
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
" Nonaa.., Nona baik - baik saja? tanya Bi Ati yang melihat wajah Dara tidak seceriah biasanya, dan ia sudah tau pasti istri dari Tuan mudanya ini sedang memikirkan tentang suaminya,dan mantan kekasihnya yang tengah berada di dalam ruang kerja.
" aku baik - baik saja Bi..!, pergilah ucap Dara berbohong.
" ya sudah kalau begitu, Bibi turun dulu"
" iya Bi"
Dara berjalan kearah balkon kamar, pandangannya menerawang menatap keindahan pulau Dewata Bali dari balkon kamar ia,dan Adrian.
" ahh.. apa yang mereka lakukan yaa.., sudah bertahun- tahun mereka tidak bertemu, apakah mereka berciuman atauu..., gumam Dara yang sedang memikirkan suaminya, dan Ayudia yang mungkin tengah bermesraan.
Dara duduk di kursi yang tersedia di balkon kamar, sambil menghirup udara pagi yang dapat mengurangi kegundahan hatinya.
" aku kangen sama Bi Ati, sudah lama aku tidak pernah bertemu dia, Bii Dara Rinduu.." Bathin Dara yang begitu merindukan kelurga satu - satunya.
Dara mengeluarkan phonshelnya, dan menghubungi seseorang yang sangat di rindukannya.
Mencari kontak Bi Ati, dan menghubunginya.
📲 percakapan Lewat telepon📱
Bi Ati :" hallo Dara , terdengar suara di seberang sana.
__ADS_1
Dara:" hallo Bii.., bagaimana kabarnya?
Bi Ati:" kabar Bibi baik naa..!!, kamu sendiri bagaimana kabarmu baik - baik saja kan?
Dara tersenyum miris, mendengar pertanyaan Bibinya.
Dara:" kabarku baik - baik saja Bii..., Bii Dara rindu.., sambil meneteskan air matanya.
BI :" Bibi juga rindu naa, oh iya bagaimana kabar suami kamu?
Dara:" Adrian kabarnya baiik Bi!!!.
BI Ati: syukurlah Bibi senang dengarnya, Bibi yakin kamu pasti bahagia, soalnya Adrian adalah pria yang baik, berkat dia kehidupan kita jauh lebih baik naa.., dan Bibi tidak perlu lagi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Kana, Bibi minta kamu harus jadi istri yang baik, dan patuh pada suami, karena Bibi yakin Adrian adalah jodoh yang dikirim Tuhan buat mu naa!!.
Dara :" iya Bii, semoga Adrian adalah jodoh yang dikirim Tuhan buat ku.
Dara:" Aminn, Bi.Ya sudah Bi, Dara turup teleponnya dulu, daa Bibi.
Bi:"dahh Dara, sambil menutup teleponnya.
" aku akan bertahan demi kebahagian Mu Bibi, kalau itu bisa membuat kau bahagia, karena hanya kau yang aku punya" Bathin Dara tersenyum sambil memejamkan matanya, menghirup udara di pagi hari.
Sementara di lantai bawa Ani sedikit terkejut melihat Adrian, dan Ayudia yang keluar dari ruangan dengan wajah Ayudia tidak seceriah saat masuk keruang kerja.
" lhoo, ko udah selesai ngomongnya, cepat banget ka Adrian?
" memang apa yang harus aku bicarakan dengannya, bukannya semuanya sudah berakhir, dan dia sendiri yang mengakhirinya" seru Adrian dengan nada dingin.
__ADS_1
" tapiii Adrian, aku minta maaf, aku menyesal!!
" sudahlah, aku mau kekamar mau istirahat" ucap Adrian dan berjalan menuju lantai 2 kamarnya.
" ka Ayu sabar yaa.., seru Ani berusaha menenangkan Ayudia.
Anita yang menyaksikan semuanya ikut merasa bahagia, karena ternyata putranya sama sekali tidak terpengaruh dengan kehadiran Ayudia.
Anita berjalan menghampiri Ayu,dan Ani.
" Tante kan sudah bilang sama kamu Ayu, kalau Adrian itu tidak mencintai kamu lagi, dan lagi pula selamanya yang Tante tau menantu Tante hanya Dara seorang" seru Anita tersenyum mengejek.
" ihh.., Tante jahat banget siihh.Ka Ayu ini menantu idaman lhoo.., pendidikannya bagus, punya karir cemerlang, dan sepadan sama keluarga kita Tante" ucap Ani membela Ayu.
" yaa, sudah kenapa kamu ga jodoin saja sama Kaka kamu Ari, biar Ayu jadi Kaka ipar kamuu!!!
" ihh, Tante ngaco dehh .., ngomongnya. Ka Ari kan udah punya istri" ucapnya dengan mimik cemberut.
" ya jadikan aja istri keduanya Ari kan bisa" seru Anita tidak mau kalah.
" maaa..., mama apa - apa'an sih..!, masih pagi udah ribut" ucap Bobi memenangkan istrinya.
" ini omm.., Tante mulutnya kaya ember aja.."
" enak ajaa.., kamu bilang mulut Tante kaya ember, ya sudahlah paa.., kita kekamar aja, soalnya disini mama mencium aroma pelakor" seru Anita dengan menarik tangan suaminya.
Ani hanya menatap tantenya dengan ekspresi kesal.
__ADS_1
" apa sihh, bagusnya wanita miskin itu" gerutu Ani dengan wajah juteknya.