
🏥 Rumah sakit🏥
" Dara bangun Dara..., banguunn....., hiks...,hikss...., hiks....," seru Stella sambil terus menangis ketika para medis mendorong banker menuju ruang operasi.
" Maaf Nona, anda harus tunggu di luar" Ucap salah satu tenaga medis, sambil menutup pintu ruang operasinya.
" Daraaa.... maafkan aku hiks...,hiks...,maaf Dara..., " seru Stella yang menyesali perbuatannya.
Tak lamapun muncul sosok Adrian yang baru saja datang di temani oleh sekretaris pribadinya.
" Bagaimana keadaan istriku, ingat kalau sampai ada apa - apa dengan Dara...!!, aku tidak segan - segan membunuhmu Stella" Seru Adrian sambil memegang kra baju Stella, dengan nada penuh amarah, karena pria itu sudah mengetahui kalau Dara mengalami kecelakaan akibat menyelamatkan sahabatnya.
" Tuan Adriaannn....!!!, apa yang anda lakukan tenangkan diri anda Tuann..." Seru Deni berusaha menenangkan amarah Tuan mudanya.
" Maafkan aku Adriaann...., Maafkan aku , hiks...,hiks...,hiks..." Ucap Stella sambil terus menangis.
" Daraaa..., aku minta bertahanlah Daraa..., jangan tinggalkan aku..., aku mencintaimu Dara..." Gumam Adrian pelan yang tak terasa air matanya menetes.
" Tuan mudaaa..., aku harap anda kuaatt, Nona muda pasti selamat.
__ADS_1
" Bagaimana aku bisa tenang pa Denii...,hiks..., hiks..., hiks.., aku sangat mencintainya Pa Deni, aku sangat mencintainya" Seru Adrian sambil terus meneteskan air matanya.
"Aku yakin Nona Dara , bisa melewati ini semua" Seru Deni memberi semangat pada Adrian, yang nampak terpuruk.
" Maafkan aku Adrian , aku tidak tau sebegituh cintanya kau pada Dara, aku minta maaf" Bathin Stella yang merasa kasian dengan Adrian, karena laki -laki itu tampak begitu terpukul dengan keadaan istrinya.
Tak lama pun, Dokter yang bertugas menangani operasinya Dara, keluar dari ruang operasi.
Adrian yang sedari tadi menunggu berjalannya operasi istrnya, segera menyambangi Dokter itu, ketika Dokter yang diketahui bernama Anto keluar dari ruang operasi.
" Dokter bagaimana keadaan istrinya sayaa..? Tanya Adrian yang terlihat khawatir.
Dokter hanya tersenyum, mendengar ucapan Adrian.
" Syukurlah terimah kasih Dokter, terimah kasih" seru Adrian yang merasa bahagia karena wanita yang di cintainya telah melewati masa kritisnya.
Stella ikut merasa bahagia, mendengar sahabatnya Dara sudah melewati masa kritisnya.
" Trimah kasih Tuhan, trimah kasih" Bathinnya tersenyum, sambil mengusab airmatanya.
__ADS_1
Dara sekarang telah di pindahkan ke ruangan V.I.P. Tapi wanita belum juga sadarkan diri hingga saat ini.
Adrian duduk kursi, yang diletakkan disisi samping istrinya.Pria tampan itu terus,memandang wajah sang istri yang juga belum sadarkan diri,sambil membelai lembut rambut Dara.
" Disaat hal ini terjadi padamu, baru aku menyadari seberapa pentingnya dirimu bagiku Dara, aku sangat mencintaimu, sangat -sangat mencintaimu Dara, aku mohoonn..., bangun lah sayang...!!,serunya menundukkan kepala sambil mencium tangan Dara yang terpasang infus.
Dara yang sedari tadi sudah sadar, membuka matanya perlahan - lahan , dan tersenyum mendengar ungkapan isihati suaminya.Dia tidak menyangkah ternyata Adrian sangat mencintainya, sekarang tidak ada alasan baginya lagi, untuk ragu mencintai suaminya.
" Aku juga sangat mencintaimu Adriann" Seru Dara dengan suara yang masih terdengar lemah.
Adrian langsung mendongakkan kepalanya, begitu mendengar suara istrinya.
" Sayaangg, kamu sudah sadar" Seru Adrian sumringah sambil mengusap air matanya.
Dara hanya tersenyum, dan menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang suami.
" Daraa..., jangan tinggalkan aku Daraa.., jangan tinggalkan aku.., aku tidak bisa hidup tanpa mu Dara, aku sangat mencintaimu.." Seru Adrian sambil memeluk tubuh sang istri, yang terbaring lemah, di atas bed hospital.
" Aku tidak akan meninggalkan mu Adrian, aku juga sangat mencintaimu" Serunya tersenyum, sambil mengusap air mata Adrian yang keluar dari kedua sudut matanya.
__ADS_1
Deni sang sekretaris, yang ingin masuk kedalam kamar itu,kembali mengurungkan niatnya.Tanpa sengaja dia mendengar ungkapan perasaan Tuanmudanya, kepada istrinya.
" Ternyata dengan adanya kecelakaan ini, baru Tuan Adrian menyadari perasaannya, ternyata dia bisa sangat lemah di depan wanita yang ia cintai" Gumam Deni sambil menutup pintu secara perlahan, untuk memberi waktu bagi pasangan suami istri itu.