
🍱 Restorant🍱
" Adrian lepaskan tangan Tante..!!, karena bagaimanapun Aku adalah ibu dari mantan tunangan Mu." seru Bella yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Adrian yang terasa sakit.
Adrian tersenyum sinis, dan melepaskan dengan kasar, tangan wanita paruh baya itu.
" ingat aku tidak ada urusan lagi dengan kalian jangan pernah mengusik kehidupanku, dan juga jangan sekali - sekali menyentuh istriku" seru Adrian dengan menekankan kata istriku.
Bella tersenyum mengejek mendengar perkataan Adrian.
" kalian berdua pasangan yang tidak tau maluu.., kalian berdua pasangan yang sangat menjijikan, kalian berdua tega menjalin hubungan di belakang putriku, padahal waktu itu status mu adalah tunangan dari anak saya Stella" seru Bella dengan nada penuh amarah.
Adrian berusaha untuk menahan emosinya, terlihat sekali pria tampan itu berusaha menahan amarahnya.
" nyonya sebaiknya anda jaga sikap anda!!, bukan kah putri anda juga punya kekasih jadi apa bedanya?" seru Deni dengan nada tegas
Sementara Dara, memilih diam seribu bahasa. Wanita cantik itu, hanya meneteskan air matanya, setiap mendengar ucapan Bella pada dirinya, dan Adrian.
" ingat yaa nyonya Bella, saya menghargai anda sebagai orang tua.Dan Dara istri saya sama sekali tidak terlibat dengan ini semua, sebab dari dulu, saya sama sekali tidak pernah mencintai putri anda, dan saya seorang Adrian Mahesa tidak menerimah barang bekas, yang sudah sering di pake orang berkali - kali" seru Adrian mencemooh
" apa maksud kamu mengatai putri saya barang bekaas haahh..!!!, dan sudah di pake berkali - kali" seru Bella dengan nada tinggi.
Adrian hanya tersenyum mengejek, begitu juga dengan Deni.
" Anda bisa mencari tau langsung dari putri anda.
" Ayoo..Dara kita pergi dari sini" seru Adrian sambil menarik tangan istrinya keluar dari restorant itu.
Bella menatap sinis, pasangan suami istri itu.
Tampak sekali wajahnya menahan amarah terlihat dari wajahnya yang memerah , serta mengepal erat tangannya.
__ADS_1
Adrian mengusap kasar wajahnya ketika mereka telah berada di dalam mobil, tampak sekali pria tampan itu berusaha menahan emosinya.
Sementara Dara hanya diam, karena ia tau suaminya lagi dalam suasana hati yang tidak bagus
" Pa Deni"
" iya Tuan muda"
" tolong pastikan, tidak ada yang merekam kejadian tadi"
" tenang Tuan muda, saya pastikan kejadian ini tidak ada akan tersebar"
" bagus" serunya sambil melonggarkan dasinya.
Dara hanya menelan ludahnya,yang terasa berat di tenggorokan, serta tangannya terus memegang ujung dari kemejanya.
" sa.., sayang bisakah antarin aku kekampus, aku harus kuliah" seru Dara dengan nada gugup.
" baik Tuan muda" jawab Deni sambil melajukan kendaraan menuju kediaman Mahesa.
Dara hanya terdiam, dan lebih memilih mengikuti keinginan suaminya.
🏚️ Kediaman Mahesa🏚️
" Adrian, Dara, seru Anita yang terkejut melihat kemunculan anaknya,dan menantunya.
" kamu ga kuliah Daraa...? tanya Anita
" a,aku" seru Dara gugup
" dia ga kuliah Maa, hari ini " jawab Adrian
__ADS_1
" Maa, Sayang , semuanya, aku kekamar dulu, pamit Dara ,dan langsung berjalan menuju lantai dua kamarnya.
" Ada apa Adrian, apakah ada masalah, kenapa Dara wajahnya ko ga semangat gitu? tanya Anita.
" Tadi Tante Bella kekampus, dan mereka mengobrol di restorant Maa, dan Adrianpun menceritakan semua kejadian hari ini, yang membuat Bella sangat terkejut.
" Mama jadi kasian sama Dara, pasti dia sangat sedih sekarang " seru Anita yang merasa prihatin dengan menantunya.
" Ya sudah aku keruang kerja ku dulu Maa.."seru Adrian ,dan langsung berlalu menuju ruang kerjanya.
Adrian duduk termenung memikirkan kejadian tadi, menghela nafas berat ,dan menyandarkan kepalanya pada kursi kebesarannya.
" Tuan muda, anda baik - baik saja? jangan terlalu di pikirkan masalah ini, saya yakin kejadian tadi tidak akan bocor sampai ke tangan media.Seru Deni sang sekretaris.
" Pastikan kejadian tadi tidak tercium sampai ke media, aku tidak mau orang - orang memandang istriku sebagai wanita murahan" seru Adrian tegas.
" Tentu Tuan muda.Baiklah kalau begitu saya kembali ke kantor dulu, ada urusan yang harus saya kerjakan" pamit Pa Deni.
" pergilah"
Hingga malam hari Adrian masih saja di ruang kerjanya.Tak lama, muncul sosok Ayu yang membawa sebuah minuman.
Adrian sedikit terkejut melihat kemunculan Ayudia dengan berpakaian seksi, serta menyunggingkan senyumannya.
" Buat apa kau kemari..!!, tanya Adrian dengan nada sinis.
" Aku hanya membuat minuman kesukaanMu, minumlah, aku tau kau sangat lelah hari ini" serunya dengan nada terdengar seksi.
" kau tidak memasukkan sesuatu kedalam minumanku ini kan? tanya Adrian dengan nada penuh selidik"
__ADS_1
" Tentu tidak Adrian, Aku tidak serendah itu" jawabnya sedikit gugup.