Terpaksa Mencintai.

Terpaksa Mencintai.
Ep.23 Berusaha melupakan


__ADS_3

Dara menutup mulutnya, serasa tak serasa tak percaya, dengan apa yang didengarnya.


"Non Stella" kamu kok tega banget ya? Adrian adalah pria yang baik, kenapa kamu melakukan ini?! Non bilang, akan segera mengakhiri hubungan dengan Rendi, sebab Non akan bertunangan."Gumamnya, dengan raut wajah yang terlihat begitu kecewa.


Terdengar notifikasi di phonsel miliknya, membuka dan membacanya.


💬 Raa, kamu dimana, aku sudah sudah tiba.


💬 Tunggu, aku kesana sekarang.


Kemudian, dengan langkah perlahan, Dara keluar dari persembunyiannya, untuk menyambangi sahabatnya itu.


******


Setelah melepaskan hasratnya, Rendi kembali merapikan penampilan kekasihnya.


"Sayang.., aku takut mereka akan curiga padaku." Pintanya, dengan nada sedikit merajuk


Mengecup singkat bibir kekasihnya, sembari tersenyum.


"Kamu tunggu di dalam mobil, aku akan keluar, untuk memastikan keadaan agar tidak ada yang mengetahui."


"Baiklah." Jawabnya, tersenyum.


Rendi segera keluar dari mobil,untuk memastikan tidak ada yang melihat pertemuan mereka, pria berkulit sawo matang itu,melihat kesisi kiri, dan kanan untuk memastikan situasi aman, atau tidak. Setelah memastikan tidak ada yang mengetahui perbuatan mereka, dia langsung menyambangi Stella.

__ADS_1


"Sayang, ayo kelua. Semuanya aman." Serunya, meyakinkan Stella.


"Baiklah Sayang, kalau begitu aku pergi dulu." Dengan keluar dari mobil Rendi, dan berlalu pergi.


🌾ruang keluarga Kana🌾


Saat kembali dari taman belakang, Adrian tampak murung,wajahnya tidak seceriah tadi. Deni yang menyadari, memutuskan untuk bertanya.


"Tuanmuda, apakah anda sedang sakit?"


"Tidak pak Deni, aku baik-baik saja." Jawabnya, tersenyum.


"Adrian" Stella mana?!" Tanya Anita, yang mencari keberadaan calon menantunya.


"Stella, lagi telpone sama temannya di taman belakang Maa?!"


"Mungkin lagi sama sahabatnya Ara, mba Anita." Timpal Bella.


"Oh..."


Stella muncul dari taman belakang, agar bisa mengelabui orang-orang yang berada disana.


"Kamu dari mana, Stella?!" Tanya Bella, pada putrinya.


"Aku baru habis dari kamar Bibi Ati, Maa? ada keperluan sedikit sama Ara." Jawabnya, meyakinkan.

__ADS_1


"Ayo duduk disini Nak? duduk disebelah calon suami kamu." Pinta Bobi, pada gadis itu.


Tanpa menjawab, Stella langsung duduk di sebelah Adrian dengan sangat dekar.Adrian sebenarnya sangat tidak menyukai keagresifan gadis cantik itu, tapi ia tidak mungkin menolak, mengingat ada orangtuanya, dan juga orangtua Stella.


"Kalian berdua pasangan yang sangat serasi." Seru Ridwan, dengan rona bahagia diwajahnya.


"Tentu dong Paa..?!" Jawabnya, dengan menggandeng manja lengan Adrian.


"Gadis ini benar-benar agresif, aku sangat tidak menyukai gadis seperti ini." Bathinya, dengan raut wajah yang terlihat kesal.


💐 kos- kossan Darah💐


"Makasih ya Rian? kamu sudah jemput aku." Seru Dara, saat mereka sudah berada didepan kos-kosan.


"Sama-sama Dara, itulah gunanya sahabat."


"Kalau begitu, aku masuk dulu. Ngantuk soalnya."


"Ya sudah aku balik dulu, sampai ketemu dikampus ya Ara.., ingat kunci pintunya. Takut nanti ada yang masuk."


"Apaan sih kamu?! bicaranya ngaco?!" Dengan mimik cemberut.


"Ya sudah, aku pergi dulu." Dengan menghidupkan mesin mobilnya, dan berlalu pergi.


Dara melangkahkan kaki, memasuki kamarnya, yang berada di lantai dua.

__ADS_1


Gadis berparas cantik itu, merebahkan tubuhnya di kasur kecilnya, saat sudah berada didalam kamar. Pandangannya menerawang, menatap langit-langit kamarnya.


" Tuhan..? kenapa jadi seperti ini? aku tidak tau bagaimana harus menghadapinya, aku tidak tahu yang di maksud Stella, adalah Adrian teman satu kampusku, pria yang selama ini diam-diam aku mengaguminya." Gumamnya, dengan kesedihan yang teramat sangat.


__ADS_2