, dengan langsung mendekat kearah Dara, dan mencium bibir gadis cantik itu.

__ADS_1



__ADS_2