
Dra berusaha untuk melepaskan apa yang dilakukan kekasihnya, padanya. Apalagi mereka tengah berada ditempat
"Adirian sudah, bagaimana kalau ada yang melihat kita." Memperingati kekasihnya, yang masih sibuk dengan kegiatannya.
Tersenyum, dengan kembali menurunkan kembali baju kekasihnya.
"Aku kirain, kamu gak takut."
Terdengar suara telepone diphonsel miliknya, saat melihat nama Stella, Adrian memutuskan untuk langsung menerimanya.
📲 percakapan lewat telpon📱
Adrian: Hallo Sayang, ada apa?
Dara sedikit kaget, karena dia sama sekali tidak menyangkah, yang menelpone Adrian, adalah sahabat baiknya itu. Tapi ada hal yang buat dia kecewa, saat mendengar panggilan sayang Adrian, untuk sahabatnya, ada rasa kecewa dalam dirinya, karena Adrian, sama sekali tidak memikirkan perasaannya.
"(Aku tau Stella, adalah calon istrinya. Tapi setidaknya, dia memikirkan perasaanku.)" Bathinya, dengan raut wajah sendu. Yang mewakili rasa kecewanya, pada Adrian.
Stella: Kamu lagi dimana? aku ingin kita bertemu, untuk membahas soal pertunangan kita.
Adrian: Aku lagi dirumah teman, sedikit lagi aku akan kerumahmu.
Stella: Baik Sayang, kalau begitu aku tunggu.
Adrian: Iya Sayang, setelah ini, aku akan langsung kesana." Dengan langsung mengakhiri, percakapan teleponenya.
"Dara aku antarin kamu pulang sekarang, karena aku harus bertemu dengan Stella." Jawab Adrian, dengan menghidupkan mesin mobilnya.
"Ia antarin aku pulang saja, karena aku ingin istirahat." Jawabnya, dengan berusaha menahan tangisnya.
__ADS_1
🌟 kos- kossan Dara🌟
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, tibahlah mereka disebuah kos-kosan bertingkat. Membuka mobil, saat sudah berhenti didepan kos bertingkat itu.
"Setelah bertemu dengan Stella, aku akan langsung kesini."
"Ia," Jawabnya, dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Kalau begitu, aku pergi dulu." Dengan melajukan kendaraan roda empatnya.
Menatap nanar, dan tak bisa dipungkiri hatinya sakit. Dan Dara memutuskan untuk, pergi kepantai guna menenangkan diri.
PANTAI.
Memandang ja,uh kedepan, dengan tatapan kosong. Mengingat yang sudah dilakukan Adrian, membuat hatinya menangis. Tetesan bening lolos begitu saja, mewakili kesedihan hatinya.
"Adrian kamu jahat?! kamu tegah sama aku, karena kamu aku orang miskin, kamu tegah memperlakukan aku seenaknya. Kenapa kamu gak akhiri saja hubungan ini, kamu tegah mengikat aku dengan cara yang kotor." Ucapnya, dengan deraian airmata.
"Adrian, Stella?!" Gumamnya, seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Kembali meneteskan airmata, tapi seketika dia mengusap airmatanya, karena merasa begitu bodoh, harus menangis untuk laki-laki seperti Adrian.
"kenapa aku harus menangis? bagaimanpun aku harus tau diri, kalau aku adalah orang ketiga, dalam hubungan mereka." Gumamnya menguatkan diri sendiri, dan memutuskan untuk pulang. Dan melangkah, Dara merintih kesakitan, karena menginjak duri laut.
"AUUWWWW" Rintihannya, yang mengejutkan Stella, dan Adrian yang tengah bermesraan.
"Dara..?!" Ucap Stella, saat menoleh kearah suara mendapati keberadaan, sahabatnya.
Adrian begitu terkejut, saat melihat keberadaan Kekasihnya itu, tapi laki-laki tampan itu, sebisa mungkin berpura-pura, biasa saja.
__ADS_1
"Dara..?!"Panggil Stella, dengan menghampiri bersama Adrian.
"No..Non Stella, Tuan Adrian?" Ucapnya, dengan memaksa untuk tersenyum.
"Kamu ngapai disini? lagi nungguin kekasih kamu?"
"Tidak Non?! aku lagi," Jawabnya yang tak dapat melanjutkan lagi kata-katanya, saat terdengar suara telepone pada phonsel miliknya.
📲 percakapan lewat telpon📱
Dara: Hallo Arman, ada apa?!
Saat mendengar Dara mengucapkan nama Arman, tak bisa dipungkiri lagi bagaiman reaksi Adrian, raut wajahnya begitu memerah, tapi sebisa mungkin dia menahannya.
Arman: kamu dimana sekarang? kenapa kamu pergi tanpa pamit?
Dara: Maaf tadi ada keperluan mendadak, jadi gak kasitau kamu. Dan sekarang, aku lagi dipantai.
Arman:.Ya sudah, kamu tunggu disitu, aku kesana sekarang. Dengan menutup teleponenya.
"Pacar kamu, ya Dara?!" Tanya Stella tersenyum, dengan terus menggandeng lengan Adrian.
Tidak menjawab, dan hanya tersenyum. Dan sedikit kaget dengan panggilan Arman, yang berlari kecil menghampirinya.
" Dara..?!"
"Arman? kamu kok cepat banget, sampenya?!" Bertanya, dengan nada penasaran.
"Kebetulan aku berada, gak jauh dari sini." Jawabnya tersenyum, dengan napas yang masih terengah-engah. Dan saat dia memalingkan wajahnya, Arman sedikit terkejut, saat melihat keberadaan Adrian.
__ADS_1
"Kamu Adrian, kan? teman satu jurusan dengan Dara?" Bertanya dengan tatapan intens menatap Adrian, yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka.