
" ini sih bukan namanya lamaran" masa aq belum jawab ia, tapi di paksa untuk menerimah lamaranya" bathin Dara
" kenapa wajah kamu itu ditekuk gitu, kamu kesal sama aq ?
" ga ko sayang , aq malahan senang ko hubungan kita ada kemajuannya, ucap Dara berbohong
" kalau begitu kemarilah mendekatkan padaku"
Dara berjalan ke arah Adrian, dengan perasaan sedikit berdebar.
" apakah dia ingin mencium ku" bathin Dara
Ketika sudah dalam jarak yang sangat dekat dengan Adrian, jantung Dara semakin berderbar kencang , padahal ini bukan ciuman pertama mereka, tatapan mata mereka saling mengunci ,dan tersirat makna penuh cinta disana , tanpa berbicara dan dengan hanya tatapan mata, Adrian langsung meraih tengkuk Dara, dan mencium lembut bibir wanita itu.
Seketika Dara sedikit kaget dengan ciuman dari Adrian, tapi gadis cantik itu hanya diam, dan tidak bisa memungkiri kalau ia pun, menikmati ciuman dari kekasihnya itu.
Mereka pun terus berciuman, tanpa menyadari keadaan.
Pa Deni yang ingin, bertemu dengan tuan mudanya seketika langsung membalikkan badan , saat memergoki pasangan yang tengah di mabuk asmara itu sedang asyik berciuman dengan sangat intim
" maaf tuan muda " a, aq tidak sengaja" ucapnya sambil membalikkan badan ,dan tersenyum
Dara dan Adrian seketika langsung menghentikan aktifitas ciuman mereka, bisa dibayang kan betapa malunya Dara saat itu, ia langsung duduk, di salah satu kursi sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan, untuk menghindari tatapan dari pa Deni.
Sementara Adrian nampak kesal, tapi ia sudah tau kalau kemunculan sekretaris pribadinya itu, pasti ada sesuatu yang penting yang mau di sampaikan
__ADS_1
" ada apa pa Deni?
" maaf tuan muda, saya mengganggu, tapi di depan ada wartawan, yang ingin bertemu dengan anda, mungkin mereka sangat penasaran dengan kabar perpisahan anda dengan nona Stella" ucap Deni.
Seketika Dara sedikit terkejut, mendengar ucapan Deni.
" sayang bagaimana ini" ucapnya dengan menggenggam tangan Adrian
" tenanglah jangan panik" ucap Adrian berusaha menenangkan kekasih nya.
Adrian melepaskan Jaz nya ,dan memakaikan pada Dara.
" pa Deni, kau temani Dara kalian pulang lewat pintu belakang , aq akan bertemu dengan wartawan - wartawan itu" ucapnya
" tapi sayaang" ucap Dara
" pergilah nanti kita bertemu di apartemen" ucapnya sambil mengecup mesrah kening Dara, dan berlalu keluar dari ruangan.
" baiklah" ucapnya dengan berat, sambil mengikuti langkah pa Deni.
" tuan Adrian , tuan , panggil para wartawan ketika melihat sosok yang ditunggu mereka telah muncul.
" tuan apakah kami bisa memintah waktu anda sebentar? tanya wartawan yang di ketahui bernama Andi
" tentu " jawabnya tenang
" benarkah hubungan anda ,dengan anak dari pengusaha Ridwan Kana telah berakhir?
" ia ,hubungan kami telah berakhir"
__ADS_1
" maaf tuan ,tapi kabar yang kami dengar, batalnya pernikahan anda dengan tunangan anda, apakah betul karena hadir nya orang ke tiga" tanya mereka lagi
Adrian menghela nafas berat , sebelum ia berbicara.
" kami mengakhiri hubungan kami bukan karena , orang ke tiga, tapi karena sudah tidak ada kecocokan saja" sangkal Adrian
" maaf tuan Adrian saya ingin bertanya" tanya seorang wartawan yang di ketahui bernama Dodi
" apakah saat ini, anda sudah menemukan kembali wanita yang dapat meluluhkan hati anda ? maaf tuan kalau aq terlalu ingin mengetahui kehidupan percintaan anda" ucapnya dengan gugup
Seketika senyuman langsung terpancar di wajah Adrian, mengingat ia baru saja melamar wanita yang ia cintai.
" suatu saat kalian akan mengetahuinya" ucapnya tersenyum
" tentu tuan, semoga saja wanita itu adalah cinta sejati anda" ucap salah satu wartawan
Adrian hanya tersenyum, dan tidak menjawab perkataan wartawan itu.
Terdengar suara telpon di phonshel milik Adrian, Adrian langsung mengangkat nya begitu melihat yang menelponnya adalah Deni.
📲 percakapan📱
Deni :" tuan muda , saya sudah menunggu anda di depan
Adrian:" baiklah saya keluar sekarang, sambil menutup telponnya.
" maaf saya harus pulang sekarang," ucapnya
" makasih tuan Adrian atas waktunya" ucap wartawan - wartawan itu
__ADS_1
" sama- sama" sambil berlalu pergi keluar dari restorant itu.