
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
Mereka larut dalam suasana pesta, berdansa dengan pasangan masing - masing.
Seperti Roi,dan Dina. Stella, dengan kekasihnya Rendi.
" Sayang apa yang kamu pikirkan...? Tanya Adrian
" Aku hanya bahagia sayangg, melihat orang - orang yang kusayangi, dan menyangiku semua berada disini" Serunya tersenyum.
" Aku sangat merindukan mu Dara..." Seru Adrian
Dara menyerngitkan dahinya, mendengar ucapan suaminya.
" Bukankah setiap hari kita bertemu sayaanggg...?, bahkan kau yang menungguiku di Rumahsakit.
" Dara kenapa kau sangat tidak pekaahhh...., bukan maksudku yang itu.Tapi kamu tau suamimu sudah berpuasa lebih dari satu minggu lebih, apa kau tidak kasian padaku....!! Seru Adrian dengan wajah memelas
" Maafkan aku sayanggg..., tapi sekarang lagi ada acara bagaimana kita bisa melakukannya...!!
" Kita kan bisa pamit sebentar sayang aku janji, tidak akan lamaa"
" Baiklaahh..." Jawab Dara pasrahh
" Semuanya silahkan kalian menikmati pestanya, aku sama istriku ada urusan sebentar" Ucap Adrian pada mereka semua.
" Okee.. jangan lama - lama yaa...""
Sekarang mereka telah berada di kamar,Tanpa banyak bicara Adrian langsung mengunci pintu kamar, ia berjalan kearah sang istri yang tengah menatapnya dengan tersenyum.
Adrian langsung memeluk tubuh istrinya, dan menghirup aroma tubuhnya yang merasa candu buatnya.
" Aku sangat mencintaimu Daraa..., terimah kasih sudah sabar menghadapiku, dan mencintaiku" Serunya tersenyum dan menatap intens istrinya.
" Aku juga sangat mencintaimu Adrian, terimah kasih sudah memberikan kebahagian buatku" Serunya sambil memeluk erat leher suaminya.
__ADS_1
Adrian hanya tersenyum, mendengar ucapan istrinya, Adrian mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri, mereka terlibat ciuman panjang, dan saling membelitkan lidah masing - masing.
Ciuman biasa menjadi sebuah ciuman yang membangkitkan gairah mereka, apalagi di saat tangan Adrian sudah menjalar kearea sensitif istrinya yang membuat Dara mendesah kenikmatan.
Adrian membimbing istrinya, menuju ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka, dan tentu saja tangan mereka tidak tinggal diam, mereka menanggalkan pakaian masing - masing, dan berlanjut ke pergulatan mereka selama satu jam.
" Sayang...., ayo kita turuunn...mereka pasti masih menunggu kita"
" Aku lelah Daraa..., kamu menyuruhku mempercepat permainan kita, pinggangku rasanya seperti mau patah saja"
" Mau bagaimana lagi sayang ayooo..." Seru Dara sambil menarik tangan suaminya.
" Baiklah..." Jawab Adrian dengan wajah yang terlihat kesal.
" Aku janji sayang..., setelah acara ini selesai kita akan melanjutkan lagi"
" Benarkaahh..." Tanya Adrian dengan mata berbinar.
" Iya sayang...." jawab Dara.
🌝 4 Bulan berlalu🌝
Banyak hal yang terjadi, selama empat bulan terakhir ini.
Dimana pertunangan Stella, dan Rendi.
Rian, yang sudah menjalin hubungan dengan Ani, dan tentu saja itu terjadi atas campur tangan Dara.
🏫 Kampus🏫
Ditaman belakang kampus, tampak Dara, Rian, dan Dina tengah berbincang - bincang.
" Dara kamu kok makannya banyak, baru sepertinya kamu sedikit gemukan" Seru Dina
" Benarkaahhh..." Seru Dara yang tidak menyadari perubahan fisiknya.
__ADS_1
" Iya Raa..., jangan sampai kamu lagi hamil., apalagi kamu bilang, kamu sering mual - mual" Seru Rian
Darapun diam sejenak memikirkan omongan kedua sahabatnya, memang akhir - akhir ini dia merasakan aneh dengan dirinya.Apalagi dia sering mual - mual.
" Kenapa aku tidak berpikir kearah situ yaa..., kemungkinan aku hamil.Apalagi sudah dua bulan ini aku tidak datang bulan " Bathin Dara.
" Hei Daraaa..., kamu lagi lamunin apa..? Tanya Rian
" Heemmm..., sebentar pulang kita singgah ke apotik yaaa.., aku pingin membeli sesuatu"'
" Membeli apa Raa..? Tanya Dina penasaran
" Aku ingin membeli alat tes kehamilan"
" Apaaa....!!!" Seru Rian, dan Dina bersamaan ,dan mereka sangat terkejut.
" Kamu hamiill ya Raa...? Tanya Dina penasaran.
" Iya sepertinya begitu, soalnya aku sudah bulan ga datang bulan" Seru Dara tersenyum
" Ihhh...., kamu ganjen banget sihh Raa.., kuliah - kuliah ko hamiil...!! Seru Dina.
Rian langsung memukul kepala sahabatnya dengan sebuah buku, yang menurutnya sangat bodoh.
" Hei o,on Dara itu sudah punya suami. Jadi wajarlah dia hamil, kalau kamu yang hamil baru ga wajar"Seru Rian dengan nada kesal
Dina hanya cengengesan mendengar ucapan sahabatnya, karena merasa ia sangatlah bodoh.
" Maaf ya Daraa.., aku lupaa.." Serunya tersenyum.
"Kamu itu bodohnya kelewatan Dinaa.." Serunya dengan nada kesal.
Promo novel terbaru ku..
__ADS_1