
Stella, dan Rendi baru saja menyelesaikan acara bercinta mereka. Dan sekarang, mereka tengah menuruni anak tangga, menuju lantai bawa.
"Sayang nanti telepone aku ya..?!" Pinta Stella dengan manjanya, sembari menggandeng lengan kekasihnya.
"Tentu sayang." Jawab Rendi, dengan mengecup singkat bibir kekasihnya.
Tak sengaja pandangan Stella menangkap sosok gadis cantik yang sedang berbincang-bincang dengan Bibi Ina, yang merupakan salahsatu salahsatu pelayan rumahnya.
"Dara..." Panggilnya, dengan sedikit berteriak.
Dara yang mendengar namanya di panggil, langsung membalikkan badannya keasal suara.
"Non Stella." Gumamnya, dengan melambai- lambaikan tangannya.
"Siapa itu Stella?!" Tanya Rendi,yang terlihat begitu penasaran, karena dia sama sekali tidak mengenal Dara.
"Itu.keponakannya Bibi Ati. Salahsatu asisten rumah tanggaku." Jawabnya, untuk menjawab rasa penasaran Rendi.
"Oh..begitu ya..?!"
Dara segera menghampiri pasangan kekasih itu.
"Siang Non Stella, siang Kak." Sapa Dara, sopan
Rendi hanya menyunggingkan senyuman disudut bibirnya, dan dalam hati dia begitu mengagumi kecantikan seorang Dara.
"Cantik juga gadis ini."
"Kamu sudah datang dari tadi ya, Dara?!"
"Iya Non, aku sudah datang dari tadi." Jawabnya, tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah, aku antarin kekasihku kedepan dulu ya.., soalnya dia udah mau pulang, setelah itu baru kita kekamar, biar curhat-curhatan."
"Iya Non, Dara tunggu disini."
Dara menatap nanar pasangan kekasih itu, dia larut dengan pikirannya sendiri, memandang mereka.
"Non Stella, berani banget ya! belum nikah sudah berani melakukan hubungan suami istri dirumahnya pula. kasian banget laki-laki yang akan jadi suaminya nanti." Gumamnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu resah.
*********
Kini pasangan kekasih itu sudah berada didepan gerbang.Saling menatap, dan tersirat cinta didalamnya.
"Aku pergi dulu yaa?!" Pamit Rendi, kekasihnya.
"Iya sayang hati-hati ya, dan ingat telepone aku."Pinta Stella, sembari menatap kepergian Rendi, dengan menggunakan motor gedenya.
Setelah kepergian kekasihnya, Stella langsung beranjak kedalam, guna menghampiri sahabat baiknya, itu.
"Non.." Jawabnya berbalik keasal suara, menatap Stella yang berjalan kearahnya.
"Ayo kita kekamar."
"Iya Non." Jawab Dara, dengan mengikuti langkah kaki Stella, menuju lantai dua kamarnya.
*********
Membuka pintu, dan mengajak sahabat baiknya untuk masuk.
"Ayo masuk..!"
"Iya Non.." Jawab Dara, dengan melangkahkan kaki masuk kedalam kamar gadis itu.
__ADS_1
Saat berada didalam kamar, tatapan Dara tak sengaja mendapati tempat tidur yang sedikit berantakan. Dara menelan ludanya, yang terasa berat ditenggorokan.
Sebab gadis cantik itu, sudah cukup memahami apa yang baru saja terjadi.
Stella yang menyadari Dara sedang memperhatikan ranjangnya, merasa malu sendiri.
"Maaf yaa.., tempat tidurku agak berantakan." Seru Stella, sembari merapikan tempat tidur bekas percintaan dia, dan Rendi.
Duduk deh..! Dara, kamu gak berdiri terus."
"Iya Non."Jawab Dara, dengan menduduki salahsatu kursi, yang tersedia dikamar sahabatnya.
"Dara, kamu kenapa akhir-akhir ini kenapa jaramg main kesini?"
"Maaf Non, setelah pulang dari kampus, aku langsung bekerja. Aku bekerja ditoko bunga."
"Kamu kerja Dara?!" Tanya Stella, dengan raut wajah sedikit terkejut.
"Iya Non, hitung-hitung buat nambah uang jajan, sama uang kos." Jawabnya, tersenyum.
Stella begitu mengagumi kepribadian sahabatnya itu, yang diusianya masih muda sudah mencari uang untuk memenuhi kebutuhannya.
"Kamu gadis mandiri Dara! walaupun kita seumuran, tapi aku gak bisa seperti kamu."
Hanya membingkai senyuman kecil diwajah cantiknya, saat mendengar ucapan gadis itu.
"Dara! nanti hari kamis malam kamu kesini ya?!"
"Memang ada acara ya Non?!" Tanya Dara, penasaran.
"Gak, nanti hari Kamis malam, keluarga calon suamiku mau kesini, untuk membahas pertunangan kami." Jelas Stella, pada Dara.
__ADS_1
" Begitu ya Non.., iya deh, nanti hari Kamis malam, aku usahain kesini, biar sekalian kenalan dengan calon suami Non Stella."