Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.19 Perhatian Adrian


__ADS_3

Dara baru saja pulang, dari rumah sahabatnya. Gadis cantik itu, langsung menuju lantai dua kamar kosnya.


Langkah nya sedikit gontai. Dia melangkahkan kakinya dengan perlahan, dan saat tiba dilantai dua, dia sedikit terkejut saat mendapati sosok Adrian, yang sedang berada didepan kamar kosnya.



Laki-laki tampan itu, hanya tersenyum kecil, saat melihat ekspresi Dara, yang seperti melihat hantu.


"Adrian kamu..?!" Seru Dara, yang begitu terkejut, saat mendapati keberadaan Adrian, yang duduk didepan kamar kosnya yang mati lampu.


"Iya Dara! ini aku, apa kamu lupa, tadi aku sudah janji mau main kekos nya kamu!"


"Maaf aku lupa." Jawab Dara, sembari tersenyum kikuk.


Adrian terus menatap Dara, dengan pandangan yang sulit diartikan. Dan dalam dirinya, dia begitu mengagumi kepribadia gadis itu.


"Gadis ini benar-benar bikin aku jatuhclinta, tapi aku tak bisa melawan keinginan kedua orangtuaku.'" Bathinya, yang terlihat frustasi


"Adrian, kamu kok melamun?! ayo kita masuk." Ajak Dara, pada lelaki tampan itu.


"Oh.., iya." Jawabnya, dengan mengkuti langkah kaki Dara, kedalam kamar kosnya.


Saat sudah berada didalam, Adrian langsung menduduki sebuah kursi kecil, yang berada didalam kamar kos Dara.


"Ntar yaa, Adrian aku ambil minum dulu.'


"Gak usah Dara, ini tadi aku sempat mampir ke Restorant. Dan ini aku beli jus , sama beberapa makanan, buat sekalian makan malam kamu sama aku.kamu belum makan malam kan, Dara?!"


"Makanannya enak-enak yaa Adrian?! pasti mahal banget."

__ADS_1


Adrian hanya tersenyum, saat mendengarkan ucapan gadis, yang diam-diam sudah mencuri hatinya.


Terdengar suara ketukan pintu,yang memecahkan keheningan diantara mereka. Dara berjalan kearah pintu, dan membukanya. Raut wajahnya, seketika berubah pucat, saat mendapati pemilik kos, tempat dia tinggalnya.


"Malam Bu.." Sapa Dara, dengan mencoba untuk tersenyum, dibalik keresahan hatinya.


"Malam Dara." Dengan memaksa diri untuk tersenyum.


Saya langsung saja ya Dara?! kapan kamu membayar uang kos kamu bulan ini, karena tinggal kamu saja yang belum membayarnya.


"Bisa gak ya Bu? minggu depan, soalnya aku belum gajian."


"Gak bisa Dara cantik, kamu kan tau, Ibu harus membayar tagihan air,dan listrik." Seru Meri, dengan raut wajah serius.


Adrian yang sedari tadi mendengar percakapan Dara,dan Meri, seketika langsung menghampiri.


"Maaf Bu? berapa uang kosnya Dara?!"


"Saya Adrian, teman baiknya Dara."


"Oh.., Ibu kirain kamu siapanya Dara. Uang kos nya Dara, empat ratus ribu."


"Empat ratus ribu, totalin uang kosnya, untuk waktu tiga tahun kedepan,biar saya transfer lewat mobile banking."


"Kamu serius ya Nak?! akan membayar uang kosnya, Dara sampai tiga tahun kedepan?!" Tanya Meri memastikan, karena sesungguhnya dia begitu terkejut.


"Adrian..."Jangan..." Pinta Dara, sembari menggeleng pelan.


"Aku minta, kamu jangan menolak pemberianku.Biarkan aku membantumu kali ini."

__ADS_1


"Terima kasih ya Nak?! ini nomor rekeningnya, Tante tunggu transferannya, bila perlu sama bonusnya ya.." Pinta Meri, dengan memberikan nomor rekeningnya.


"Tenang saja Buu.." Jawab Adrian, dengan melakukan transaksi pada aplikasi, mobile bankingnya, untuk melakukan transfer.


Sudah Buu." Dengan menunjukkan, bukti transfer pada wanita paruhbaya itu.


Meri begitu terkejut, saat melihat nominal yang uang yang dikirim.oleh Adrian. Dan dia terlihat begitu bahagia, saat Adrian menepati janji dengan memberikan bonusnya.


"Terima kasih banyak ya Nak.., karena sudah memberikan sama bonusnya.


Dara Tante pulang dulu yaa?! silahkan dilanjutkan acara makan-makannya." Pamit Meri, dengan berlalu pergi meninggalkan Dara, dan Adrian.


Dara terus menatap lelaki tampan itu, ada rasa bahagia, dan gundah yang dia rasakan saat ini, karena Adrian membuat dia semakin sulit dia merupakan perasaannya.


"Adrian..!"


"Kenapa?!"


"Bisakah, aku memelukmu?!" Pintanya, sembari menatap laki-laki tampan itu.


"Tentu Dara, kenapa tidak." Jawabnya tersenyum, sembari merentangkan kedua tangannya.


Dengan memberanikan diri, Dara berjalan kedalam pelukan, pria yang sudah mencuri hatinya semakin sakit, dengan perasaan terpendamnya.


"Adrian terima kasih, sampai kapanpun, aku tidak akan melupakan apa yang sudah kamu lakukan hari ini."


"Tidak usah memikirkan hal itu, yang jelas aku tulus membantu kamu."Jawabnya, dengan membalas pelukan gadis cantik itu.


Adrian melepaskan pelukannya, sembari menatap intens, gadis didepannya.

__ADS_1


Tatapan matanya terfokus pada bibir gadis itu, dan ntah mendapat keberanian dari mana dia memberanikan diri untuk mencium Dara.


Mendapat ciuman dari Adrian, membuat Dara sedikit terkejut, walaupun begitu diapun tak kuasa untuk menolak, hingga diapun membalas ciuman itu.


__ADS_2