
Terus menatap wajah lelaki tampan itu, dengan tatapan iba. dan dia begitu perduli pada lelaki tampan itu.
"Adrian, aku memang aku akan selalu berada disisimu, tapi hanya sebagai sahabat, bukan sebagai kekasih. Aku tidak mungkin merebutmu, dari Non Stella." Bathinnya, dengan terus memandang wajah Adrian.
"Kenapa kau terus memandangku?" Bertanya dengan terus menatap, wajah cantik itu.
"Aku hanya, aku hanya." Jawabnya, dengan tidak melanjutkan kata-katanya.
"Gak usah dilanjutkan kata-katanya, aku tau kau sedang iba dengan keadaanku. karena harus menikah dengan wanita yang tidak kucintai, dan menyukai seorang wanita tapi sayang, wanita itu tidak mengakui perasaannya." Ucapnya, yang sengaja menyindir Dara.
"Gak, aku gak menyukai siapa-siapa?"
"Jadi kamu tidak menyukai siapapun?" Bertanya lagi, untuk memastikan.
"Gak, aku memang tidak jatuh cinta pada siapapun." Ucapnya, dengan tetap mempertahankan kebohongannya.
"Baguslah, akun pastikan tidak ada pria yang mendekatimu." Jawabnya, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
Dara terlihat kesal, saat mendengar ucapan Adrian. Hingga membuatnya, menggeserkan sedikit posisinya dari lelaki tampan itu.
__ADS_1
"Kamu egois Adrian?! yang benar saja, aku tidak boleh dekat dengan pria lain?!" Dengan nada kesal.
"Aku sudah menikmati tubuhmu, bahkan dadamu saja aku sudah merasakannnya. Benar bukan?!" Dengan sinis, menatap gadis cantik itu.
Raut wajahnya seketika memerah, karena apa yang dikatakan Adrian, sepenuhnya adalah benar. "Aku tidak perduli, asalkan aku masih suci. karena itu yang terpenting dariku."
"Memang kamu harus menjaga kehormatanmu, karena hanya untuk aku. Atau kamu akan memberikannnya, sekarang." Dengan senyuman, diwajahnya.
Mendengar itu, Dara langsung menurunkan kedua kakinya. Dan saat dia akan turun dari tempat tidur, Adrian langsung mencekal tangannya.
"Lepaskan aku Adrian?! Lepaskan aku?! aku tidak mau melakukan hal itu." Ucapnya, dengan sedikit merontah.
Hatinya terasa begitu sakit, saat mendengar apa yang dikatakan Adrian. Ingin menangis, tapi sebisa mungkin wanita itu menahannya. karena perkataan Adrian, terasa begitu menyakitkan.
"Bukankah kalian belum menikah, apakah kamu tidak takut dosa sebelum melakukan hal itu.'"
"Melakukan sebelum menikah, atau sudah menikah sama saja. Toh, Stela akan menjadi istriku."
"Sudahlah, aku malas berdebat denganmu," Ucapnya, dengan ingin beranjak dari duduknya, tapi seketika tangannya, langsung dicekal oleh lelaki tampan itu. Menarik mendekat kearahnnya, dan menindihnya.
__ADS_1
"Adrian apa yang kamu lakukan?! lepaskan aku, lepaskan?!" Dengan nada sedikit tinggi, berusaha melepaskan pelukan lelaki tampan itu.
"Diamlah?! apa kamu mau, kalau orang tau kalau orang mengetahui, kalau aku sedang berada disini? dan mereka akan menganggapmu wanita murahan, karena masih bersama dengan laki-laki ditengah malam begini." Ucapnya, dengan mulai membuka kancing baju gadis itu.
Raut wajah Dara seketika berubah gugup, dan pucat saat tangan Adrian mulai membuka kancing bajunya, satu persatu.
"Adrian aku mohon, jangan lakukan in?" Dengan tatapan memohon, menatap lelaki tampan itu.
Tidak memperdulikan permintaan gadis itu, Adrian terus bermain disekitar dada Dara, hingga membuat gadis itu mendesah kenikmatan.
Adrian menghentikan aksinya, saat sudah puas bermain dada Dara. Dan tangannnya, mengaitkan kembalin kancing baju, gadis itu.
"Tidurlah ini sudah sangat malam, dan besok kamu tidak usah sekolah." Dengan memeluk tubuh gadis itu.
"Memangnya kenapa?" Bertanya, dengan nada penasaran.
"JIka kamu kesekolah besok, pasti semua orang akan mengetahi kalau semalam kamu sedang melakukan hal mesum, dengan laki-laki. Kamu tidak maukan? orang berpikir seperti itu,"
Dara tidak menjawab, dengan apa yang dikatakan Adrian. Dan menurutnya, apa yang dikatakan Adrian, sepenuhanya adalah benar."
__ADS_1