
Kenalkan ini visualnya Rendi, kekasih dari Stella.
"Sayang" setelah aku menikah pun, kita masih bisa tetap menjalin hubungan."Bujuk Stella, pada kekasihnya dengan tatapan penuh harap.
Mendecak kesal, saat mendengar jawaban kekasihnya itu.
"Jadi maksudmu?! kita tetap berselingkuh?!" Tanya, disertai dengan tatapan sinis, menatap Stella.
Beruntung sekali pria itu!! aku yang sudah dua tahun menjalin hubungan denganmu, tidak bisa memilikimu,tapi pria itu dengan mudanya mendapatkanmu."
"Habis mau bagaimana lagi sayang? orangtua ku terus memaksa, Akupun tidak berdaya untuk menolak." Bohing Stella, meyakinkan kekasihnya.
"Kalau begitu kita kawin lari, saja bagaimana?"
Hanya membingkai senyuman disudut bibirnya, dengan raut wajah yang begitu terpaksa.
"Kamu pikir aku bodoh! siapa sih yang tidak mau bersanding dengan Adrian Mahesa, banyak wanita diluar sana begitu tergila-gila padanya, sementara aku tanpa berjuangpun, sebentar lagi akan menjadi istrinya. Tidak mungkunkan, aku melewati kesempatan emas ini."
"Tidak bisa sayang, kalau kita kawin lari pun ,papaku akan menyuruh orang untuk mencari kita. Dan aku tidak mau Papa menyuruh orang untuk menyakitimu Sayang.."
Akhirnya Rendi pun memikirkan omongan kekasihnya ada benarnya juga.
__ADS_1
"Baiklah, tapi ada syaratnya."
"Syarat apa Sayang?!" Tanya Stella, dengan menatap intens, kekasihnya.
"Kita harus tetap menjalin hubungan, walaupun kamu sudah menikah. Dan aku juga harus tetap menikmati tubuhmu,walaupun kamu sudah menjadi istri orang. Kamu kan tau, aku menyimpan video rekaman adegan ranjang kita." Pinta Rendi, dengan seringai dibibirnya.
Menarik nafas panjang, dan diapun tak kuasa menolaknya.
Dasar laki-laki brengsek, selalu saja mengancamku. Tapi aku tidak bisa memungkiri, Rendi sangat hebat, diatas ranjang, dan aku sangat menyukai permainannya."
"Baiklah sayang, aku mau." Jawab Stella, dengan memeluk kekasihnya.
Pasangan kekasih itu, kembali saling berciuman, dan Rendi kembali memasukkan miliknya, ke milik kekasihnya, dan kembali melakukan gerakan.
"Sayang kenapa berhenti?!" Tanya Stella, saat Rendi menghentikan permainannya.
"Sayang kamu masih meminum pilnya, kan?!"
Hanya tersenyum kecil, saat mendengar pertantaan kekasihnya.
"Tenang sayang ,aku selalu rutin meminumnya"
"Kamu memang gadis yang pintar." Seru Rendi, dengan kembali melanjutkan permainannya.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama belasan menit, ditengah keramaian lalulintas. Mengeluarkan uang dari saku celananya, dan membayarnya Pak Dadang.
"Ini Pak Dadang, ongkos ojeknya..Sebentar jemput aku lagi ya..?!" Pinta Dara, pada lelaki berkulit sawomatang itu.
"Beres Nona manis" nanti telepone Mas Dadang saja. Masnya langsung jemput."
"Iya nanti kalau Dara mau pulang, Dara pasti telpone" Jawabnya, dengan berlalu masuk kekediaman Kana.
Dara berjalan melewati pinggir rumah mewah itu, gadis berparas cantik itu menuju rumah yang di sediakan keluarga kana, bagi orang-orang yang bekerja sebagai secuiriti, asisten rumah tangga,dan lain-lain.
Ia memasuki sebuah kamar kecil ,yang di tempati Bibinya, Ati.
"Bibi.." Sapa Dara, yang baru saja masuk kekamar kecil itu.
"Dara" Dengan wajah sumringah, sembari memeluk keponakannya.
"Dara kangen." Seru Dara manja, dengan membalas pelukan Bibinya.
"Bibi juga kangen." Jawab Bibi Ati, dengan melepaskan pelukannya.
"Kamu sudah makan belum?!" Tanya Bibi Ati, pada keponakannya.
"Belum Bibi." Jawabnya, dengan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Ya sudah, kamu tunggu sini dulu, Bibi pergi ambil makan didapur, buat kamu."Jawab, Bibi Ati, dengan berlalu pergi.